Banyak trader yang mengulang pertanyaan ini sehari-hari, "Mengapa saya selalu mengalami loss dalam trading forex?" Saya pikir jawaban telah ada di sini, diblog ini.. Betapa banyak artikel bahasan tentang kiat-kiat sukses trading forex; tapi sayangnya mereka tidak mengikutinya. Atau jika membacanya, dianggap sebagai teori saja dan menjadi angin lalu. Tidak ada niat 'greget' ingin benar-benar mempraktekkannya. Padahal sudah disarankan untuk banyak belajar, banyak berlatih, belajar belajar dari kesalahan. Padahal ketika saya bertanya kepada mereka, "Bagaimana master?" Mereka selalu menjawab, "Wah saya ini masih belajar, Om...!"
Saya benar-benar penasaran, sampai saya harus posting rasa penasaran ini : Sudah banyak belajar tetapi belum berhasil..!
Setiap trader pemula bahkan yang sudah bertahun-tahun sebagai trader, pengalaman yang saya temui ketika saya berkomunikasi dengan mereka, misal saya menyebutnya master, suhu... atau sudah lama menjadi trader? Mereka yang mungkin masih 'sering loss' akan menyawab, " Saya masih belajar, Om..!"
Mungkin saya gak penasaran jika saja mereka menjawab, " Saya lagi praktek hasil belajar, Om...!"
Tetapi gak lazim kayaknya hahahahaha....
Ya, mereka sering menjawab; masih belajar.. masih belajar... Ya sudah belajar tapi koq mengeluh selalu loss. Apakah ada yang salah dengan belajarnya? Atau karena belajar otodidak sehingga ketika buntu menghadapi permasalahan tidak ada yang dipelajari lagi? Atau kenapa yah?
Saya ingat kalimat bijaksana: "dia yang mengerti tidak ada yang menjadi sia-sia. "~ Paracelsus
Dengan belajar mereka akan menjadi mengerti.. Atau jika dilanjutkan; belajarnya tak akan pernah menjadi sia-sia...! Sebenarnya seseorang membutuhkan berapa tahun dalam "proses mengerti" ya? Haruskah bertahun-tahun belajar, tetapi selama bertahun-tahun pula masih "sia-sia" belajarnya? Cara belajarnya yang salah, bacaannya yang salah, gurunya yang salah... atau diri sendiri yang terlalu lambat untuk mengerti atau karena diri sendiri yang tidak mengaplikasikan hasil belajarnya...?Atau lagi.. sebenarnya tidak belajar tetapi ngakunya belajar?
Oh, mungkin kita butuh waktu sejenak untuk introspeksi dari pernyataan sebuah keadaan "Sudah banyak belajar tetapi belum berhasil".
Kita sendiri yang mengerti jawabannya...! Temukan jawabannya dan buktikan bahwa "dia yang mengerti tidak ada yang menjadi sia-sia...!"
Maaf sobat, bukan saya ingin menggurui kalian... Atau diriku yang sok hebat...! Sama sekali bukan...!
Justru karena saya peduli.... Saya ingin kalian lebih sukses dan lebih berhasil... "Forex itu penuh kutukan..!" Kita harus saling kerja sama ingat mengingatkan... Ya, minimal saya mengajak Anda untuk introspeksi diri...Dan saya juga melakukan hal yang sama...!
Kepareng....!
Tuesday, July 16, 2013
Monday, July 15, 2013
PILIH KULIAH ATAU MENJADI TRADER FOREX?
Hemm... sahabat trader, tentu diantara Anda masih ada yang lagi duduk dibangku belajar. Maksud saya lagi sekolah atau kuliah. Namun sebuah keberuntungan datang, Anda sudah mengenal trading forex. Biasanya rasa bimbang dan ragu pun terjadi. Pilih kuliah atau menjadi trader forex...?
Mungkin jika Anda menemukan tulisan ini, Anda benar-benar lagi galau nih. Tapi sebagai orang yang pernah merasakan kuliah dan juga sedang merasakan menjadi trader forex; baiknya Anda lanjutkan untuk kuliah. Bahkan kuliah dengan baik dan benar.
"Bagaimana trading forexnya?"
"Baiknya trading forex dijalankan saat-saat santai, banyak waktu longgar dan tidak mengganggu aktifitas kuliah."
"Kuliah mencari ilmu dan trading forex mencari duit. Bukanka ilmu juga ujung-ujungnya untuk mencari duit? Jadi tidak perlu dong kuliah kalau sudah tahu jalan mencari duit. Kuliah malah membuang-buang duit."
"Oh, kamu memang lagi galau berat anak muda..! Hahahahaha.... Kalau kamu berfikir kritis seperti itu; kuliah tapi mikirnya trading forex ya kuliahmu terasa membosankan. Kamu jenuh duduk di kelas.... sungguh begitu membosankan jadi anak kuliah. Kamu jenuh kenapa kerjaan kamu cuma kuliah, rapat, pulang, kuliah, rapat, pulang, itu-itu saja. Pacar gak punya... Kasihan banget anak ini..! Hahahaha
"Lalu bagaimana: pilih kuliah atau menjadi trader forex?"
"Baiknya buang jauh-jauh pikiran negatif kamu itu. Buang“Apa sih gunanya kuliah? ngabisin duit dan waktu aja, nyatanya setelah tamat nanti toh kau susah dapat kerjaan juga. Lihat saja tiap tahunnya ribuan sarjana diwisuda, padahal lowongan kerja yang tersedia hanya sedikit”.Ya, contoh pemikiran itu dibuang jauh-jauh. Meski setengah benar, tetapi kamu tidak boleh jadi 'setengah gila'.
"Koq bisa begitu?"
"'Mahasiswa merupakan maha pencari ilmu dan dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya di lingkungan masyarakat.' Nah, mikirnya kamu seperti itu..! Galau-mu itu dibuang dan diisi pola pikir yang cerdas. Kamu kuliah jangan karena untuk mencari pekerjaan ataupun mencari gelar yang bergengsi... Karena suatu saat setelah tamat kuliah pun, kadang malu untuk memasang gelar kesarjanaan kamu itu. Karena kamu akan menjadi orang yang rendah hati, low profil... Ini berkat ilmu yang kamu dapatkan di kuliahan. Ya, kamu itu dituntut untuk lebih aktif dalam mengamalkan ilmunya ke dunia masyarakat. Kamu akan dihargai masyarakat, karena di lingkungan masyarakat, mahasiswa dan sarjana itu dianggap motor penggerak yang berperan aktif dalam menghidupkan kegiatan di lingkungan masyarakat. Mahasiswa dan juga sarjana dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang berintelektual dan bermoral. Mereka merasa bahwa kehadiran kamu itu dibutuhkan..!"
"Tapi saya tidak ingin meninggalkan trading forex?"
"Ya siapa yang melarang...! Aktifitas trading forex bisa dilanjutkan, tetapi harus tetap menjaga tujuan kuliahnya. Jangan sampai aktifitas trading forex mengganggu kuliah, atau parahnya trading forex memperlambat kamu lulus kuliah...! Parah lagi jika pola pikir kamu, "Kuliah jangan sampai mengganggu kegiatan trading forex...!" Wah, suatu saat pernyataan itu akan mejadi sebab penyesalan seumur hidup."
"Apakah forex itu mudah untuk tempat mencari duit?"
"Nah, seharusnya pertanyaan itu yang kamu tanyakan pada dirimu sendiri... sebelum membuat pertanyaan pilih kuliah atau menjadi trader forex. Trading Forex itu sulit,lebih sulit dari pada main Poker. Bisnis forex itu tenang di permukaannya saja, padahal kenyataan ... dibawahnya ada arena pembantaian berlangsung dan tidak ada belas kasihan... Mereka yang tidak bisa bertahan, tidak menguasai skill, dan tidak bisa mensiasati kemenangan terhadap perang melawan 'penjaga harta karun forex' ... mereka akan menderita hidupnya. Mengapa? Goa yang penuh batu-batu akan ambruk menimbun sang pencari harta karun... dan yang tersisa adalah tinggal akun-akun kosong yang menjadi bangkai.... Namun siapa yang berhasil, mereka hanya sedikit... 'mereka yang selamat dari kutukan forex' "
"Bagaimana agar saya selamat dari kutukan forex?"
"Oh, itu ada maharnya...! whuakakakakakakkaa"
"Koq ada maharnya?"
"Ya orang konsultasi pingin dagangannya laris juga pakai mahar... Orang ingin disayang orang lain saja pakai mahar... Wajar dong ingin selamat dari kutukan ya jauh lebih besar maharnya... whuahahahahaa!"
"Hahahahahaahahaa...! Berapa maharnya?"
"Maharnya buat bayar kuliahmu saja...! Selesaikan kuliahmu dan manfaatkan waktu luangmu untuk belajar tentang forex. Hanya itu untuk menghindari kutukan forex. Karena Mr Forex sayang dan peduli kepada para mahasiswa...! whuaahahahahahaha
"Saya mengakui; trading saya masih sering floating minus, tidak bisa menganalisa secara baik, saya juga sering loss dan MC.."
"Trading kamu masih begitu, tetapi kamu sudah bosan kuliah... mau jadi apa kamu? whuahahahaha...."
"Apa yang harus saya lakukan?"
"Selesaikan kuliahmu...! Jika sedang menyelesaikan skripsi.. selesaikanlah jangan menunda-nunda waktu, toh nanti ketemu sendiri juga. Forex masih ada 1000 tahun lagi anak muda..! Kasihan orang tuamu kalau kuliahmu yang selesainya 100 tahun lagi...!"
hix hix hix hix hix hix....
"Sekarang apa yang Anda pikirkan: Pilih Kuliah atau Menjadi Trader Forex?
Kepareng....!
Mungkin jika Anda menemukan tulisan ini, Anda benar-benar lagi galau nih. Tapi sebagai orang yang pernah merasakan kuliah dan juga sedang merasakan menjadi trader forex; baiknya Anda lanjutkan untuk kuliah. Bahkan kuliah dengan baik dan benar.
"Bagaimana trading forexnya?"
"Baiknya trading forex dijalankan saat-saat santai, banyak waktu longgar dan tidak mengganggu aktifitas kuliah."
"Kuliah mencari ilmu dan trading forex mencari duit. Bukanka ilmu juga ujung-ujungnya untuk mencari duit? Jadi tidak perlu dong kuliah kalau sudah tahu jalan mencari duit. Kuliah malah membuang-buang duit."
"Oh, kamu memang lagi galau berat anak muda..! Hahahahaha.... Kalau kamu berfikir kritis seperti itu; kuliah tapi mikirnya trading forex ya kuliahmu terasa membosankan. Kamu jenuh duduk di kelas.... sungguh begitu membosankan jadi anak kuliah. Kamu jenuh kenapa kerjaan kamu cuma kuliah, rapat, pulang, kuliah, rapat, pulang, itu-itu saja. Pacar gak punya... Kasihan banget anak ini..! Hahahaha
"Lalu bagaimana: pilih kuliah atau menjadi trader forex?"
"Baiknya buang jauh-jauh pikiran negatif kamu itu. Buang“Apa sih gunanya kuliah? ngabisin duit dan waktu aja, nyatanya setelah tamat nanti toh kau susah dapat kerjaan juga. Lihat saja tiap tahunnya ribuan sarjana diwisuda, padahal lowongan kerja yang tersedia hanya sedikit”.Ya, contoh pemikiran itu dibuang jauh-jauh. Meski setengah benar, tetapi kamu tidak boleh jadi 'setengah gila'.
"Koq bisa begitu?"
"'Mahasiswa merupakan maha pencari ilmu dan dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya di lingkungan masyarakat.' Nah, mikirnya kamu seperti itu..! Galau-mu itu dibuang dan diisi pola pikir yang cerdas. Kamu kuliah jangan karena untuk mencari pekerjaan ataupun mencari gelar yang bergengsi... Karena suatu saat setelah tamat kuliah pun, kadang malu untuk memasang gelar kesarjanaan kamu itu. Karena kamu akan menjadi orang yang rendah hati, low profil... Ini berkat ilmu yang kamu dapatkan di kuliahan. Ya, kamu itu dituntut untuk lebih aktif dalam mengamalkan ilmunya ke dunia masyarakat. Kamu akan dihargai masyarakat, karena di lingkungan masyarakat, mahasiswa dan sarjana itu dianggap motor penggerak yang berperan aktif dalam menghidupkan kegiatan di lingkungan masyarakat. Mahasiswa dan juga sarjana dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang berintelektual dan bermoral. Mereka merasa bahwa kehadiran kamu itu dibutuhkan..!"
"Tapi saya tidak ingin meninggalkan trading forex?"
"Ya siapa yang melarang...! Aktifitas trading forex bisa dilanjutkan, tetapi harus tetap menjaga tujuan kuliahnya. Jangan sampai aktifitas trading forex mengganggu kuliah, atau parahnya trading forex memperlambat kamu lulus kuliah...! Parah lagi jika pola pikir kamu, "Kuliah jangan sampai mengganggu kegiatan trading forex...!" Wah, suatu saat pernyataan itu akan mejadi sebab penyesalan seumur hidup."
"Apakah forex itu mudah untuk tempat mencari duit?"
"Nah, seharusnya pertanyaan itu yang kamu tanyakan pada dirimu sendiri... sebelum membuat pertanyaan pilih kuliah atau menjadi trader forex. Trading Forex itu sulit,lebih sulit dari pada main Poker. Bisnis forex itu tenang di permukaannya saja, padahal kenyataan ... dibawahnya ada arena pembantaian berlangsung dan tidak ada belas kasihan... Mereka yang tidak bisa bertahan, tidak menguasai skill, dan tidak bisa mensiasati kemenangan terhadap perang melawan 'penjaga harta karun forex' ... mereka akan menderita hidupnya. Mengapa? Goa yang penuh batu-batu akan ambruk menimbun sang pencari harta karun... dan yang tersisa adalah tinggal akun-akun kosong yang menjadi bangkai.... Namun siapa yang berhasil, mereka hanya sedikit... 'mereka yang selamat dari kutukan forex' "
"Bagaimana agar saya selamat dari kutukan forex?"
"Oh, itu ada maharnya...! whuakakakakakakkaa"
"Koq ada maharnya?"
"Ya orang konsultasi pingin dagangannya laris juga pakai mahar... Orang ingin disayang orang lain saja pakai mahar... Wajar dong ingin selamat dari kutukan ya jauh lebih besar maharnya... whuahahahahaa!"
"Hahahahahaahahaa...! Berapa maharnya?"
"Maharnya buat bayar kuliahmu saja...! Selesaikan kuliahmu dan manfaatkan waktu luangmu untuk belajar tentang forex. Hanya itu untuk menghindari kutukan forex. Karena Mr Forex sayang dan peduli kepada para mahasiswa...! whuaahahahahahaha
"Saya mengakui; trading saya masih sering floating minus, tidak bisa menganalisa secara baik, saya juga sering loss dan MC.."
"Trading kamu masih begitu, tetapi kamu sudah bosan kuliah... mau jadi apa kamu? whuahahahaha...."
"Apa yang harus saya lakukan?"
"Selesaikan kuliahmu...! Jika sedang menyelesaikan skripsi.. selesaikanlah jangan menunda-nunda waktu, toh nanti ketemu sendiri juga. Forex masih ada 1000 tahun lagi anak muda..! Kasihan orang tuamu kalau kuliahmu yang selesainya 100 tahun lagi...!"
hix hix hix hix hix hix....
"Sekarang apa yang Anda pikirkan: Pilih Kuliah atau Menjadi Trader Forex?
Kepareng....!
PENGGUNAAN INDIKATOR DALAM TRADING FOREX
Sepertinya perbincangan tentang penggunaan indikator dalam trading forex ini menarik.. Posting, aaaah...!
Baru saja ada newbie bertanya sama saya, "Apakah Om menggunakan indikator buat trading?"
"Iya mas..!" jawabku.
"Indikator yang bagaimana?" tanyanya lagi.
"Ya yang ada di MT4.." jawabku lagi.
"Mengapa menggunakan indikator seperti itu Om? Bukankah Semua indikator yang dibangun di sekitar HARGA ACTION itu diambil dari experience harga di masa lalu? Jadi Indikator itu memberi tahu kan informasi yang selalu terlambat. Karena Indikator mengikuti harga."
"Iya, tetapi kalau indikator yang di Mt4 itu tidak ada gunanya, ngapain juga dipasang disana? Repot amat...? Memenuhi mt4 saja, kan lebih baik dipasang foto artis siapa kek biar tradernya melek..! Cocok kalau dipasang fotonya Aura Kasih, kalii ya..." kataku membela diri... "Memangnya kamu bagaimana dalam trading?"
"Saya menggunakan 'price action' Om... Bagi saya, price action itu memberitahukan harga di masa depan." jawabnya bangga.
"Ente sudah profit konsisten dengan price action kamu itu?" tanya saya lagi.
"Ya, belum Om.. Masih terus belajar nih cara mengendalikan ego.. Tapi saya yakin Om, trading menggunakan indikator itu kurang smart. Menurut saya penggunaan indikator dalam trading forex mungkin hanya layak dipakai hanya untuk 'mengerti' saja Om, biar paham indikator. Kan lucu kalau trader gak ngerti indikator?" jawabnya.
"Oh gitu yah..! Tapi meskipun saya hanya menggunakan indikator dan tool-tool di mt4 saya juga menggunakan indikator anugerah Tuhan, Mas.. Indikator mata, indikator intuisi...dan indikator akal" kata saya membela diri.
"Wah, bagaimana itu Om..? tanya dia yang saya anggap aneh.
"Lho, katanya kamu hanya butuh 'price action' dalam tradingmu? Mengapa masih mengejar 'ilmu indikator'ku"?
"Soalnya saya baru dengar Om; ada indikator mata, indikator intuisi dan indikator akal yang bisa digunakan dalam trading forex." jawabnya penasaran juga...
"Makanya jangan fanatik dulu terhadap apa yang digandrunginya, ilmu forex itu seluas samudera... dan bicara kemampuan; di atas langit masih ada langit. Saya menghargai pengetahuan Anda tentang price action, dan saya sepakat bahwa ilmu price action itu bagus diterapkan dalam trading, tapi ya jangan merendahkan orang yang menggunakan indikator dong..!"
"Iya Om.. maaf." katanya sepertinya menyesal.
"Masalah style trading juga masalah selera mas, tidak bisa diperdebatkan. Kalau semua trader menggunakan price action, kan kasihan juga mereka yang jualan indikator. Nanti gak laku...! Apalagi kalau tradingnya jeblok, anak-anaknya mau makan apa mas...hehehehe."
"Jadi menurut Om Ninjaa, penggunaan indikator dalam trading meski indikatornya repaint, indikator mengikuti harga... tidak masalah digunakan?"
"Bagi saya tidak ada masalah, mereka yang menggunakan price action maupun indikator, juga tidak ada jaminan pasti profit koq. Hasil akhir itu kan ditentukan oleh banyak faktor. Misal faktor kecerdasan trader dalam mensiasati kesalahan, faktor psikologis, faktor penggunaan MM dll. Jadi seorang trader gak boleh merasa benar sendiri.. forex itu bukan agama...! Tidak ada aturan baku dari 'nabi' tertentu agar menggunakan ini, itu.. dilarang anu..dsb. Siapa yang berhasil mengeksplorasi pengetahuan dan pengalamannya sebagai trader, mereka berhak untuk sukses; terlepas 'alat bantu' apa yang mereka gunakan...!"
"Hemmm... saya koq jadi bingung dan pusing Om Ninjaa..!"
"Alhamdulillah, itu artinya kamu masih punya kepala...!"
whuakakakakakakkakakakaaaaa.......!
Baru saja ada newbie bertanya sama saya, "Apakah Om menggunakan indikator buat trading?"
"Iya mas..!" jawabku.
"Indikator yang bagaimana?" tanyanya lagi.
"Ya yang ada di MT4.." jawabku lagi.
"Mengapa menggunakan indikator seperti itu Om? Bukankah Semua indikator yang dibangun di sekitar HARGA ACTION itu diambil dari experience harga di masa lalu? Jadi Indikator itu memberi tahu kan informasi yang selalu terlambat. Karena Indikator mengikuti harga."
"Iya, tetapi kalau indikator yang di Mt4 itu tidak ada gunanya, ngapain juga dipasang disana? Repot amat...? Memenuhi mt4 saja, kan lebih baik dipasang foto artis siapa kek biar tradernya melek..! Cocok kalau dipasang fotonya Aura Kasih, kalii ya..." kataku membela diri... "Memangnya kamu bagaimana dalam trading?"
"Saya menggunakan 'price action' Om... Bagi saya, price action itu memberitahukan harga di masa depan." jawabnya bangga.
"Ente sudah profit konsisten dengan price action kamu itu?" tanya saya lagi.
"Ya, belum Om.. Masih terus belajar nih cara mengendalikan ego.. Tapi saya yakin Om, trading menggunakan indikator itu kurang smart. Menurut saya penggunaan indikator dalam trading forex mungkin hanya layak dipakai hanya untuk 'mengerti' saja Om, biar paham indikator. Kan lucu kalau trader gak ngerti indikator?" jawabnya.
"Oh gitu yah..! Tapi meskipun saya hanya menggunakan indikator dan tool-tool di mt4 saya juga menggunakan indikator anugerah Tuhan, Mas.. Indikator mata, indikator intuisi...dan indikator akal" kata saya membela diri.
"Wah, bagaimana itu Om..? tanya dia yang saya anggap aneh.
"Lho, katanya kamu hanya butuh 'price action' dalam tradingmu? Mengapa masih mengejar 'ilmu indikator'ku"?
"Soalnya saya baru dengar Om; ada indikator mata, indikator intuisi dan indikator akal yang bisa digunakan dalam trading forex." jawabnya penasaran juga...
"Makanya jangan fanatik dulu terhadap apa yang digandrunginya, ilmu forex itu seluas samudera... dan bicara kemampuan; di atas langit masih ada langit. Saya menghargai pengetahuan Anda tentang price action, dan saya sepakat bahwa ilmu price action itu bagus diterapkan dalam trading, tapi ya jangan merendahkan orang yang menggunakan indikator dong..!"
"Iya Om.. maaf." katanya sepertinya menyesal.
"Masalah style trading juga masalah selera mas, tidak bisa diperdebatkan. Kalau semua trader menggunakan price action, kan kasihan juga mereka yang jualan indikator. Nanti gak laku...! Apalagi kalau tradingnya jeblok, anak-anaknya mau makan apa mas...hehehehe."
"Jadi menurut Om Ninjaa, penggunaan indikator dalam trading meski indikatornya repaint, indikator mengikuti harga... tidak masalah digunakan?"
"Bagi saya tidak ada masalah, mereka yang menggunakan price action maupun indikator, juga tidak ada jaminan pasti profit koq. Hasil akhir itu kan ditentukan oleh banyak faktor. Misal faktor kecerdasan trader dalam mensiasati kesalahan, faktor psikologis, faktor penggunaan MM dll. Jadi seorang trader gak boleh merasa benar sendiri.. forex itu bukan agama...! Tidak ada aturan baku dari 'nabi' tertentu agar menggunakan ini, itu.. dilarang anu..dsb. Siapa yang berhasil mengeksplorasi pengetahuan dan pengalamannya sebagai trader, mereka berhak untuk sukses; terlepas 'alat bantu' apa yang mereka gunakan...!"
"Hemmm... saya koq jadi bingung dan pusing Om Ninjaa..!"
"Alhamdulillah, itu artinya kamu masih punya kepala...!"
whuakakakakakakkakakakaaaaa.......!
BELAJAR TRADING FOREX DARI TRADER JABLAY
Koq ada juga ya Trader Jablay..? Ya...! Menurut saya; Bahkan trader-trader jablay ini yang peluang suksesnya lebih besar. Mengapa bisa begitu? Nah, inilah yang akan saya bahas pada kali ini. Mari kita belajar trading forex dari trader jablay.
Jablay bahasa gaulnya itu "jarang dibelai" sedang trader itu ya pelaku trading. Trader Jablay berarti pelaku trading yang jarang dibelai. Kalau jarang dibelai.. lebih umum lagi dia masih single; (bisa bujangan atau gadis), sendirian... Trader kesepian... whuahahahahaa
Dalam konteks ini, maka trader jablay adalah trader yang sering galau. hix hix hix hix hix... Padahal potensi trader jablay saya terawang dengan 'bola ajaib' bagus hehehehe: Saya melihatnya banyak "Kebebasan mengatur waktu". Jika dalam bisnis trading forex ini, 'tidak banyak gangguan' dari sisi pekerjaan. Bahkan lebih bisa menentukan jam kerja sendiri, suka-suka tidak tergantung sama jam kantoran. Mau mulai lebih pagi bisa.. atau mulainya siangan karena harus nganter anak janda sebelah ke sekolah juga bisa banget. Kan Jablay....!?
Kebebasan mengatur waktu itu; bisa dipilih buat belajar, praktek maupun evaluasi trading. Trader yang sibuk tidak lebih bagus peluangnya untuk sukses dibanding yang memiliki banyak waktu longgar. Dan Trader Jablay memiliki dan menguasai waktu untuk itu...!
Jika trader jablay ini seorang bujangan dan lagi 'jatuh cinta', pelatihan berdisiplin sudah dimulai; Misal malam minggu jadwal apel, jam 7 malem sudah standbye di depan rumah pintu do'i dan jam 9 malem cabut. Jika yang menemui ternyata orang tuanya dan si doi gak muncul-muncul, disiplin banget untuk cabut dari rumah dengan alasan dibuat-buat. Tuh kan? Trader jablay itu sudah banyak latihan disiplin.. Jadi kalau diterapkan dalam trading, kecil lah.. gak ada masalah.
Trading itu butuh disiplin yag tinggi dan perlu latihan. Jika sudah latihan kayak gitu? Misal dalam trading mau OP; tentu akan mengingat 'jika masuk rumah si do'i, kalau yang bukain pintu si doi, ngeloyor masuk.... Jika orang tuanya yang bukain pintu, kabur ...! Nah, jika mau transaksi ternyata kita takut dan ragu-ragu.... ya jangan masuk, tutup laptop dulu. Ini bagian dari rencana trading. Trader jablay harus benar-benar memiliki kesabaran dan disiplin untuk mengikutinya. Meskipun hal ini bisa sulit, perlu jika Anda berharap untuk menjadi sukses, dan inilah alasan mengapa mengembangkan rencana itu sangat penting dan mendasar.
Trader Jablay itu sudah biasa latihan bersabar. Mau nembak gadis yang di taksir saja sudah sejak lama mengumpulkan kalimat-kalimat yang tepat agar analisa tidak salah dan "diterima". Betapa dia sabar dan belajar agar nantinya tidak berbuat kesalahan meski secara kebetulan. Jika ada pertemuan-pertemuan pun menjaga sikap agar ada simpati padanya?
Apakah ini skenario yang benar-benar masuk akal?
Trader jablay jatuh cinta adalah karena suatu alasan. "menembak do'i" juga karena suatu alasan, kabur dari pertemuan dengan orang tuanya juga karena suatu alasan. Bisa saja, kan namanya trader jablay .. ;kendaraannya butut, minyak wangi pun masih murahan.. kalau ketahuan bapak si do'i ...kalau pas seleranya sama kan jadi ketahuan... whuakakakakakaa. Sementara kabur dulu, gampang nanti kalau sudah jadian sm anaknya.. boleh pake bareng-bareng tuh minyak wangi.
Jika sebelum Anda memasuki perdagangan, Anda memiliki alasan yang kuat untuk membangun take profit dan membatasi tingkat kerugian, ...
Bagaimana jika kondisi tertentu market berubah...
Haiyah...! Santai saja... Kalau trader jablay santai ...: anggap saja rencanaya gagal untuk mendapatkan si doi anaknya haji Sulam. Kan masih ada yang lain, Anjasmara... mau saingan sama Patih Logender...!
Tetapi kalau saya teruskan, gak habis-habis nih...! Cukup buat hiburan sore aja menanti berbuka puasa.
Silahkan diambil pelajarannya.. !
Kepareng...
Jablay bahasa gaulnya itu "jarang dibelai" sedang trader itu ya pelaku trading. Trader Jablay berarti pelaku trading yang jarang dibelai. Kalau jarang dibelai.. lebih umum lagi dia masih single; (bisa bujangan atau gadis), sendirian... Trader kesepian... whuahahahahaa
Dalam konteks ini, maka trader jablay adalah trader yang sering galau. hix hix hix hix hix... Padahal potensi trader jablay saya terawang dengan 'bola ajaib' bagus hehehehe: Saya melihatnya banyak "Kebebasan mengatur waktu". Jika dalam bisnis trading forex ini, 'tidak banyak gangguan' dari sisi pekerjaan. Bahkan lebih bisa menentukan jam kerja sendiri, suka-suka tidak tergantung sama jam kantoran. Mau mulai lebih pagi bisa.. atau mulainya siangan karena harus nganter anak janda sebelah ke sekolah juga bisa banget. Kan Jablay....!?
Kebebasan mengatur waktu itu; bisa dipilih buat belajar, praktek maupun evaluasi trading. Trader yang sibuk tidak lebih bagus peluangnya untuk sukses dibanding yang memiliki banyak waktu longgar. Dan Trader Jablay memiliki dan menguasai waktu untuk itu...!
Jika trader jablay ini seorang bujangan dan lagi 'jatuh cinta', pelatihan berdisiplin sudah dimulai; Misal malam minggu jadwal apel, jam 7 malem sudah standbye di depan rumah pintu do'i dan jam 9 malem cabut. Jika yang menemui ternyata orang tuanya dan si doi gak muncul-muncul, disiplin banget untuk cabut dari rumah dengan alasan dibuat-buat. Tuh kan? Trader jablay itu sudah banyak latihan disiplin.. Jadi kalau diterapkan dalam trading, kecil lah.. gak ada masalah.
Trading itu butuh disiplin yag tinggi dan perlu latihan. Jika sudah latihan kayak gitu? Misal dalam trading mau OP; tentu akan mengingat 'jika masuk rumah si do'i, kalau yang bukain pintu si doi, ngeloyor masuk.... Jika orang tuanya yang bukain pintu, kabur ...! Nah, jika mau transaksi ternyata kita takut dan ragu-ragu.... ya jangan masuk, tutup laptop dulu. Ini bagian dari rencana trading. Trader jablay harus benar-benar memiliki kesabaran dan disiplin untuk mengikutinya. Meskipun hal ini bisa sulit, perlu jika Anda berharap untuk menjadi sukses, dan inilah alasan mengapa mengembangkan rencana itu sangat penting dan mendasar.
Trader Jablay itu sudah biasa latihan bersabar. Mau nembak gadis yang di taksir saja sudah sejak lama mengumpulkan kalimat-kalimat yang tepat agar analisa tidak salah dan "diterima". Betapa dia sabar dan belajar agar nantinya tidak berbuat kesalahan meski secara kebetulan. Jika ada pertemuan-pertemuan pun menjaga sikap agar ada simpati padanya?
Apakah ini skenario yang benar-benar masuk akal?
Trader jablay jatuh cinta adalah karena suatu alasan. "menembak do'i" juga karena suatu alasan, kabur dari pertemuan dengan orang tuanya juga karena suatu alasan. Bisa saja, kan namanya trader jablay .. ;kendaraannya butut, minyak wangi pun masih murahan.. kalau ketahuan bapak si do'i ...kalau pas seleranya sama kan jadi ketahuan... whuakakakakakaa. Sementara kabur dulu, gampang nanti kalau sudah jadian sm anaknya.. boleh pake bareng-bareng tuh minyak wangi.
Jika sebelum Anda memasuki perdagangan, Anda memiliki alasan yang kuat untuk membangun take profit dan membatasi tingkat kerugian, ...
Bagaimana jika kondisi tertentu market berubah...
Haiyah...! Santai saja... Kalau trader jablay santai ...: anggap saja rencanaya gagal untuk mendapatkan si doi anaknya haji Sulam. Kan masih ada yang lain, Anjasmara... mau saingan sama Patih Logender...!
Tetapi kalau saya teruskan, gak habis-habis nih...! Cukup buat hiburan sore aja menanti berbuka puasa.
Silahkan diambil pelajarannya.. !
Kepareng...
Sunday, July 14, 2013
TIPS TRADING FOREX UNTUK TRADER PEMULA
Terima kasih telah mampir ke Warung trader: Warung trader. Banyak menu untuk dipilih dan bisa Anda nikmati; free...!
Kali ini saya mau bicara tips trading forex untuk trader, khususnya buat trader pemula. Para senior sudah tidak membutuhkan lagi, "sudah tidak ada yang perlu dibahas". Tetapi bagi pemula, pengulangan nasihat itu penting. Maka nasihat harus diulang dan membaca kembali nasihat adalah pekerjaan yang baik.
Jika Anda para trader forex pemula sudah mendapatkan profit konsisten, itu sudah bagus dan mendengarkan nasihat adalah tindakan yang bijaksana agar tidak terpeleset hal-hal yang sepele. Sudah dipahami bahwa forex itu naik turun, tetapi bagaimana trading kita meski naik turun tetapi masih dalam koridor menuju peningkatan dan membuat grafik yang naik adalah pekerjaan luar biasa.
Ingat: "Pengulangan adalah ibu dari studi"
Jadi, tidak ada salahnya Anda membaca berulang-ulang materi atau artikel yang Anda rasa harus dijadikan sebagai perilaku atau akhlak trading. Demi kepentingan meningkatkan kualitas keuntungan Anda juga... Siapa yang butuh, just do it..! Tidak butuh, lewati...!
Mari kita lihat yang paling penting dan dasar teknik trading bagi trader forex pemula.
1. Saran saya adalah untuk mengambil dari 1 sampai 2% risk dari modal yang diinvestasikan per perdagangan, niatkan dulu untuk mengasah keterampilan... Belajar butuh waktu lama, kalau tidak ingin tergilas kehancuran. Jika Anda mengambil lebih dari satu perdagangan untuk satu pasangan mata uang, risiko bisa lebih kecil. Tidak peduli seberapa efisien dan sempurna sistem trading Anda, mengurangi risiko sesedikit mungkin sangat penting untuk bisa trading terus menerus.Pola pikir 'asal tidak MC' dikedepankan... Hal ini sangat penting, terutama ketika Anda seorang trader harian atau daily trader yang membuat 4-10 perdagangan per hari.
2. Selanjutnya selalu masuk perdagangan sesuai dengan rencana Anda. Jangan pernah memasuki pasar hanya karena Anda ingin, tanpa memperhatikan perhitungan matematika (risk reward) dan indikator yang dipilih untuk pengambilan sinyal.
3. Mengurangi kerugian dan memperbanyak keuntungan. Jika Anda sudah sesuai planning trading Anda, yang dibutuhkan adalah kesabaran, mengendalikan emosi dan jauhi euforia.
Dalam trading forex godaan datang akan silih berganti. Misalnya terburu-buru untuk masuk perdagangan (transaksi), ingin hasil banyak setiap transaksinya. Akibatnya jika market bergerak tidak sesuai keinginan; bingung sendiri, stress, dan selalu ragu-ragu untuk melakukan sesuatu. AKhirnya trading menjadi kacau dan akan keluar dari rencana. Pilihan terbaik di sini adalah selalu merencanakan di mana Anda akan masuk dan keluar dari perdagangan.
Jika pasar mengambil uang Anda karena loss- buatlah porsi sekecil mungkin. Bahkan jika stop loss tersentuh dan harga kembali - Anda tidak bisa memprediksi segala sesuatu koq, jadi lupakan saja, tidak perlu disesali dan mencari kesempatan lain, juga masih banyak. Tujuan akhirnya adalah akumulasi keuntungan (profit) lebih banyak daripada kerugian dalam sejumlah perdagangan.
4. Selalu mengikuti perkembangan berita ekonomi dunia yang berkenaan dengan forex. Strategi perdagangan teknis harus benar-benar diterapkan. Biasanya trader pemula selalu dikacaukan tradingnya oleh efek fundamental. Maka trader pemula harus hati-hati... Banyak materi tentang masalah tersebut di Warung trader ini, silahkan baca-baca kembali biar saya tidak perlu mengulangnya.
5. Membalas dendam terhadap pasar adalah kesalahan umum yang sering dibuat trader pemula bahkan kebanyakan trader forex..Trader yang pernah terjebak dalam sifat serakah ketika mereka profit biasanya akan mengalami loss dalam trading-trading mereka yang berikutnya. Apabila sadar maka biasanya akan berlanjut ke masalah psikologis trading yang bernama balas dendam. Ini perilaku yang tidak sehat. Setiap trader sudah banyak memiliki pengalaman pahit berkenaan dengan balas dendam ini. Jika sifat ini menggoda Anda, baiknya; Satu-satunya keputusan yang bijaksana adalah Anda harus menghentikan perdagangan dan tinggalkan komputer. Anda mungkin harus mendinginkan kepala dan diam-diam menganalisis kesalahan Anda pada hari berikutnya. Setelah beberapa hari, pikiran Anda akan menjadi fresh lagi dari setiap pemikiran balas dendam dan kemudian Anda bisa memulai trading lagi.
Semoga ini bisa menjadi nasihat yang baik buat kita semua...Saatnya kita memiliki karakter trading forex yang berkualitas...
Kabar baiknya adalah Anda BISA..!
Demikian tips trading untuk Trader Forex Pemula semoga bermanfaat... aamiin
Kali ini saya mau bicara tips trading forex untuk trader, khususnya buat trader pemula. Para senior sudah tidak membutuhkan lagi, "sudah tidak ada yang perlu dibahas". Tetapi bagi pemula, pengulangan nasihat itu penting. Maka nasihat harus diulang dan membaca kembali nasihat adalah pekerjaan yang baik.
Jika Anda para trader forex pemula sudah mendapatkan profit konsisten, itu sudah bagus dan mendengarkan nasihat adalah tindakan yang bijaksana agar tidak terpeleset hal-hal yang sepele. Sudah dipahami bahwa forex itu naik turun, tetapi bagaimana trading kita meski naik turun tetapi masih dalam koridor menuju peningkatan dan membuat grafik yang naik adalah pekerjaan luar biasa.
Ingat: "Pengulangan adalah ibu dari studi"
Jadi, tidak ada salahnya Anda membaca berulang-ulang materi atau artikel yang Anda rasa harus dijadikan sebagai perilaku atau akhlak trading. Demi kepentingan meningkatkan kualitas keuntungan Anda juga... Siapa yang butuh, just do it..! Tidak butuh, lewati...!
Mari kita lihat yang paling penting dan dasar teknik trading bagi trader forex pemula.
1. Saran saya adalah untuk mengambil dari 1 sampai 2% risk dari modal yang diinvestasikan per perdagangan, niatkan dulu untuk mengasah keterampilan... Belajar butuh waktu lama, kalau tidak ingin tergilas kehancuran. Jika Anda mengambil lebih dari satu perdagangan untuk satu pasangan mata uang, risiko bisa lebih kecil. Tidak peduli seberapa efisien dan sempurna sistem trading Anda, mengurangi risiko sesedikit mungkin sangat penting untuk bisa trading terus menerus.Pola pikir 'asal tidak MC' dikedepankan... Hal ini sangat penting, terutama ketika Anda seorang trader harian atau daily trader yang membuat 4-10 perdagangan per hari.
2. Selanjutnya selalu masuk perdagangan sesuai dengan rencana Anda. Jangan pernah memasuki pasar hanya karena Anda ingin, tanpa memperhatikan perhitungan matematika (risk reward) dan indikator yang dipilih untuk pengambilan sinyal.
3. Mengurangi kerugian dan memperbanyak keuntungan. Jika Anda sudah sesuai planning trading Anda, yang dibutuhkan adalah kesabaran, mengendalikan emosi dan jauhi euforia.
Dalam trading forex godaan datang akan silih berganti. Misalnya terburu-buru untuk masuk perdagangan (transaksi), ingin hasil banyak setiap transaksinya. Akibatnya jika market bergerak tidak sesuai keinginan; bingung sendiri, stress, dan selalu ragu-ragu untuk melakukan sesuatu. AKhirnya trading menjadi kacau dan akan keluar dari rencana. Pilihan terbaik di sini adalah selalu merencanakan di mana Anda akan masuk dan keluar dari perdagangan.
Jika pasar mengambil uang Anda karena loss- buatlah porsi sekecil mungkin. Bahkan jika stop loss tersentuh dan harga kembali - Anda tidak bisa memprediksi segala sesuatu koq, jadi lupakan saja, tidak perlu disesali dan mencari kesempatan lain, juga masih banyak. Tujuan akhirnya adalah akumulasi keuntungan (profit) lebih banyak daripada kerugian dalam sejumlah perdagangan.
4. Selalu mengikuti perkembangan berita ekonomi dunia yang berkenaan dengan forex. Strategi perdagangan teknis harus benar-benar diterapkan. Biasanya trader pemula selalu dikacaukan tradingnya oleh efek fundamental. Maka trader pemula harus hati-hati... Banyak materi tentang masalah tersebut di Warung trader ini, silahkan baca-baca kembali biar saya tidak perlu mengulangnya.
5. Membalas dendam terhadap pasar adalah kesalahan umum yang sering dibuat trader pemula bahkan kebanyakan trader forex..Trader yang pernah terjebak dalam sifat serakah ketika mereka profit biasanya akan mengalami loss dalam trading-trading mereka yang berikutnya. Apabila sadar maka biasanya akan berlanjut ke masalah psikologis trading yang bernama balas dendam. Ini perilaku yang tidak sehat. Setiap trader sudah banyak memiliki pengalaman pahit berkenaan dengan balas dendam ini. Jika sifat ini menggoda Anda, baiknya; Satu-satunya keputusan yang bijaksana adalah Anda harus menghentikan perdagangan dan tinggalkan komputer. Anda mungkin harus mendinginkan kepala dan diam-diam menganalisis kesalahan Anda pada hari berikutnya. Setelah beberapa hari, pikiran Anda akan menjadi fresh lagi dari setiap pemikiran balas dendam dan kemudian Anda bisa memulai trading lagi.
Semoga ini bisa menjadi nasihat yang baik buat kita semua...Saatnya kita memiliki karakter trading forex yang berkualitas...
Kabar baiknya adalah Anda BISA..!
Demikian tips trading untuk Trader Forex Pemula semoga bermanfaat... aamiin
Saturday, July 13, 2013
KIAT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN
Saya mau menulis yang enteng-enteng saja; tentang kiat mengembangkan kemampuan. Disadari atau tidak seseorang itu sesungguhnya memiliki kemampuan tersembunyi yakni kemampuan dibidang tertentu. Tetapi kadang tidak tahu malah bingung sendiri "aku tidak memiliki kemampuan lebih.." Itu yang selalu dikatakan pada diri sendiri... Benarkah demikian?
Saya memiliki pengalaman yang sangat penting dalam hidupku. Beberapa pengalaman mungkin perlu ada yang harus saya tulis. Pengalaman yang akan saya tulis ini terjadi pada tahun 1996. Saat itu saya seorang aktivis kampus yang akan menyelenggarakan kegiatan MSQ (Musyabaqoh Syarhil Qur'an) tingkat nasional di Solo. Sebagai panitia, kami berusaha maksimal dalam upaya mensukseskan kegiatan tersebut. Sayangnya, sampai hari-hari mendekati waktu kegiatan, dana yang dibutuhkan tidak terkumpul sesuai target. Bahkan, rencana juara 1 yakni umroh sesuai yang dijanjikan panitia, terancam batal. Pembagian hadiah untuk peserta juga harus pas-pasan. Rapat panitia diadakan bahkan melibatkan dosen; beberapa panitia berpendapat,"kegiatan harus digagalkan". Saya mengatakan dalam rapat itu, "Kegiatan harus berlanjut..! Kita mampu melakukannya.. Kekurangan itu wajar disetiap usaha apapun, tetapi jangan menghalangi kemampuan kita untuk melakukannya..!"
Singkat cerita, kegiatan MSQ itu pun terlaksana...
Sehari menjelang acara digelar itu, peserta dari seluruh Indonesia yang bisa mengikuti hanya 20 orang mahasiswa. Mereka saya kumpulkan, bahkan saya tempatkan di kontrakan saya. Saya ajak makan-makan.. dan sedikit saya iringi musik slow... dan saya mulai menyampaikan 'kejujuran' ceramah dihadapan mereka. "......Kami ternyata tidak bisa menyenangkan semua orang, padahal kami sudah berusaha maksimal untuk itu... Kami tidak bisa memenuhi janji kepada semua orang, padahal kami sudah berusaha optimal untuk itu. Sampai kami menyadari, bahwa yang menentukan 'hasil akhir' itu ada kekuatan lain diluar kekuatan manusia, dan diluar kekuatan apapun di dunia ini. Hanya kekuatan Tuhan Yang Maha Mengabulkan...! Demikian juga rencana kami panitia; keinginan sukses terhadap penyelenggaraan lomba ini untuk memuaskan semua pihak dan janji-janji kami terhadap peserta lomba MSQ, semuanya sudah kami lakukan sebaik-baiknya. Kami sudah bekerja keras.... Namun Sang Pemilik Kekuatan Lain Yang Maha Dahsyat ternyata belum mengabulkannya... Kami menginginkan keadilan dan pengertian semua pihak atas semua takdir yang sedang berjalan ini... Jadi terpaksa kami sampaikan disini; hadiah untuk peserta lomba yang akan kawan-kawan terima, tidak bisa sesuai janji kami di proposal... Jika ada yang tidak rela atas keputusan dan takdir Tuhan, kami rela dituntut...!" kata saya menjelaskan, yang saat itu masih muda dan gondrong..!
Yah... kalimat-kalimat saya meluncur dari mulut begitu saja... bla-bla-bla.....(Saat itu kata-kata saya full semangat -berusaha meyakinkan-, maklum karena saya masih muda hahahaha...-kalau saya ingat kejadian itu juga merasa lucu hahahaha) mencoba mempengaruhi mereka untuk membangkitkan kefahaman dan kesadaran tentang yang terjadi dan seharusnya terjadi ...! Satu kunci yang saya pegang, "Mereka mungkin berani melawan saya... tapi mungkin mereka tidak berani melawan kekuasaan Tuhan. Apalagi mereka adalah orang-orang yang faham betul tentang ajaran-ajaran Islam.... Tetapi apapun keputusan peserta, kami harus siap kemungkinan yang akan terjadi."
Kemudian antar peserta berembuk dan memutuskan; mereka memafkan panitia, menghargai apa yang telah diusahakan panitia, menghargai usaha keras panitia, dan menghargai kejujuran panitia... Akhirnya, loloslah kami (panitia) dari masalah tidak bisa memenuhi janji umroh bagi juara pertama... Mereka (peserta) memahami keadaan yang tejadi. Mereka dengan ikhlas menerima berapapun hadiah yang mereka terima dari panitia... Alhamdulillah, kami pun bebas dari masalah tuntutan. Meski tidak ada hadiah umroh untuk pemenang pertama.
Pembaca yang budiman,
Kisah itu kisah nyata...terjadi tahun 1996. Apa yang bisa diambil dari kisah pertama itu? Mari kita lanjutkan....
Apa alasan keberanian saya memutuskan untuk mengumpulkan peserta dan menyampaikan sebuah kejujuran?
Inilah yang penting pembaca...
Saya ini memiliki kemampuan yang saya sadari sebagai "pede" percaya diri... Kurang ajar memang, tapi sah-sah saja kan? Karena saya pikir, saya ini harus memiliki kemampuan, talenta, keterampilan, pengetahuan, kapasitas dan semua ke-pede-an saya yang memungkinkan mampu memberi performa yang sangat baik. Meski saya juga tidak tahu... saya memiliki kemampuan apa dan seperti apa... Saya hanya memiliki keyakinan dan modal keyakinan bahwa saya bisa melakukannya dan tidak peduli dengan hasil akhirnya. Saya pikir, "hasil akhir" itu bukan urusan saya, tetapi urusan Tuhan. Saya hanya diberi hak menonton dan menerima hasil akhir. Saya hanya mempertanggungjawabkan apa yang telah saya kerjakan bukan hasil akhirnya.. whuahahahahaaa.....! Sayangnya hukum di Indonesia gak gitu peraturannya yah... hahahahahahaa...! Kalau orang sudah berhati-hati berkendara di jalan raya, bahkan pelan di jalan posisi benar, eh nabrak orang yang menyeberang sembarangan... yang dihukum malah yang nabrak. Hehehehee.. intermezo saja..!
Kembali kepada kisah diatas, "apa kemampuan saya saat itu ?" Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu, bahkan sehari semalam gak bisa tidur... Dalam pikiran saya hanya berfikir, "Bagaimana cara saya mempengaruhi mereka agar menyadari, memaklumi dan menghargai apa yang telah kami kerjakan." Kemudian menemukanlah ide; mengumpulkan mereka dan berkata jujur atas apa yang sedang terjadi. Dan keyakinan saya saat itu (mungkin karena aku ini juga orang yang pede..), "Saya akan mampu dan berhasil mempengaruhi mereka dengan yang akan saya lakukan..!"
Pembaca yang budiman....
"Orang-orang yang mempunyai kemampuan itu menginspirasi kita" kata sebuah tulisan sakral Hindu yang pernah saya baca. Kemudian berkembang di dalam diri saya, bahwa "jika saya memiliki kemampuan maka itu akan menginspirasi mereka...!"
Nah, apa yang telah saya lakukan pada moment bertemu peserta lomba MSQ seperti yang saya kisahkan itu adalah mengeluarkan potensi kemampuan saya mempengaruhi mereka dan menciptakan "magnet" agar mereka terinspirasi. Dan inspirasi itu akan mengkristal "positif" yang membuat segala sesuatu..... everything its OK...!
Seperti yang dengan jelas ditunjukkan oleh pengalaman ini, kemampuan sangatlah penting untuk menciptakan kredibilitas -baik secara pribadi maupun organisasi-. Kemampuan-kemampuan kita menginspirasi kepercayaan orang lain, terutama ketika kemampuan-kemampuan tersebut memang secara specifik dibutuhkan untuk tugas di depan mata. Kemampuan-kemampuan kita juga memberi kita keyakinan diri bahwa kita sanggup melakukan apa yang perlu harus dilakukan.
Akhirnya ijinkan jika saya bertanya kepada Anda:
Semoga kisah ini menginspirasi Anda...! Sampai ketemu di kisah selanjutnya...
Saya Trader
Saya memiliki pengalaman yang sangat penting dalam hidupku. Beberapa pengalaman mungkin perlu ada yang harus saya tulis. Pengalaman yang akan saya tulis ini terjadi pada tahun 1996. Saat itu saya seorang aktivis kampus yang akan menyelenggarakan kegiatan MSQ (Musyabaqoh Syarhil Qur'an) tingkat nasional di Solo. Sebagai panitia, kami berusaha maksimal dalam upaya mensukseskan kegiatan tersebut. Sayangnya, sampai hari-hari mendekati waktu kegiatan, dana yang dibutuhkan tidak terkumpul sesuai target. Bahkan, rencana juara 1 yakni umroh sesuai yang dijanjikan panitia, terancam batal. Pembagian hadiah untuk peserta juga harus pas-pasan. Rapat panitia diadakan bahkan melibatkan dosen; beberapa panitia berpendapat,"kegiatan harus digagalkan". Saya mengatakan dalam rapat itu, "Kegiatan harus berlanjut..! Kita mampu melakukannya.. Kekurangan itu wajar disetiap usaha apapun, tetapi jangan menghalangi kemampuan kita untuk melakukannya..!"
Singkat cerita, kegiatan MSQ itu pun terlaksana...
Sehari menjelang acara digelar itu, peserta dari seluruh Indonesia yang bisa mengikuti hanya 20 orang mahasiswa. Mereka saya kumpulkan, bahkan saya tempatkan di kontrakan saya. Saya ajak makan-makan.. dan sedikit saya iringi musik slow... dan saya mulai menyampaikan 'kejujuran' ceramah dihadapan mereka. "......Kami ternyata tidak bisa menyenangkan semua orang, padahal kami sudah berusaha maksimal untuk itu... Kami tidak bisa memenuhi janji kepada semua orang, padahal kami sudah berusaha optimal untuk itu. Sampai kami menyadari, bahwa yang menentukan 'hasil akhir' itu ada kekuatan lain diluar kekuatan manusia, dan diluar kekuatan apapun di dunia ini. Hanya kekuatan Tuhan Yang Maha Mengabulkan...! Demikian juga rencana kami panitia; keinginan sukses terhadap penyelenggaraan lomba ini untuk memuaskan semua pihak dan janji-janji kami terhadap peserta lomba MSQ, semuanya sudah kami lakukan sebaik-baiknya. Kami sudah bekerja keras.... Namun Sang Pemilik Kekuatan Lain Yang Maha Dahsyat ternyata belum mengabulkannya... Kami menginginkan keadilan dan pengertian semua pihak atas semua takdir yang sedang berjalan ini... Jadi terpaksa kami sampaikan disini; hadiah untuk peserta lomba yang akan kawan-kawan terima, tidak bisa sesuai janji kami di proposal... Jika ada yang tidak rela atas keputusan dan takdir Tuhan, kami rela dituntut...!" kata saya menjelaskan, yang saat itu masih muda dan gondrong..!
Yah... kalimat-kalimat saya meluncur dari mulut begitu saja... bla-bla-bla.....(Saat itu kata-kata saya full semangat -berusaha meyakinkan-, maklum karena saya masih muda hahahaha...-kalau saya ingat kejadian itu juga merasa lucu hahahaha) mencoba mempengaruhi mereka untuk membangkitkan kefahaman dan kesadaran tentang yang terjadi dan seharusnya terjadi ...! Satu kunci yang saya pegang, "Mereka mungkin berani melawan saya... tapi mungkin mereka tidak berani melawan kekuasaan Tuhan. Apalagi mereka adalah orang-orang yang faham betul tentang ajaran-ajaran Islam.... Tetapi apapun keputusan peserta, kami harus siap kemungkinan yang akan terjadi."
Kemudian antar peserta berembuk dan memutuskan; mereka memafkan panitia, menghargai apa yang telah diusahakan panitia, menghargai usaha keras panitia, dan menghargai kejujuran panitia... Akhirnya, loloslah kami (panitia) dari masalah tidak bisa memenuhi janji umroh bagi juara pertama... Mereka (peserta) memahami keadaan yang tejadi. Mereka dengan ikhlas menerima berapapun hadiah yang mereka terima dari panitia... Alhamdulillah, kami pun bebas dari masalah tuntutan. Meski tidak ada hadiah umroh untuk pemenang pertama.
Pembaca yang budiman,
Kisah itu kisah nyata...terjadi tahun 1996. Apa yang bisa diambil dari kisah pertama itu? Mari kita lanjutkan....
Apa alasan keberanian saya memutuskan untuk mengumpulkan peserta dan menyampaikan sebuah kejujuran?
Inilah yang penting pembaca...
Saya ini memiliki kemampuan yang saya sadari sebagai "pede" percaya diri... Kurang ajar memang, tapi sah-sah saja kan? Karena saya pikir, saya ini harus memiliki kemampuan, talenta, keterampilan, pengetahuan, kapasitas dan semua ke-pede-an saya yang memungkinkan mampu memberi performa yang sangat baik. Meski saya juga tidak tahu... saya memiliki kemampuan apa dan seperti apa... Saya hanya memiliki keyakinan dan modal keyakinan bahwa saya bisa melakukannya dan tidak peduli dengan hasil akhirnya. Saya pikir, "hasil akhir" itu bukan urusan saya, tetapi urusan Tuhan. Saya hanya diberi hak menonton dan menerima hasil akhir. Saya hanya mempertanggungjawabkan apa yang telah saya kerjakan bukan hasil akhirnya.. whuahahahahaaa.....! Sayangnya hukum di Indonesia gak gitu peraturannya yah... hahahahahahaa...! Kalau orang sudah berhati-hati berkendara di jalan raya, bahkan pelan di jalan posisi benar, eh nabrak orang yang menyeberang sembarangan... yang dihukum malah yang nabrak. Hehehehee.. intermezo saja..!
Kembali kepada kisah diatas, "apa kemampuan saya saat itu ?" Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu, bahkan sehari semalam gak bisa tidur... Dalam pikiran saya hanya berfikir, "Bagaimana cara saya mempengaruhi mereka agar menyadari, memaklumi dan menghargai apa yang telah kami kerjakan." Kemudian menemukanlah ide; mengumpulkan mereka dan berkata jujur atas apa yang sedang terjadi. Dan keyakinan saya saat itu (mungkin karena aku ini juga orang yang pede..), "Saya akan mampu dan berhasil mempengaruhi mereka dengan yang akan saya lakukan..!"
Pembaca yang budiman....
"Orang-orang yang mempunyai kemampuan itu menginspirasi kita" kata sebuah tulisan sakral Hindu yang pernah saya baca. Kemudian berkembang di dalam diri saya, bahwa "jika saya memiliki kemampuan maka itu akan menginspirasi mereka...!"
Nah, apa yang telah saya lakukan pada moment bertemu peserta lomba MSQ seperti yang saya kisahkan itu adalah mengeluarkan potensi kemampuan saya mempengaruhi mereka dan menciptakan "magnet" agar mereka terinspirasi. Dan inspirasi itu akan mengkristal "positif" yang membuat segala sesuatu..... everything its OK...!
Seperti yang dengan jelas ditunjukkan oleh pengalaman ini, kemampuan sangatlah penting untuk menciptakan kredibilitas -baik secara pribadi maupun organisasi-. Kemampuan-kemampuan kita menginspirasi kepercayaan orang lain, terutama ketika kemampuan-kemampuan tersebut memang secara specifik dibutuhkan untuk tugas di depan mata. Kemampuan-kemampuan kita juga memberi kita keyakinan diri bahwa kita sanggup melakukan apa yang perlu harus dilakukan.
Akhirnya ijinkan jika saya bertanya kepada Anda:
- Kemampuan apa saja yang Anda miliki, yang menjadikan Anda layak menginspirasi orang lain dan keyakinan rang lain?
- Pengalaman apa yang pernah atau belum pernah Anda alami dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan, yang mempengaruhi keyakinan diri Anda sendiri?
- Bagaimana sikap dan pendekatan Anda dalam memperbaiki kemampuan-kemampuan Anda yang sekarang dan mengembangkan kemampuan-kemampuan yang baru?
Semoga kisah ini menginspirasi Anda...! Sampai ketemu di kisah selanjutnya...
Saya Trader
TAHAPAN TRADER FOREX UNTUK SUKSES
Apa kamu kira sukses di trading itu gampang? Oh No! Siapa mau sukses di forex harus meniti tahapan-tahapan trader sukses berikut ini:
Pertama: Di kandani masih sok ngeyelan...
Kedua: Menyadari setelah masuk lubang..!
Ketiga: Beberapa waktu kemudian lupa lagi, makanya harus masuk lubang yang sama.
Keempat: Ganti guru, karena malu bertemu dengan penasihat pertama (guru) yg "tidak terpake" nasihatnya.
Kelima: Guru baru memberi konsep baru, dia belajar dari nol lagi.
Keenam: Masuk lubang lagi, karena terpengaruh suksesnya orang lain dan terpengaruh dengan rejeki orang lain. Akhirnya mindset berubah. Gurunya pun mulai dicuekin; ganti guru lagi.
Ketujuh: Idealisme seorang trader muncul... berusaha menciptakan inovsi-inovasi trading...! Tetapi untuk observasi di akun demo kurang greget (akhirnya ke akun real) dan harus masuk lubang yang lain lagi.
Kedelapan: Penasaran semakin tinggi.. makanya tidak pernah berhenti; jatuh bangun sebagai trader.
Kesembilan: Mulai mengenal karakteristik dan style tradingnya sendiri. Trading sudah mulai bagus... Sayang, sudah tidak ada modal lagi...!
Kesepuluh:Nyari modal gretongan. Dikumpulin dikit-dikit ketika mau di WD ...MC dulu. Ternyata dalam perjalanan, praktek tidak semudah teori... Asem lah!
Kesebelas: Belajar lagi otodidak... Merasa siap..
Keduabelas: Ngakak sendiri karena sudah berani berpendapat, " Asem, ternyata forex cuma kayak gitu..! Mengapa baru sadar setelah tidak punya duit?"
Ketigabelas: Apes, sukses dirasa masih jauh. Mikir duit yang telah hilang dulu...
Keempatbelas: Menanti tahapan sukses...
Kelimabelas: Sukses mentertawai diri sendiri... whuahahhahahaha
Ampuuuun guruuuuuuuuuuuuuuu..! Kabooooooorrrrr.....!!!!
*Tulisan ini mengandung unsur canda. Jangan marah ya? hehehehe.
Pertama: Di kandani masih sok ngeyelan...
Kedua: Menyadari setelah masuk lubang..!
Ketiga: Beberapa waktu kemudian lupa lagi, makanya harus masuk lubang yang sama.
Keempat: Ganti guru, karena malu bertemu dengan penasihat pertama (guru) yg "tidak terpake" nasihatnya.
Kelima: Guru baru memberi konsep baru, dia belajar dari nol lagi.
Keenam: Masuk lubang lagi, karena terpengaruh suksesnya orang lain dan terpengaruh dengan rejeki orang lain. Akhirnya mindset berubah. Gurunya pun mulai dicuekin; ganti guru lagi.
Ketujuh: Idealisme seorang trader muncul... berusaha menciptakan inovsi-inovasi trading...! Tetapi untuk observasi di akun demo kurang greget (akhirnya ke akun real) dan harus masuk lubang yang lain lagi.
Kedelapan: Penasaran semakin tinggi.. makanya tidak pernah berhenti; jatuh bangun sebagai trader.
Kesembilan: Mulai mengenal karakteristik dan style tradingnya sendiri. Trading sudah mulai bagus... Sayang, sudah tidak ada modal lagi...!
Kesepuluh:Nyari modal gretongan. Dikumpulin dikit-dikit ketika mau di WD ...MC dulu. Ternyata dalam perjalanan, praktek tidak semudah teori... Asem lah!
Kesebelas: Belajar lagi otodidak... Merasa siap..
Keduabelas: Ngakak sendiri karena sudah berani berpendapat, " Asem, ternyata forex cuma kayak gitu..! Mengapa baru sadar setelah tidak punya duit?"
Ketigabelas: Apes, sukses dirasa masih jauh. Mikir duit yang telah hilang dulu...
Keempatbelas: Menanti tahapan sukses...
Kelimabelas: Sukses mentertawai diri sendiri... whuahahhahahaha
Ampuuuun guruuuuuuuuuuuuuuu..! Kabooooooorrrrr.....!!!!
*Tulisan ini mengandung unsur canda. Jangan marah ya? hehehehe.
Subscribe to:
Posts (Atom)
:.







