Saturday, July 13, 2013

KIAT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN

Saya mau menulis yang enteng-enteng saja; tentang kiat mengembangkan kemampuan. Disadari atau tidak seseorang itu sesungguhnya memiliki kemampuan tersembunyi  yakni kemampuan dibidang tertentu. Tetapi kadang tidak tahu malah bingung sendiri "aku tidak memiliki kemampuan lebih.." Itu yang selalu dikatakan pada diri sendiri... Benarkah demikian?

Saya memiliki pengalaman yang sangat penting dalam  hidupku. Beberapa pengalaman mungkin perlu ada yang harus saya tulis. Pengalaman yang akan saya tulis ini terjadi  pada tahun 1996. Saat itu saya seorang aktivis kampus yang akan menyelenggarakan kegiatan MSQ (Musyabaqoh Syarhil Qur'an) tingkat nasional di Solo. Sebagai panitia, kami berusaha maksimal dalam upaya mensukseskan kegiatan tersebut. Sayangnya, sampai hari-hari mendekati waktu kegiatan, dana yang dibutuhkan tidak terkumpul sesuai target. Bahkan, rencana juara 1 yakni umroh sesuai yang dijanjikan panitia, terancam batal. Pembagian hadiah untuk peserta juga harus pas-pasan. Rapat panitia diadakan bahkan melibatkan dosen; beberapa panitia berpendapat,"kegiatan harus digagalkan". Saya mengatakan dalam rapat itu, "Kegiatan harus berlanjut..! Kita mampu melakukannya.. Kekurangan itu wajar disetiap usaha apapun, tetapi jangan menghalangi kemampuan kita untuk melakukannya..!"

Singkat cerita, kegiatan MSQ itu pun terlaksana...

Sehari menjelang acara digelar itu, peserta dari seluruh Indonesia yang bisa mengikuti hanya 20 orang mahasiswa. Mereka saya kumpulkan, bahkan saya tempatkan di kontrakan saya. Saya ajak makan-makan.. dan sedikit saya iringi musik slow... dan saya mulai menyampaikan 'kejujuran' ceramah dihadapan mereka. "......Kami ternyata tidak bisa menyenangkan semua orang, padahal kami sudah berusaha maksimal untuk itu... Kami tidak bisa memenuhi janji kepada semua orang, padahal kami sudah berusaha optimal untuk itu. Sampai kami menyadari, bahwa yang menentukan 'hasil akhir' itu ada kekuatan lain diluar kekuatan manusia, dan diluar kekuatan apapun di dunia ini. Hanya kekuatan Tuhan Yang Maha Mengabulkan...! Demikian juga rencana kami panitia; keinginan  sukses terhadap penyelenggaraan lomba ini untuk memuaskan semua pihak  dan janji-janji kami terhadap peserta lomba MSQ, semuanya sudah kami lakukan sebaik-baiknya. Kami sudah bekerja keras.... Namun Sang Pemilik Kekuatan Lain Yang Maha Dahsyat ternyata belum mengabulkannya... Kami menginginkan keadilan dan pengertian semua pihak atas semua takdir yang sedang berjalan ini... Jadi terpaksa  kami sampaikan disini; hadiah untuk peserta lomba yang akan kawan-kawan terima, tidak bisa sesuai janji kami di proposal... Jika ada yang tidak rela atas keputusan dan takdir Tuhan, kami rela dituntut...!" kata saya menjelaskan, yang saat itu masih muda dan gondrong..!

Yah... kalimat-kalimat saya meluncur dari mulut begitu saja... bla-bla-bla.....(Saat itu kata-kata saya full semangat -berusaha meyakinkan-, maklum karena saya masih muda hahahaha...-kalau saya ingat kejadian itu juga merasa lucu hahahaha) mencoba  mempengaruhi mereka untuk membangkitkan kefahaman dan kesadaran tentang yang terjadi dan seharusnya terjadi ...! Satu kunci yang saya pegang, "Mereka mungkin berani melawan saya... tapi mungkin mereka tidak  berani melawan kekuasaan Tuhan. Apalagi mereka adalah orang-orang yang faham betul tentang ajaran-ajaran Islam.... Tetapi apapun keputusan peserta, kami harus siap kemungkinan yang akan terjadi."

Kemudian antar  peserta berembuk dan memutuskan;  mereka memafkan panitia, menghargai apa yang telah diusahakan panitia, menghargai usaha keras panitia, dan  menghargai kejujuran panitia... Akhirnya, loloslah kami (panitia) dari masalah tidak bisa memenuhi janji umroh bagi juara pertama... Mereka (peserta) memahami keadaan yang tejadi. Mereka dengan ikhlas menerima berapapun hadiah yang mereka terima dari panitia... Alhamdulillah, kami pun bebas dari masalah tuntutan. Meski tidak ada hadiah umroh untuk pemenang pertama.

Pembaca yang budiman,
Kisah itu kisah nyata...terjadi tahun 1996. Apa yang bisa diambil dari kisah pertama itu? Mari kita lanjutkan....

Apa alasan keberanian saya memutuskan untuk mengumpulkan peserta dan menyampaikan sebuah kejujuran?

Inilah yang penting pembaca...
Saya ini memiliki  kemampuan yang saya sadari sebagai "pede" percaya diri... Kurang ajar memang, tapi sah-sah saja kan? Karena saya pikir, saya ini harus memiliki kemampuan, talenta, keterampilan, pengetahuan, kapasitas dan semua ke-pede-an saya yang memungkinkan mampu memberi performa yang sangat baik. Meski saya juga tidak tahu... saya memiliki kemampuan apa dan seperti apa... Saya hanya memiliki keyakinan dan modal keyakinan bahwa saya bisa melakukannya dan tidak peduli dengan hasil akhirnya. Saya pikir, "hasil akhir" itu  bukan urusan saya, tetapi urusan Tuhan. Saya hanya diberi hak menonton dan menerima hasil akhir. Saya hanya  mempertanggungjawabkan apa yang telah saya kerjakan bukan hasil akhirnya.. whuahahahahaaa.....! Sayangnya hukum di Indonesia gak gitu peraturannya yah... hahahahahahaa...! Kalau orang sudah berhati-hati berkendara di jalan raya, bahkan pelan di jalan posisi benar, eh nabrak orang yang menyeberang sembarangan... yang dihukum malah yang nabrak. Hehehehee.. intermezo saja..!

Kembali kepada kisah diatas, "apa kemampuan saya saat itu ?" Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu, bahkan sehari semalam gak bisa tidur... Dalam pikiran saya hanya berfikir, "Bagaimana cara saya  mempengaruhi  mereka agar menyadari, memaklumi dan menghargai apa yang telah kami kerjakan." Kemudian menemukanlah ide; mengumpulkan mereka dan berkata jujur atas apa yang sedang terjadi. Dan keyakinan saya saat itu (mungkin karena aku ini juga orang  yang pede..), "Saya akan mampu dan  berhasil mempengaruhi mereka dengan yang akan saya lakukan..!"

Pembaca yang budiman....
"Orang-orang yang mempunyai kemampuan itu menginspirasi kita" kata sebuah tulisan sakral Hindu yang pernah saya baca. Kemudian berkembang di dalam diri saya, bahwa "jika saya memiliki kemampuan maka itu akan menginspirasi mereka...!"

Nah, apa yang telah saya lakukan pada moment bertemu peserta lomba MSQ seperti yang saya kisahkan itu adalah mengeluarkan potensi kemampuan saya mempengaruhi mereka dan menciptakan "magnet" agar mereka terinspirasi. Dan inspirasi itu akan mengkristal "positif" yang membuat segala sesuatu..... everything its OK...!

Seperti yang dengan jelas ditunjukkan oleh pengalaman ini, kemampuan sangatlah penting untuk menciptakan kredibilitas -baik secara pribadi maupun organisasi-. Kemampuan-kemampuan kita menginspirasi kepercayaan orang lain, terutama ketika kemampuan-kemampuan tersebut memang secara specifik dibutuhkan untuk tugas di depan mata. Kemampuan-kemampuan kita juga memberi kita keyakinan diri bahwa kita sanggup melakukan apa yang perlu harus dilakukan.

Akhirnya ijinkan jika saya bertanya kepada Anda:
  1. Kemampuan apa saja yang Anda miliki, yang menjadikan Anda layak menginspirasi orang lain dan keyakinan rang lain?
  2. Pengalaman apa yang pernah atau belum pernah Anda alami dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan, yang mempengaruhi keyakinan diri Anda sendiri?
  3. Bagaimana sikap dan pendekatan Anda dalam memperbaiki kemampuan-kemampuan Anda yang sekarang dan mengembangkan kemampuan-kemampuan yang baru?
Kiat mengembangkan kemampuan adalah dengan belajar, banyak membaca, menyimak pengalaman orang lain dan mendapatkan inspirasi dari mereka... mengasah keterampilan yang menjadi bidangnya, dan keberanian untuk bertindak. Hasil akhir serahkan sama Yang Maha Kuasa.

Semoga kisah ini menginspirasi Anda...! Sampai  ketemu di kisah selanjutnya...

Saya Trader







TAHAPAN TRADER FOREX UNTUK SUKSES

Apa kamu kira sukses di trading itu gampang? Oh No! Siapa mau sukses di forex harus meniti tahapan-tahapan trader sukses berikut ini:

Pertama: Di kandani masih sok ngeyelan...
Kedua: Menyadari setelah masuk lubang..!
Ketiga: Beberapa waktu kemudian lupa lagi, makanya harus masuk lubang yang sama.
Keempat: Ganti guru, karena malu bertemu dengan penasihat pertama (guru) yg "tidak terpake" nasihatnya.
Kelima: Guru baru memberi konsep baru, dia belajar dari nol lagi.
Keenam: Masuk lubang lagi, karena terpengaruh suksesnya orang lain dan terpengaruh dengan rejeki orang lain. Akhirnya mindset berubah. Gurunya pun mulai dicuekin; ganti guru lagi.
Ketujuh: Idealisme seorang trader muncul... berusaha menciptakan inovsi-inovasi trading...! Tetapi untuk observasi di akun demo kurang greget (akhirnya ke akun real) dan harus masuk lubang yang lain lagi.
Kedelapan: Penasaran semakin tinggi.. makanya tidak pernah berhenti; jatuh bangun sebagai trader.
Kesembilan: Mulai mengenal karakteristik dan style tradingnya sendiri. Trading sudah mulai bagus... Sayang, sudah tidak ada modal lagi...!

Kesepuluh:Nyari modal gretongan. Dikumpulin dikit-dikit ketika mau di WD ...MC dulu. Ternyata dalam perjalanan, praktek tidak semudah teori... Asem lah!
Kesebelas: Belajar lagi otodidak... Merasa siap..
Keduabelas: Ngakak sendiri karena sudah berani berpendapat, " Asem, ternyata forex cuma kayak gitu..! Mengapa baru sadar setelah tidak punya duit?"

Ketigabelas: Apes, sukses dirasa masih jauh. Mikir duit yang telah hilang dulu...
Keempatbelas: Menanti tahapan sukses...

Kelimabelas: Sukses mentertawai diri sendiri... whuahahhahahaha

Ampuuuun guruuuuuuuuuuuuuuu..! Kabooooooorrrrr.....!!!!

*Tulisan ini mengandung unsur canda. Jangan marah ya? hehehehe.

MENGAPA HASIL TRADING AKUN REAL TIDAK SEBAGUS DI AKUN DEMO?

Kultum malam ini saya peruntukkan buat trader pemula, dan pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa hasil trading di akun real tidak sebagus trading di akun demo? Ataukah Anda merasakan hal yang sama? Atau Anda malah tidak pernah di akun demo? hahahaha... hidup adalah pilihan.. !

Pertanyaan yang wajar dan masuk akal. Saya ini sudah lama menjadi trader (tapi koq ya masih newbie, gak jadi master-master....whuahahhahaa); pernah berdarah-darah, pernah MC kemudian menangis... pernah merasakan enaknya.. Pokoknya lengkap sudah yang saya alami. Jadi banyak pengalaman... pahit maupun manis. Tapi saya selalu ingat seorang kawan saya, Malwapati... Temenku itu selalu bilang, " Betapa Indahnya berbagi...!"


Untuk pertanyaan mengapa hasil trading di akun real tidak sebagus trading di akun demo? Barangkali pendapat saya ini bisa menjadi pencerahan buat Anda. Tetapi saya jawab sesuai pengalaman saya saja ya.. karena bisa jadi pengalaman orang lain berbeda, dan jawabannya pun berbeda. Tidak apa-apa.. Tidak bayar juga koq. hehehehe.

Perbedaan antara akun demo dan akun real, signifikan harus diperhitungkan oleh trader ketika mengkaji nilai dari strategi perdagangan tertentu.

Kita lihat: Dalam praktek - Pada akun demo sering kali  tidak memiliki rasa takut kehilangan modal. Dan karena itu, kadang ada posisi terbuka dibiarkan saja bahkan sampai di hari selanjutnya. Jika posisi benar maka bisa profit besar. Jika posisi salah, tinggal bikin akun demo yang baru lagi... khakhakhakhaa...! Jika akun real, tidak akan dibiarkan begitu saja, apalagi ditungguin chartnya; begitu plus 10 pip main sikat...! Ketika minus banyak, dibiarkan...berharap kembali ! Dia tidak bikin akun baru lagi lalu deposit, proyek mengembalikan posisi adalah prioritasnya. Kemudian banyak masalah ditemui dalam perjalanan tradingnya, akhirnya pikiran kacau... dan MC juga.

Kalau yang saya sebutkan itu alasan klasik lah Bos...! Semua trader tahu itu... Tetapi jika diamati lebih jauh lagi:

Terkait dengan eksekusi.
Ada perbedaan kinerja antara perdagangan live account dan demo account yang dapat dikaitkan dengan masalah eksekusi. Yang akhirnya hasil yang dicapai dari trading di demo account dapat berbeda jauh dari hasil live trading yang sebenarnya.
  1. Broker forex tidak mungkin dan tidak pernah memberikat 'quote harga' untuk trader akun demo. Artinya, pasar tidak requote saat kita eksekusi. Tetapi jika akun live... atau akun real... mau klik open posisi saja sulitnya minta ampun... hehehehe. Anda sering menemui yang seperti itu?
  2. Harga yang ditawarkan broker dan spread yang menangani perdagangan demo mungkin berbeda dari harga yang disediakan untuk account live trading. Ini juga menyebalkan..! Kadang-kadang spread melebar tanpa ampun di akun real... huhft..!
  3. Broker bisa mengeksekusi stop order (close) di akun demo, masuk akun history.. hadeeuuh cepatnya... cling hilang..! Kalau di akun live? Ah, Anda mulai senyum-senyum, tahu yang kutahu.. whuahahahhahaaa..
Terkait dengan akun real / live dan demo
  1. Kurangnya komitmen emosional yang mungkin terjadi ketika tidak ada uang beneran. Pola pikiranya, "ah.. cuma demo..!" Jadi dia pikir trading itu mudah, tinggal klak klik dapat duit, tanpa masalah dalam trading. Sementara begitu di akun real, banyak "masalah" terjadi.. masalah inilah yang pada akhirnya menghambat profit, bahkan pada akhirnya duit modal habis. Karena dia trading dengan pola pikir berbeda; "ternyata banyak masalah; floating minus gak selesai-selesai, mau cut loss sayang... mau dibiarkan nanti tambah banyak kerugian.. dll. Akhirnya kerja dengan pikiran kacau, sudah pasti hasilnya bisa kita tebak...
  2. Kegagalan trader untuk mengikuti rencana perdagangan mereka. Akibatnya, trader mengembangkan disiplin yang buruk. Misalnya, saat demo ada swap tapi kan pikiran kita biasa tidak terbebani... Begitu di real, beda lagi..."Lagi minus-minus, swap jalan terus...!" Terhadap apa yang harus dilakukan, bingung...!. hehehehe.
  3. Trader mungkin tergoda untuk overtrade atau kurang mengevaluasi risiko ketika perdagangan di demo account. Perilaku ini kemudian dapat memiliki konsekuensi negatif yang serius ketika mereka beralih dan terlibat dalam live trading. Kebiasaan di demo yang buruk akan terjadi di akun real.
Lalu bagaimana baiknya?
Coba Pertimbangkan Menggunakan Micro Account Daripada Demo Account!

Untuk menyiasati beberapa penyebab perbedaan tersebut (kinerja antara live account dan demo), beberapa trader telah memilih untuk membuka rekening mikrocent atau mini dengan broker forex tertentu, menggunakan sejumlah kecil dana. Untuk membuka akun microcent bisa di fxclearing, silahkan buka akun realnya, daftar dan panduannya sudah saya jelaskan lengkap diblog ini.

Strategi ini memungkinkan mereka untuk menguji broker forex atau strategi tradingnya dalam lingkungan trading, sementara tidak menempatkan dana utama mereka pada akun yang beresiko tinggi.

Lalu Bagaimana jika di demo akun juga masih MC?
Oh, mungkin gak cocok jadi tukang demo...! Langsung saja ke real, siapa tahu cocoknya di akun real...!

Lalu bagaimana jika di akun real juga MC?
Oh, itu harus kembali ke akun demo...

Lalu bagaimana jika di demo dan di real juga MC?
Oh, malah gampang..itu. Tinggalkan forex. Usaha yang lain saja... kan masih banyak jalan. Jalan rejeki bukan dari forex saja.

Lalu bagaimana jika di usaha lain juga gagal?
Oh, selama ada jatah rejeki buat kamu... kamu masih bisa hidup koq.

Lalu bagaimana bisa hidup bahagia jika usaha gagal?
Oh, ceritanya kamu ingin bahagia??? Ingin bahagia...? Kamu belum aja melakoni hidupmu sudah mengeluh... Kamu tuh sudah tidak bahagia dari sekarang...! Ya patut sudah meramalkan tidak akan bahagia di masa mendatang....!

Koq Kang Ninjaa malah marah-marah...?!
Oh, nggak.. gemes saja..! Bagi saya, jika watak seperti kamu itu di elus-elus...kamu akan semakin manja. Kamu tuh sebenarnya hanya ingin curhat..dan curhatmu didengarkan, bukan ingin solusi..!

xixixixixixiiixiixiixixiixiixixxixx................ sudah-sudah...! Nanti gak selesai-selesai...!

Waduh, kultumnya malah jadi KULTUM =Kuliah Tujuh Belas Menit ... whuahahahha

Okey, sekian saja.. semoga Anda puas dengan jawaban untuk pertanyaan: "Mengapa hasil trading di akun real tidak sebagus trading di akun demo?"

Jika belum puas, saya memang bukan laki-laki pemuas... apalagi pemuas hidung belang..! wekekekekekke

Friday, July 12, 2013

KISAH TRADER PALING SUKSES DI INDONESIA

Ini kisah yang saya harapkan menjadi kisah paling menarik sepanjang sejarah perforexan Indonesia. Ini tentang trader yang akan paling sukses di Indonesia. Saya harap begitu.. Saya punya harapan sobat-sobat yang terlibat di dalam tulisan ini suatu saat menjadi trader paling sukses di Indonesia.. aamiin.

Sebelumnya saya mohon maaf, kepada sobat-sobat yang terlibat dalam tulisan saya ini. Dengan selalu menjaga rahasia privacy sobat tentunya. Ini akan menjadi pelajaran yang mahal dan sangat berharga. Tetapi sekali lagi saya mendoakan; semoga sobat-sobat semua menjadi trader paling sukses di Indonesia... aamiin.

Jika flashback .. mereka ini adalah orang-orang yang pernah "menderita". Inilah kisah nyatanya:

Di suatu negeri entah berantah... tinggallah beberapa orang trader; ada sekitar 8 orang trader di salah satu rumah penduduk negeri itu. Mereka bukan kakak beradik atau keluarga, tetapi mereka adalah para trader yang sedang "bersembunyi" dari kejaran investor, leasing dan debt collector bank. Mereka datang dari berbagai kota. Berkumpul dalam satu rumah dengan latar belakang masing-masing dan memiliki kesamaan: "Sedang Bersembunyi.."

Apa yang telah dilakukannya sehingga harus bersembunyi? Saya tidak mungkin bisa menceritakan satu-persatu karena masing-masing membawa masalahnya sendiri. Mungkin cocoknya di sinetronkan bukan ditulis artikel. Semoga ada produser yang datang pada saya.... biar saya tulis naskahnya.... Hehehehehe...

Namun kesamaan mereka adalah: "Mereka orang-orang yang berani mengambil risiko terlalu besar di bisnis forex"

Kalimat yang "membingungkan" bagi saya, jika  saya dengar dari  orang sukses (bukan dari forex), mereka mengatakan: "Hanya orang sukses saja yang berani mengambil risiko besar."

Tetapi apa yang terjadi di sekeliling kita.. yang menimpa mereka para trader forex? Mereka berani mengambil risiko terlalu besar, tetapi apakah mereka menjadi sukses dan sangat sukses? Ini yang saya renungkan... !

Apakah kalimat orang sukses: "Hanya orang sukses saja yang berani mengambil risiko besar" itu 'haram' dipakai untuk trader forex? Jawaban ini berat untuk saya jawab, dan saya juga tidak suka mengawali polemik. Saya serahkan kepada Anda semua...

Lanjut kisah: Hari-hari berlalu, mereka stay dan bertahan... bulan berganti bulan.. sampai akhirnya "pudar" membawa kehidupannya masing-masing.

Selama berbulan-bulan itu, rumah itu bagai penjara... yang dibuatnya sendiri. Jika saya datang, saya pun harus ikut-ikutan 'ngumpet'; datang diam-diam dan kendaraan harus diparkir jauh dari rumah itu. "Ini mengenaskan...!" pikirku. "Seperti sarang teroris....Tapi mereka bukan teroris ya Allah...! Mereka adalah para korban... mereka korban dari keberanian mengambil risiko yang terlalu besar di forex....! Ada juga yang menjadi korban perilaku orang lain... tapi masih bermuara sama: FOREX.

Di dalam rumah tersebut banyak penghuni, tapi seperti kuburan... Terlebih jika ada tamu yang tak dikenal datang, " cukup ada yang mengintip, tidak kenal.. tinggal masuk kamar..! Jika dikenal, tapi disebutnya sebagai orang yang bermasalah, juga  tinggal masuk kamar."

Masih banyak kisah memilukan lainnya di rumah itu, tapi saya gak tega menceritakan ini kepada Anda. Cukuplah selintas kisah ini.. toh tujuanku menulis dan mengangkat kisah ini adalah karena HIKMAHNYA... yang tak ternilai harganya untuk menjadi renungan kita bersama yang masih menggeluti bisnis forex ini.

Point pentingnya adalah: Forex itu bisnis beresiko, sama seperti bisnis-bisnis lainnya... tetapi forex mampu mempengaruhi seseorang untuk "mengambil resiko terlalu besar", forex bisa mempengaruhi seseorang untuk serakah, forex bisa mempengaruhi seseorang untuk berbuat nekad, forex bisa mempengaruhi seseorang untuk menjadi miskin. forex bisa mempengaruhi seseorang untuk menjadi gila...!"

Bagaimana agar tidak bisa dipengaruhi hal-hal negatif semacam itu?



Sobat trader,.....

Forex itu lahan emas.. forex seperti harta karun.. tentu untuk bisa mengambilnya godaannya berat. Nah, siapa yang sanggup menahan godaan dialah yang selamat..! Dialah yang sukses sesukses-suksesnya.. insya Allah...!

Apa godaan trading forex? Jawabannya adalah: mimpi "tidak realistis" yang diikuti keserakahan dalam mencapainya.

Point kedua: Di bisnis forex, dahulukan berfikir resiko dibanding reward. Dahulukan "amang-amang daripada iming-iming", dahulukan pahitnya daripada manisnya...! Dahulukan pola pikir mengamankan modal daripada mikir keuntungannya.

Point ketiga: Buatlah planing atas kesuksesan Anda. Buat tangganya... karena Anda bisa menyisihkan kegagalan, seperti menyisihkan kotoran di tempat yang bersih. Yang dibutuhkan hanyalah alat. Temukan alat-alat  itu... dan gunakan untuk menyingkirkan kegagalanmu..! Kalau perlu berguru, bergurulah....! Kalau harus mengeluarkan uang, keluarkanlah...!

Point keempat: Kabar baiknya, Anda bisa...! Yah, bahkan Anda bisa menjadi trader paling sukses di Indonesia...!

Terakhir untuk para sahabatku semua, yang pernah tinggal di "Rumah Bermasalah" itu ... kuatkan jiwamu... Kehidupanmu membawa pelajaran hikmah berharga buat diri kalian dan soba-sobatmu yang lain...! Semoga di kehidupan sekarang keadaan kalian baik--baik saja... saya masih mendoakan kalian, semoga bisa sukses dan jika masih berkecimpung di dunia forex, saya masih berdo'a semoga kalian menjadi trader paling sukses di Indonesia. aamiin.

Semoga Anda dan kita semua dapat mengambil hikmah terbesar dari kisah ini... aamiin

Kepareng...!

BAGAIMANA AGAR AKUMULASI KEUNTUNGAN LEBIH BESAR DIBANDING KERUGIAN

"Cara untuk benar-benar sukses di forex adalah  memiliki keuntungan yang lebih besar dibanding kerugiannya."

Nah, itu kalimat yang simple tetapi aplikasi mencapainya sangat berat. Pengalaman semua trader juga mendasarkan kepadanya: ingin keuntungan lebih banyak daripada kerugiannya. Itu sudah dipahami setiap trader forex.Karena untuk menghindar dari loss itu bukan tugas yang harus dilakukan, karena itu tidak bisa. Mengapa tidak bisa? Ya karena tidak ada orang yang tahu pergerakan market kedepan. Entah itu newbie atau master sekalipun, kerugian bisa saja tidak bisa dihindari. Sekali lagi, karena tidak ada yang tahu pergerakan market selanjutnya. Kita hanya bisa menganalisa dan memprediksi berdasarkan analisa teknikal dan fundamental.

Jadi wajar, keinginan trader adalah 'menekan kerugian' dan membuat lebih banyak keuntungan. Ini yang paling masuk akal bagi saya. Tetapi apakah selanjutnya menjadi segalanya mudah?

Tidak..! Buktinya masih banyak trader yang lebih banyak kerugiannya dibanding keuntungannya.

Apa yang bisa kita perbuat? Adakah solusi? Ini RESEPNYA... Resep bagaimana agar akumulasi keuntungan lebih besar dibanding kerugian dalam trading forex.

Berdasarkan pengalaman saya, pertama tentang 'menguji sistem trading', dalam menguji sistem trading ternyata membutuhkan waktu yang lama. Bahkan ketika kita sudah di account real, kita masih menyebutnya sebagai "uji sistem". Mungkin awal-awal percobaan bagus, bahkan sempat 'semangat' telah menemukan yang selama ini dicari. Tetapi suatu saat harus dibuat kecewa karena menerapkan sistem yang selama ini dipakainya  profit, harus berakhir menghabiskan modal kita. Lalu kita fokus pada sistem trading yang lain untuk mengobati kekecewaan tersebut. Maka perlu menguji sistem baru, membutuhkan waktu lagi...! Mengapa kita tidak fokus pada penyempurnaan sistem yang sudah ada? Yang kedua, ataukah habisnya duit kita karena tidak ada pengamanan dalam trading kita, dalam arti MM kita yang masih belum bener? Ataukah karena psikologi kita yang masih selalu "ketakutan" untuk OP maupun "bimbang" untuk cut loss? dll. Dibutuhkan instrospeksi diri mencari titik-titik kelemahan untuk selanjutnya diperbaiki.


Selanjutnya, kedua: Buatlah optimizable. Maksud saya adalah menciptakan kreasi atau mengembangkan sistem dan strategi untuk memaksimalkan profit. Mencari probabilitas risk dan reward yang baik, dsb. Kayaknya kalau dibahas akan memerlukan penjelasan yang panjang, lain waktu deh.

Ketiga: Prioritas pada transaksi-transaksi yang berkualitas. "Tidak ada moment yang tepat sesuai rule, ya tidak transaksi". Artinya lagi; benar-benar menjauhi tangan gatel.

Dengan beberapa komponen kunci itu tadi, insya Allah dapat mengembangkan dan mengoptimalkan keuntungan yang berakibat baik terhadap perdagangan. Keuntungan lebih besar daripada kerugian.

Itulah jawaban saya ketika ada yang bertanya," Bagaimana cara trading forex yang menghasilkan keuntungan dan meminimalisir kerugian. Bagaimana cara memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada kerugian. Bagaimana biar akumulasi keuntungan lebih besar dibanding kerugian...

Anda yang bisa mengubahnya...! Kabar baiknya adalah ANDA BISA..!

HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN SEBELUM TRADING FOREX

Ini kultum buat trader (pas kebetulan bertemu dengan bulan penuh berkah Ramadhan) Judulnya; hal-hal apa saja yang perlu disiapkan sebelum trading forex. Bacanya gak harus saat mau berbuka puasa hehehehe.

Mari kita mulai apa yang harus kita persiapkan sebelum trading forex. Semoga Anda tidak akan pernah melewatkannya:

  1. Berdo'a awali bismillah.. yakin bawa rejeki itu datangnya dari Allah swt.
  2. Siapkan snack atau minuman ringan.
  3. Butuh musik, mungkin... Okey, dengarkan musik.
  4. Membuka web www.forexfactory.com untuk melihat kalender ekonomi; mengetahui news-news apa saja yang terjadi di hari ini dan waktu news besar kapan terjadi.
  5.  Mengamati chart; high low, trend, lihat-lihat pair utama: EURUSD, GBPUSD, USDCHF, AUDUSD. dll (yang menjadi kesukaan Anda dalam memilih pair)
  6. Coba tarik tarik garis trendline, atau fibo.. untuk membuat plan trading Anda hari ini. Jika tidak menggunakan trendline, silahkan sesuaikan dengan sistem dan strategi yang Anda gunakan. Anda yang lebih tahu. Pastikan Anda berada di dalam planing.
  7. Jika hari jum'at; perlukah merencanakan trading 'jum'at malam sabtu'? Jika jum'at siang sudah profit lebih baik, malamnya tidak perlu buka chart... Lebih baik untuk kumpul-kumpul bareng keluarga. Ini namanya "mendahului weekend". 
  8. Pikirkan sejauh mana resiko disiapkan untuk hari ini. 
  9. Fokus pada profit... Ya Anda akan profit hari ini.. "Sabar menunggu moment", ini satu-satunya cara membuat hidup Anda dibayar...(^ _ ^
  10. Akhiri aktifitas trading dengan membaca hamdallah. "Alhamdulillah..."

ANDA BISA...!
Demikian kultum sore kali ini tentang hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum trading forex, sampai jumpa dilain kesempatan dengan judul yang berbeda.

Wednesday, July 10, 2013

KIAT BERTAHAN MENJADI TRADER FOREX


Banyak trader yang memiliki pengalaman pahit selama dia trading. Rasanya hidupnya seperti terhempas gelombang besar dipantai Ayah  (jika trader Kebumen). Hahahaha...  Ya ya.. memang butuh perjuangan  untuk bisa bertahan menjadi trader forex. Rasa pesimis membuat seorang trader berhenti mengejar impian, apalagi saat loss atau MC, rasanya dunia mau kiamat.. padahal ya belum ngerti kiamat itu seperti apa hahahahaa..... Setelah cukup waktu, dia bangkit lagi. Berusaha  lagi sekuat tenaga dan berjuang keras untuk mimpinya yang kembali muncul bagai  hantu cantik yang mempengaruhinya.  Intinya, dia ingin  bertahan di forex trading ini.

Apa kiatnya?

Kiat bertahan menjadi trader forex saya kira sudah banyak yang paham dan ingin mengambil tindakan. Cuma beberapa trader yang khususnya ‘baru saja MC’ pesimis duluan dan malas menggali masalah dan malas mencari solusi. Butuhnya yang paling penting adalah kedekatan sama Yang Maha Kuasa; rajin mengaji dan ke masjid. Hemm... ini strategi paling bagus. Tidak apa-apa dia menjauhi forex kalau dia menjadi orang yang lebih dekat kepada Tuhannya. 


Banyak juga trader yang setelah mengalami kegoncangan masih semangat agar tetap eksis di forex.  Bahkan menjadi rajin evaluasi di akhir pekan. Ya memang pelajaran dari loss yang sering terjadi sangat penting untuk diambil pelajarannya. Secara sadar kemudian mereka meningkatkan  kualitas tradingnya. Ini kiat pertama agar bisa bertahan menjadi seorang trader; kembali belajar dengan semangat dan mengevaluasi kegagalannya. Selama belajar dan psikologis kita belum siap trading, agar berhenti dulu... istirahat sebelum tambah dalam runyam urusannya; duit semakin habis. Setelah siap, baru lakukan evaluasi untuk langkah recovery.

Kiat yang kedua, adalah meningkatkan skill trading; dari pengelolaan moneny management, strategi yang akan digunakan, memperbaiki mindset trading dll. Setidaknya hal ini akan meminimalkan loss bahkan MC. 

Ketiga, mencoba untuk ingat loss disaat profit dan ingat profit manakala kita mengalami loss. Kita harus bertahan di forex. Perbaiki sistem manajemen dengan meraih profit konsisten meski tidak tergolong fantastis, tetapi minimal tidak akan MC lagi dan kalau loss ya jangan terlalu dekat dengan MC. Kalau terpaksa MC ya deposit lagi. Hehehehe. (kadang faktor loss dan MC kan juga bukan murni dari trader, tapi dari kondisi ‘alat perang’ dan keadaan ‘broker no conection’ hehehehe). 
Sebuah pengalaman  seperti membangun rumah tapi ambruk lagi dan bikin frustrasi. Nah, maka di situ dapat diambil kesimpulan bahwa kita harus membangun pondasi yang lebih kuat dari sebelumnya. Kemudian  kita harus proporsional dalam profit dan loss, jadi tidak terlalu over senang di kala profit dan tidak terlalu susah ketika loss. Harus stabil dalam psikis untuk menuju equity yang diharapkan dengan pondasi yang kuat.

Keempat, cobalah batasi kerugian, biar kita tidak langsung terjun kejurang MC. Jadi paling tidak kita bisa selalu menyiapkan pengaman. Ini ide bagus. Jika sudah ada pengaman di akun kita, disamping akun selamat kita juga merasa nyaman. Lainnya bisa KO sekejap, kita masih memiliki nyawa. Bener kan? Jadi kita harus bener2 siapkan diri untuk menerima kekalahan sebatas yang ayang kita toleransi.


Kelima, jangan biarkan kesedihan dan putus asa berlarut-larut, tidak sehat. Sedih dan frustrasi itu wajar tapi gak boleh lama-lama... Syukur kalau habis loss malah itu bisa memotivasi agar bisa lebih baik lagi. Maafkanlah diri sendiri...!

Marilah kita bangkit dan berjuang, salam profit...!