Friday, February 15, 2013

FOREX BUKAN MEJA KASINO




Saya senang sekali dengan kehadiran kakek Green Heart di basecamp Warung trader ini. Teman-teman nongkrong di basecamp  juga kelihatan sudah mulai akrab dengan beliau. Hanya saja hari ini, ada raut wajah sedih padanya. Ada apa ya?

“Ada apa Kek? Apakah sudah tidak betah di sini? Ataukah ada kesalahan yang telah saya buat?” tanya saya pada beliau.

“Bukan begitu, Nak Ninjaa. Baru saja saya ngobrol sama temen-temen, mereka curhat kalau dalam bulan ini mereka telah alami hari yang buruk. Mereka telah alami loss besar, bahkan diantara mereka ada duit investor. Hemm... Ada yang belum berani pulang ke rumah. Bagaimana saya tidak turut prihatin, Nak Ninjaa...” kata kakek Green Heart mulai menceritakan kejadian yang  dialami sebagian teman-teman di basecamp.

“Ya, begitulah Kek. Di basecamp ini, banyak teman-teman trader yang bermasalah. Mereka kesini untuk ‘nyantri trading’ agar lebih baik cara tradingnya maupun menenangkan diri dari sekian masalah yang dihadapinya. Maka dari itu, kami  senang kalau Kakek tinggal lebih lama disini bersama kami. Maka kami mohon...!”

“Ya, akan saya usahakan. Lagi pula, gaji pensiun saya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara hasil trading bisa ditabung untuk keperluan mendadak hehehehe. Anak-anak juga sudah mandiri. Istriku sudah ditemani pembantu. Tidak masalah kalau saya ngumpul-ngumpul bersama teman-teman trader disini untuk beberapa hari,” kata Kakek Green setuju permohonanku.

“Menurut Kakek, apa yang terjadi sebenarnya pada mereka?” tanya saya berusaha untuk mendapatkan penjelasan dan analisa beliau.

“Saya melihat, beberapa diantara mereka memperlakukan pasar forex seperti kasino pribadi.  Mereka lebih memiliki mindset seorang penjudi daripada seorang pedagang. Trader yang gagal dalam membuat uang secara konsisten di pasar kebanyakan memiliki pola pikir penjudi, mereka tidak memiliki pola pikir yang profesional dan kebiasaan yang secara konsisten menguntungkan pedagang,“ jawab Kakek Green.

“Bagaimana Kakek  tahu jika seorang trader dalam pendekatan ke pasar dengan pola pikir penjudi  atau  bisnis?” tanya saya kemudian.

“Wah, pertanyaanmu jangan  yang sulit-sulit saya sudah tua, Nak Ninjaa? ”

“Hahahaha....! Oke, saya akan ganti pertanyaannya.  Bagaimana pedagang profesional berpikir dan bertindak terhadap pasar dan bagaimana pula jika seorang bermental penjudi?” tanya saya lagi. “Oh ya, mari kita bicara di luar saja Kek, di ruangan ini nanti malah dikira kita lagi pacaran hahahahaa…!” Saya ajak Kakek ngobrol di teras depan, sambil ngopi-ngopi, yang sudah disiapkan istri tercinta.  Hemmm…!

“Mari lanjutkan diskusi kita ini, Nak Ninjaa... Kita bicara tentang trader forex professional dulu. Menurut saya, untuk menjadi seorang trader forex profesional, kita harus memulai transisi dari watak penjudi menuju watak professional, transisi ini dimulai dalam pikiran kita dan kita harus bisa  mengarahkan dan menciptakan suatu realitas yang berbeda yang akan mencakup kebiasaan-kebiasaan perdagangan positif yang akan bekerja untuk memperkuat pola pikir  trader professional,” kata Kakek Green mengawali diskusi.

“Oh, bahasa Kakek  terlalu tinggi, cobalah buat saya mengerti,” kata saya  menyela.

”Hahahahaa….! Di dunia forex juga  banyak trader yang menggunakan filosopi ‘Kalau bisa mencari cara yang sulit mengapa harus mencari cara  yang mudah?’”

“Hahahaha...! Seperti saya dulu, Kek. Diajari cara trading yang mudah,  sepertinya otak menolak karena  kurang menarik dan tidak  keren. Padahal trading itu  untuk mencari profit, bukan mencari sensasional ya, Kek!”

“Begitulah pola pikir amatir hahahaha...! Apakah  kamu lebih suka berdagang karena dagangan itu keren tapi tak laku, atau memilih berdagang sesuatu yang probabilitasnya lebih banyak menguntungkan dan itu sederhana? Menurut saya, dalam rangka untuk mulai berpikir seperti seorang trader professional kita  harus berpikir tentang perdagangan sebagai sebuah bisnis, dan sama seperti bisnis apapun. Kita  harus memahami ada risiko yang terlibat; risiko nyata. Tugas kita itu yakni harus mencari cara untuk mengimbangi risiko ini,  yang tidak melibatkan kerugian yang begitu besar. Kalau kita tidak dapat menekan kelakuan ini, maka bisa saja kita tidak dapat menjalankan bisnis ini lagi. Dalam pikiran seorang trader forex professional, pengelolaan uang adalah cara untuk mengelola risiko. Memahami dan menerapkan strategi risiko adalah cara trader profesional mengkompensasi risiko yang terlibat dalam perdagangan apapun, dikombinasikan dengan kesabaran ketika memilih perdagangan. Apakah berjudi lebih menguntungkan daripada berdagang? Tentu saja tidak! Terburuk dari berjudi adalah tidak pernah mengelola risiko dan tidak pernah mengelola keuntungan. Maka ketika beruntung dengan kemenangan sekalipun, akhirnya akan habis juga.

Fakta bahwa trader profesional telah menguasai sistem maupun strategi forex trading mereka, berarti mereka sangat menekan bagaimana agar tidak kehilangan uang. Jika pun kehilangan uang pada suatu saat ketika transaksi, mereka menyadari bahwa saat itu belum rejeki mereka dan harus segera menahan diri atau menghentikan untuk bertransaksi berikutnya. Kemudian dilain waktu berusaha untuk  membuatnya profit kembali. Trader profesional benar-benar menyadari bahwa dia sedang berbisnis, bukan sedang berjudi. Trader profesional tahu apa yang akan mereka lakukan di pasar dan tahu apa yang dipersiapkan sebelumnya. Dengan kata lain, mereka memiliki rencana trading.  Kesabaran adalah  alat yang dipersiapkan olah seorang trader profesional setiap kali mereka berinteraksi dengan pasar. Sedang trader penjudi selalu mengambil posisi-posisi acak tanpa pemikiran dan analisa mendalam dan selalu gelap mata. Dan apa yang saya lihat dari kejadian teman-teman disini, adalah karena mereka tidak memperlakukan  forex sebagai bisnis. Ini jawaban saya Nak Ninjaa. Menurutmu saya sudah menggunakan bahasa yang mudah dipahamikah? “

“Hohohohooo… saya suka penjelasan Kakek.  Apalagi kata-kata ‘gelap mata’. Trader kalau sudah gelap mata, yang main adalah emosinya.  Dan betapa sulit untuk menghilangkannya. Terlebih saat  seorang trader melihat  transaksinya minus semakin bertambah, atau habis cut loss, maunya segera saat itu juga harus mengembalikan semua yang hilang.  Akhirnya menggunakan  volume yang lebih besar lagi karena dendam. Sayangnya juga salah posisi lagi, tambah kecewa, depresi. Akhirnya cut loss lagi. Begitu cut loss, ternyata harga berbalik kea rah transaksi kita sebelumnya, emosinya tumbuh  lagi, ambil posisi baru. Setelah ambil posisi harga malah diam. Ditunggu sampai  esok hari, rela tidak  tidur dengan harap-harap cemas. Begitu ditinggal ke belakang buang air kecil, balik lagi  menatap grafik, equity  sudah menjadi  $ 0.10. Ya, ternyata MC!” jawab saya asal saja, sambil mengenang masa lalu.

“Hahahahaa…! Sama kalau begitu!” kata Kakek Green Heart kemudian. “Iya, saat itu betapa kecewa dan menyesal. Kemudian berusaha mencari dana pengganti untuk modal lagi. Setelah bersusah payah akhirnya mendapatkan modal juga dan deposit, beberapa hari kemudian terulang lagi juga, MC. Saat itu saya terlalu banyak transaksi yang ‘tidak jelas’.  Locking sana-sini, mulanya sih step lock 30 pip, eh ya koq lama-lama mengembang juga locknya, bahkan sampai diatas 100 pip. Harga naik turun, keduanya minus, begitu ada kesempatan membuka lock. Eh ya koq, malah bablas, habis margin saya.  Yang saya anggap kesempatan ternyata itu membuka pintu neraka hahahahahaa…! Begitulah Nak Ninjaa, kalau trading bukan dengan cara trader professional . “  lanjut kakek Green dengan diiringi ngakak juga mengelus-elus kepala.

“Hahahaha...! Trader pemula memang memiliki kecenderungan untuk menempatkan mentalitas penjudi daripada seorang profesional. Ini masalah besar, Kek!” kata saya kemudian.

“Ya, Nak Ninjaa. Maka kita perlu kampanyekan hal ini. Kita jelaskan kepada mereka tentang bahayanya karakteristik penjudi yang dimiliki seorang trader. Bukankah kamu tahu karakteristik penjudi, Nak Ninjaa?” tanya Kakek Green Heart kemudian.

“Ya, kita tahu karakteristik  penjudi itu seperti apa.  Penjudi adalah pecandu, mereka adalah orang-orang yang melakukan hal yang sama berulang hanya untuk mendapatkan euforia yang tinggi.  Penjudi memikirkan perjalanan ke kasino sebagai peristiwa non-profesional. Mereka melihatnya sebagai hobi, atau sebagai sesuatu yang berhubungan dengan waktu luang mereka dengan biaya yang tinggi. Sayangnya, "hobi" ini sering berubah menjadi kecanduan. Penjudi menjadi kecanduan "harapan" dari perjudian, ini menjadi sebab mengapa mereka tetap kalah dan tidak mengubah kebiasaan mereka, karena mereka menaruh uang lebih dan lebih untuk kecanduan judi mereka, bahkan kadang-kadang dana hasil kredit sekali pun dilakukan. Penjudi percaya bahwa mereka selalu yakin dengan istilah "satu lagi" dari jackpot besar berikutnya atau kartu beruntung berikutnya, sehingga mereka terus membuang lebih banyak uang di atas meja. Pada kenyataannya, bahwa itu semua akan sia-sia pada akhirnya. Mereka berpikir bahwa mereka bisa segera miliki kembali yang telah hilang. Atau menginginkan hasil yang lebih banyak lagi. Namun apa yang terjadi, biasanya mereka justru kehilangan lebih banyak lagi. Kalaupun mujur, itu hanyalah keberuntungan. Sisanya adalah bom waktu yang dapat meledakkan kantong keuangannya hahahahahhaaa….!” Jawab saya terlontar begitu saja.

“Eh, Ninjaa… kamu mantan penjudi ya? Hafal benar watak seorang penjudi wekekekekeke…!” kata kakek tiba-tiba menyerobot keseriusanku berfikir.

“Hahahahaha… Tidak juga. Beberapa waktu lalu saya ngobrol-ngobrol dengan  mantan penjudi yang  kini menjadi trader, kebetulan saya kenal baik. Dia itu Pak Broto,“ jawabku ikut ngakak juga mendengar komentar si Kakek. “Nah, jawabanku itu saya dapatkan dari pernyataan-pernyataan dia tentang penjudi. Jadi saya pikir, itu mendekati kebenaran. Soalnya, mas Broto menjadi penjudi sudah sejak masih muda sampai berumur 40 tahun, dari taruhan kecil-kecilan; main gaple, kartu remi, ceki sampai taruhan yang besar hahahahaa…! Kemudian, Pak Broto berhenti berjudi dan beralih trading. Kalau dihitung, Pak Broto sudah menjadi trader selama 3 tahun ini. Namun berdasarkan kisahnya, setelah 3 tahun baru bisa melakukan WD.  Itu pun separuh dari modalnya yang di WD. Malah satu tahun terakhir, floating-floating melulu dan rajin deposit…!”

“Mengapa bisa begitu? Trading 3 tahun tidak pernah merasakan WD profit?” tanya Kakek Green Heart tak mengerti.

“Ya, begitulah… Pak Broto memiliki usaha konvensional, mungkin kalau tidak  demikian ya sudah tidak bisa deposit, “kata saya  menjelaskan.

“Wah, trading forex bukan tempat yang cocok buat dia…! Atau apakah  karena  pengaruh lama menjadi seorang penjudi?”  tanya si kakek lagi.

“Hal itu sudah saya tanyakan Kek, kemudian pak Broto menjawab dengan panjang lebar, ‘Saya bertahun-tahun melakukan kesalahan fatal. Mental judi masuk dalam dunia trading,  meski  saya telah berhenti menjadi seorang penjudi. Tidak terasa, saya memperlakukan perdagangan  forex seperti penjudi.  Saya dan mungkin banyak trader menjadi kecanduan pada perasaan "harapan"  menjadi kaya atau bahwa "satu kesempatan" berikutnya adalah benar dan akan menjadi keberuntungan saya. Keinginan harus selalu  menang dan kecanduan inilah yang memompa taruhan dengan tanpa  ada rencana manajemen uang, masuk dalam perdagangan tanpa alasan yang baik, tujuan hanya mengejar pasar. Entahlah, mengapa saya baru menyadari setelah saya benar-benar terpuruk. Sekarang di akun pun tersisa hanya $40 Padahal danaku selama trading sudah masuk $20.000,- ‘ Begitu ceritanya beberapa waktu yang lalu kepada saya, Kek, “kata saya mengutip kata-kata pak Broto.

Kakek Green Heart manggut-manggut mendengarkan cerita saya, kemudian berkata lagi, “Oh, ternyata masih ada trader yang memperlakukan pasar seperti kasino. Ketika mereka kehilangan uang, mereka berpikir tentang cara cepat untuk "membuat kembali, mereka masuk ke dalam dunia yang sakit dengan over-perdagangan dan over-memanfaatkan margin mereka. Trading dititikberatkan pada keserakahan dan harapan, sementara mereka mengabaikan realitas risiko yang terlibat pada setiap perdagangan. Berfikirlah realitis dalam bertrading! Perlakukan seperti sebuah bisnis.

Seseorang  perlu bersabar dan memiliki harapan yang realistis tentang Pasar Forex. Yang benar adalah bahwa Forex adalah pasar yang sulit,  kecuali mereka  bekerja cerdas dan sabar. Mereka  tidak akan mencapai hasil yang konsisten jika  bersabar saja tidak bisa. Untuk  memperlakukan trading Forex sebagai bisnis dibutuhkan kesabaran. Untuk menjadi seorang trader profesional pun harus sabar beberapa waktu. Langkah awalnya adalah investasi  waktu buat belajar, trading di akun demo. Kemudian melangkah ke  akun real. Jika sudah berhasil di akun demo, masuk tahap berikutnya; akun real dengan modal yang tidak perlu banyak.  Nah, kalau di akun demo saja belum profit,  ya jangan di akun real,  ini namanya sabar....! Namun, kebanyakan trader pemula  tidak melakukan  tahap-tahap ini, akhirnya sudah bisa ditebak; loss dan loss.

Jangan menetapkan tujuan tidak realistis. Ini bisnis koq, bukan perjudian. Jika memaksakan diri menetapkan tujuan tidak realistis, hanya akan menimbulkan frustrasi ketika menyadari ternyata tidak bisa untuk mencapainya”

Hmm…..  Saya cuma bisa  termenung. Dalam hati bertanya-tanya, “Adakah pola pikir penjudi merasuki cara trading saya?  Ya Tuhan, hindarkanlah hamba-Mu  dari watak seorang penjudi. Aamiin.”

Akhirnya, usai sudah pembicaraan saya dengan kakek Green Heart sore itu.

Wednesday, February 13, 2013

NANAN SUNANDAR QUOTES


Jangan Libatkan Remaja dalam peperangan, itu adalah pelanggaran! begitu juga dengan Forex, mohon untuk tidak melibatkan remaja dalam bidang ini, (hanya untuk yang sudah cukup umur dan sudah matang dengan kesiapan resiko & dampak akibat dari yang ditimbulakan).

Taukah anda, Seorang guru besar bela diri, akan mengajarkan psikologi & kesabaran terlebih dahulu sebelum mengajarkan ilmunya?! dikarenakan bila psikologi si penerima ilmu belum matang & siap, maka ilmu yang di ajarkan akan menjadi pedang bermata 2, antara melindungi & menyerang dirinya sendiri. saat itulah psikologi berperan.


Maka dari itu sangat tidak disarankan memberikan pistol pada polisi amatir tanpa tes psikologi (umpamanya) begitu juga dengan keahlian Bela diri, bila tanpa psikologi si pemegang ilmu akan mencoba menjajal ilmunya tersebut "seberapa jagokah dia" bersombong-sombong ria dan merendahkan ilmu bela diri lain, padahal diatas langit itu masih ada langit, dan ketika Ilmu itu di salah gunakan oleh pemegang maka saat itulah posisi menjadi pedang yang berbalik menyerang, bukan pedang yang berperan melindungi si pemegang. (itu semua adalah tangung jawab anda sebagai guru, terlepas apa yang akan dilakukan si pemagang ilmu itu baik untuk penerima atau malah berakibat buruk bagi penerima nantinya). 

Jadi bijaklah sebelum mengajarkan sesuatu. jangan disama ratakan, antara faham anda dengan orang lain "karena pemahaman itu lahir dari pengalaman bukan pelajaran" yang mengetahui berdasarkan pengetahuan namanya pintar, sementara yang mengetahui berdasarkan pengalaman, namanya bijak.

by Nanan Sunandar 

Sunday, February 3, 2013

Persamaan Kurva Philips Yang

Persamaan Kurva philips yg menyatakan bhwa inflasi berbanding terbalik dg un employment claims

Hari ini agak berat teori nya, namun baca aja ya, bagi yang kagak ngerti persamaan tanya ke anak SMP aja...so baca ampe abis ni barang, gak ngerti tanya mbah google...


Persamaan kurva philips yg menyatakan bhwa inflasi berbanding terbalik dg un employment claims.....lalu berkaitan pada persamaan fisher bhwa tingkat inflasi sejalan dg tingkat bagi hasil obligasi pemerintah jangka pendek....lalu berkaitan dg persamaan purchasing power parity bhwa tingkat inflasi akan berbanding terbalik pada nilai tukar mata uang tersebut.......kita melihat bhwa di setiap persamaan ini saling terkait satu sama lain dan terhubung yg akhirnya mberikan analisa bagi kita tentang tujuan nilai akhir tentang pergerakan nilai tukar mata uang tersebut....

Tpi itu semua menjelaskan pada kita untuk pergerakan jangka panjang dalam hitungan tahunan sedang untuk jangka pendek fluktuasi harga itu mengikuti hukum ekonomi ke 10. " Society faces a short run trade off between inflation and unemployment"....

Fluktuasi ini lebih cenderung di gerakkan pada hukum Supply and Demmand... Salah satu faktor yg terpenting dari Supply dan demmand adalah ekspektasi atau harapan... Maka itu pasar bergerak sesuai dg apa yg di harapkan oleh paling banyak orang sebagai arah menuju ke efesienan... Ini mbantah teori Dow dan Kendall seakan2 pasar itu sesuatu yg berjalan kaku seperti mesin yg secara pasti bisa di ukur di masa depan....

Mengukur tingkat ekspektasi kebanyakan orang adalah hal yg mustahil, krena ia berhubungan dangan rasa, tetapi menilai faktor2 apa saja yg menstimulasi dan menjadi pemicu arah ekspektasi seseorang itu masih mungkin utk di lakukan...

Jika Supply maka ada 2 pihak yg berpengaruh di dalamnya yaitu Bank Central dan Pemerintah, sebab2 dari kegiatan mereka baikkah moneter atau fiskal yg akan mnjadi penyebab bertambah atau berkurangnya supply uang yg ada.....

Demmand maka ia adalah semua pihak masyarakat yg terkait di dalamnya, dan ukuran tingkat kesejahteraan mereka merupakan ukuran tingkat demmand mereka terhadap barang dan jasa yg berakhir pada demmand mereka terhadap uang.....

Thursday, January 31, 2013

SWITCHING swit swit....

SWITCHING penting dilakukan guna menghindari kesalahan posisi forex yang berujung fatal. Saat kita memperkirakan harga akan naik, tapi kenyataannya harga terus turun dan turun. Bila demikian, mengapa kita terus bertahan pada keyakinan yang salah?

Switching merupakan suatu cara untuk melakukan pergantian arah secara cepat dengan cara menutup posisi kita (cut loss) yang sedang merugi karena ternyata harga bergerak berlawanan dengan prediksi yang kita lakukan. Pada saat itu kita membuka posisi baru dengan mengikuti harga yang bergerak berlawanan tersebut dan berharap akan mendapatkan keuntungan pada posisi yang kedua lebih besar dari posisi sebelumnya yang sudah merugi karena kita cut loss.

Ya, masalahnya adalah sejauh mana kita meyakini bahwa posisi kita salah. Ini juga bukan hal remeh. Perlu pengetahuan dan seperangkat analisis untuk bisa sampai pada kesimpulan bahwa kita memang salah, dan harus segera diubah.


Tentu istilah “jangan melawan harga pasar” harus lebih diutamakan daripada bersikap egois dan menyatakan harga akan kembali lagi. Switching semata-mata bersifat personal. Semua berdasarkan analisis personal di mana hanya kita yang bisa meyakini. Trend adalah sahabat anda. Meyakini trend berarti menghilangkan egoisme.

Kerugian pada posisi salah yang pertama perlu segera ditutup dan kita segera mengambil langkah lain untuk mengambil keuntungan. Lalu, bagaimana kalau analisis kedua kita ternyata salah? Dan harga memang benar-benar sesuai prediksi pertama? Apakah kita harus melakukan switching ulang?

Semua keputusan memang terserah Anda. Tapi baik bila memperhatikan hal ini: bila berturut-turut kita melakukan analisis yang salah, tutup chart Anda dan refreshing melakukan penyegaran, evaluasi mengapa kok selalu terjadi kesalahan.

Untuk itu, ada baiknya juga memperhatikan ungkapan William O’Neil ini:

“Kebanyakan investor yang tidak punya skill, keras kepala menahan kerugiannya ketika kerugiannya masih kecil. Mereka beralasan akan bisa keluar dengan keuntungan yang minimal. Mereka tetap menunggu dan menunggu dan berharap sampai kerugiannya menjadi keuntungan. Namun disayangkan biaya yang dikeluarkan juga cukup besar.”

Maka stop loss sangat berguna di sini untuk membatasi diri dan memperbaiki disiplin trading kita.

Anda sudah mengerti cara pasang stop loss di Marketiva? Jika belum silahkan baca di sini CARA PASANG STOP LOSS

Thursday, January 24, 2013

BAGAIMANA MENGATASI PERSOALAN PSIKOLOGIS TRADER



Aloooow Brother.. apa kabar hari ini?
Sudahkah memiliki planning yang telah dipersiapkan untuk menghadapi hari ini? Hohohohoooo... Okey its good!

Hemmm, mau bicara apa nih siang-saing.. hahahhaa.. “yang asyik-asyik aja..sambil dengerin lagunya Ayu Ting Ting”

Setelah sekian lama, para trader dalam penggembaraannya selalu dihadapkan persoalan “belum berhasil” padahal ilmu sudah bertebaran dimana-mana, free dan kadang gurunya juga yang mendatangi Anda. Luar biasa hahahaha...

“Tetapi masih tetep loss dan loss, jarang WD atau gak pernah WD?”

Saya hanya bisa kasih semangat buat Anda yang masih kondisi seperti itu, kalau kasih modal.. tentu belum bisa. Kalau mau minta ilmu, tinggal baca blog saya ini saja whuahahaha....

Bagaimana Cara MengatasiPersoalan Psikologi Trader?

Maaf, saya bukan seorang master di dunia trading, karena saya juga masih perlu banyak belajar. Kalau Anda mau belajar sama saya, kadang saya juga bingung untuk memulai dari mana. Kebanyakan masalah trader itu adalah masalah psikologisnya bukan pada sistem atau money managementnya. Kalau masalah sistem dan MM, mereka rata-rata sudah menguasai. Namun dalam perjalanan sebagai trader akan dibenturkan masalah-masalah psikis bukan tentang sistem atau MM lagi. Sedang psikis seseorang tidak bisa ditransfer. Hanya ilmu yang bisa ditransfer. Kenyataannya, setelah ilmu di transfer, masih sama juga kondisinya tidak ada perubahan: Jadi memang tergantung kemampuan mengatasi psikologis sendiri inilah letak persoalannya. Dan yang bisa melepas “masalah” ini adalah diri sendiri.

Kalau masalah sistem,wah.. sistem ini saya kira bagus-bagus semua, tinggal bagaimana setiap trader berusaha mencari celah dan menutupi kelemahan sistem yang dipakai. Berusaha untuk itu lebih baik dibanding mencari sistem  baru yang lain.

Masalah psikologis trader, cobalah untuk mengevaluasi diri sendiri dan mulai memperbaiki dan fokus disitu. Biasanya meliputi: kedisiplinan, keserakahan dan ketidaksabaran. Berat ya? Ya, memang untuk memiliki akhlak mulia itu berat... tapi kalau gak mau berusaha ya tetap saja itu akan menjadi “masalah” buat Anda.

Oh ya, kenapa saya banyak bicara soal psikologi trading?

Kebanyakan trader-trader baru termakan oleh isi dari buku tentang trading dan seminar-seminar trading yang menawarkan berbagai macam indikator trading canggih yang menjanjikan profit yang sangat mudah, sangat miris saya melihat kejadian seperti ini di masyarakat. Pada akhirnya ketika trader-trader baru tersebut mulai berkecimpung di dalam Live Accountnya ternyata tidak sesuai dengan harapannya. Indikator yang mereka dapatkan ternyata banyak memberikan signal false dan pada akhirnya banyak yang mengkambing hitamkan forex sebagai bisnis yang buruk, malah kemudian ada yang menyalahkan guru-gurunya... dan hanya sedikit dari mereka yang ingin terus belajar dan akhirnya yang sedikit itu menemukan bahwa trading tidak melulu indikator tetapi psikologi/emosi yang justru lebih dominan.

Guru, pada dasarnya adalah “pengantar”,bukan pembuat “keputusan” yang menyebabkan Anda sukses atau tidak. 

Pada kenyataanya, meskipun kita sudah meniru sebuah strategi yang sangat bagus dari seorang master trading yang terkenal sekalipun, berguru privat kepada seorang guru masta master suhu pakar dan  dukun trading....... (hahahahahaa) tidak semua bahkan hanya sedikit yang bisa mengikuti sistem trading tersebut dan sebagian besar yang lain terus dan terus mengalami loss!, mengapa bisa seperti itu? karena faktor psikologis mempunyai peranan yang sangat besar saat kita sedang melakukan trading, malahan ada sebuah anekdot, hasil trading merupakan cerminan dari kebiasaan si trader tersebut entah ia ceroboh atau disiplin. Maka saya pernah menulis “Jika akhlaknya mulia, para trader akan lebih mudah untuk sukses”.


Banyak trader menaruh uang mereka beresiko tanpa batas. Sulit membayangkan perdagangan tersebut tidak membawa frustrasi dari waktu ke waktu.  Nah, modal itu jelas; yang sanggup kita kehilangan. Ini  bicara risiko.  Saya sendiri mungkin berbeda cara memandang risiko. Itu sah-sah saja, isi otak kita beda dan latar belakang kehidupan ekonomi keluarga juga lain. Misal, seseorang atau sebutlah si Suta, ketika ia menaruh modal $100 maka dia biasa merisikokan semua; katakanlah pilihan MC atau profit. Sementara  karena dia masih punya  modal di akun lain $1000 yang dirisikokan 10 % misalnya, dll.. dll. Tentu beda dong, dengan mereka yang memiliki cuma satu akun dan modal pas-pasan $100, lalu dia berani merisikokan semuanya.

Jika sama-sama MC dari kedua trader itu maka dampaknya jelas beda: Trader yang satu Cuma ngakak dan yang lain malah menangis dan putus asa.

Jadi kalau bicara MM sebenarnya tidak saklek. Ini berhubungan dengan kemampuan trader dan keberanian trader mengelola trading mereka. Namun,.. kalau bicara bab ini bisa gak selesai dalam satu tulisan. Intinya saja, bahwa setiap trader memiliki acuan yang berbeda tentang MM.
Yang penting, kita dalam menerapkan MM adalah mengetahui apa yang diinginkan dari menerapkan MM yang mau kita pakai.

Ada yang konsultasi sama saya berkenaan dengan kegagalan tradingnya yang berulang dan berulang. Saya hanya memberi saran agar dia cek dan ricek terhadap : sistem, MM dan psikologi tradingnya. Di forex, ublek-ublek ya  masalah itu-itu saja. Jadi tinggal mengevaluasi dimana kelemahan yang membuatnya gagal. Alasan klasiknya, mereka bicara tentang  salah analisa, tidak bisa memprediksi arah pasar, faktor psikologis yang meliputi keserakahan, tidak disiplin dan tidak bersabar.

Hemm...persoalan trader sebenarnya telah mengkrucut meliputi bagian-bagian sensitif  karena bisa jadi jawaban juga sangat beragam. Dan pertanyaan mudah yang jawabannya sulit adalah Bagaimana menganalisa pergerakan harga yang benar dan tepat,  bagaimana tanda-tanda trend baru dimulai atau akan berakhir, dimana kepala dan dimana kaki, dimana batas-batas pergerakan harga yang akan dilalui hari ini. 

Bicara forex itu bicara probabilitas. Kalau masalah ketepatan dan kebenaran saya belum pernah bertemu orang yang benar-benar berani mengatakan “tahu” pergerakan harga semenit kedepan. Artinya semua masih sebatas analisa dan analisa... Dan, analisa itu “bisa salah”. Kalau benar, itu bukan menjadi analisa lagi tetapi sudah bagian dari kebenaran itu sendiri. Tetapi saya gak mau bahas masalah-masalah  rumit seperti ini, gak terlalu penting. Pentingnya adalah bagaimana kita berhak menganalisa dengan skenario-skenario tertentu dengan kemampuan yang dimiliki trader; entah itu menggunakan price action, indikator, analisa news ....dll. Saya tidak terlalu fanatik dengan sebuah sistem. Karena sistem adalah rangkaian-rangkaian analisa yang dibakukan untuk dijalankan dalam trading.

Ya, membuat skenario buy atau sell, skenario analisa  apa yang mesti harus dilakukan; ini dimasukkan dalam rule sistem. Kalau sudah target profit apa yang mesti harus dilakukan, termasuk, jika salah analisa... masukkan rulenya. Jadi kalau floating tidak bingung. Semua sudah ada rulenya. Kita tinggal jalankan saja.

Bagaimaa kalau loss? Ya, trading kan ada risiko loss. Karena ya itu tadi...” belum ada orang yang tahu pergerakan satu menit kedepan” Jika sudah ada, tentu tidak akan ada kata “loss lagi”. Logikanya demikian.... Cuma, dalam trading, ada ilmu money management.. Nah, inilah “obat” untuk ketidaktahuan pergerakan satu menit kedepan.

Pokoknya begini saja,  "Setiap kemalangan, setiap kegagalan, setiap sakit hati  akan membawa benih manfaat yang sama atau lebih besar." Ini harus ditanamkan dalam diri seorang trader.

Mulai saja dari keinginan untuk sukses dan berhasil (meski modalnya belum ada hwhuahahaha). Saya pernah melakukan hal ini sebelumnya, yang saya yakini "Titik awal dari semua prestasi adalah keinginan.”  Jadi ya perlu terus-menerus untuk ditanamkan dalam benak. Lemahnya keinginan membawa lemah  hasil, maka meski keinginan sederhana (kecil) kalau berkobar-kobar semangat dan upaya yang disertai doa kan akan sama seperti jumlah kecil api bisa membuat api yang besar dan berkobar."

Tidak ketinggalan juga mengembangkan imajinasi, bagi saya imajinasi adalah bengkel pikiran, dan saya yakin pikiran mampu mengubah energi menjadi pencapaian dan kekayaan.

Pikiran kita jalan, berusaha sekuat tenaga agar tercapai keinginan insya Allah pada akhirnya juga Tuhan kasih jalan dan solusi. Orang gila aja yang pikirannya gak jalan masih bisa makan.. whuahahahaha.

Yang penting hilangkan “gengsi”. Maju terus pantang menyerah sampai berdarah-darah pun harus dilakoni.. tetapi kalau bisa sih, bernasib baik tanpa harus berdarah-darah...!

Yang saya yakini lagi bahwa Dunia memiliki kebiasaan memberi ruang bagi orang yang tindakannya menunjukkan bahwa ia tahu ke mana ia pergi. Makanya fokus dalam cita-cita, meski lagi bokek! Whuahahahahaha.....

Saya ingat, pernah membaca buku yang tertulis didalamnya, "Salah satu penyebab paling umum kegagalan adalah kebiasaan berhenti ketika orang yang dikalahkan oleh kekalahan sementara."
Nah, sampai dimanakah Anda? Mulailah dari sistem trading Anda, MM dan kaji lebih dalam lagi psikologi trading Anda. Jika masih bingung semua itu, saya sarankan untuk berguru..privat yang bisa menjawab kegaulauan-kegalauan Anda selama ini!

“Berguru kepada siapa ya?

“Maaf,aku juga bingung  menjawabnya...! Whuahahhahaa”

Woke, seemoga sekarang Anda paham cara mengatasi masalah persoalan psikologis trader..!

.................................
Untuk temen-temen yang ingin membuat akun di Fxclearing, Silahkan baca panduannya disini

Tuesday, January 22, 2013

BEKAL BUAT TRADER

Kita bicara fenomena trader saat ini.. hemmm luar biasa, memang. Mati satu tumbuh seribu... selalu muncul pemula-pemula bak tumbuhnya jamur di musim hujan. Forex telah menjadi incaran dan target baru anak-anak muda. Bahkan yang lagi studi di kampus pun tidak mau ketinggalan, bahkan kuliah jadi sering bolos dilakoni khakhakhakha...

Apa yang akan Anda andalkan di forex ini anak muda...!  Mimpi? Cita-cita mulia, ingin kaya dan membantu naik haji buat orang tua? Hemmm... sabar anak muda! Menurut saya, yang bisa diandalkan di forex ini adalah ilmu dan keahlian, besarnya modal dan seberapa kuat Anda mampu menghadapi polemik-polemik yang akan ditimbulkan dari menjadi seorang trader!

Anda butuh bekal..! Ya.. Anda trader pasti butuh bekal... Artikel ini buat Anda...!
Menjadi seorang trader  yang sukses, itu tidak mudah: Mimpi saja tidak cukup. Memiliki modal yang besar saja juga tidak cukup. Mempunyai keinginan yang besar akan kesungguhan menekuni forex ini, juga tidak cukup. Semua terintegrasi: ilmu dan keahlian, besarnya modal dan seberapa kuat Anda mampu menghadapi polemik-polemik yang akan ditimbulkan dari menjadi seorang trader!

Mengapa ilmu dan keahlian? Karena itu adalah langkah awal untuk memasuki dunia baru. Tanpa ilmu dan keahlian, atau sok mampu padahal belum mampu... sok bisa padahal masih belum bisa. Sok master padahal masih bau kencur... ini awal yang keliru. Kerendahan hati mungkin ini lebih dibutuhkan daripada sok jagoan. Selalu kosongkan isi kepala untuk menerima sesuatu yang baru. Lalu akal kita pergunakan untuk menyaring inti dari sebuah ilmu. Karena "pasti" ada sesuatu yang berharga dari setiap ilmu  yang mengalir ke dalam diri Anda. Itulah bekal Anda! Ilmu.... ya, ilmu!

Saya tidak peduli Anda berguru kepada siapa.... Saya tidak urus dengan apa yang Anda pikirkan dan apa yang akan Anda jalankan dari apa yang telah Anda dapatkan. Itu urusan Anda dan hak Anda! Itu juga yang akan menjadi bagian dari "diri sendiri" Anda. Karena saya percaya istilah "fenomena dialektika"... Waduh, bahasa apa pula ini... khakhakakahaa....

Cara gampangnya saja begini anak muda! khakhakahaa... Jika suatu saat ada pengajian di RT 5 RW 2 di kampung Anda dan di RT 10 RW 6 di kampung Anda juga kebetulan ada pengajian. Hayooo bingung thow?

Kesimpulannya: Anda tidak bisa menikmati hasil dari keduanya pada saat bersamaan. Tetapi Anda tetap akan dapat "ilmu" dari tempat yang telah Anda datangi itu. Yang gak dapat apa-apa kan yang tidak hadir di kedua tempat itu. Begitulah maksud saya,Ndul! khakhkhaakha..

Jadi kemanapun Anda belajar, Anda akan dapat ilmu. Jika Anda hadir di pengajian RT 5 tentu Anda tidak akan mendapat hasil dari pengajian di RT 10. Dan Anda tidak bisa menjelekkan Si Naya, si Suta yang tidak bersama Anda ikut mengaji di RT 5. Si Naya dan si Suta telah mengikuti pengajian di RT 10 yang secara otomatis mendapatkan ilmu juga yang tidak didapatkan mereka yang mengaji di RT 5. Jelas banget maksud saya kan?

Kedua, adalah masalah modal.
Trader itu membutuhan operasional yang cukup besar. Dari rokok (bagi perokok), kopi dan biaya koneksi, biaya kumpul-kumpul dengan sesama trader, dll.... Belum lagi sewa VPS kalau menggunakan EA... Beeuuuuh....! Emang murah menjadi trader? khakhakahkahakhaaa..
Maka pertimbangkan juga masalah modal...anak muda! Idenya adalah: bagaimana pencapaian target Anda adalah yang lebih dari yang Anda butuhkan  dalam anggaran operasional sebagai trader! Anda yang tahu dan Anda yang bisa menghitungnya...! Kalau masalah profit, bawa kesini biar saya hitungkan..! khakahkahakhaa

Ketiga, masalah-masalah yang muncul kemudian.
Nah, ini tidak kalah pentingnya, banyak persoalan pelik dan klasik yang meliputi; loss, MC, tidak bisa profit konsisten dan lain-lain. Ini selamanya akan menjadi topik yang asyik bagi para trader! Kemana-mana persoalannya ya sama... "itu-itu saja!"

Nah, persoalan "itu-itu saja" inilah yang perlu direnungi dan dievaluasi. Pasti Ada solusi wong cuma "itu-itu saja" koq. Yang rumit saja di kehidupan normal juga akhirnya beres.. mosok baru segitu, koq jadi pecundang! Maksud saya, putus asa banget untuk hal sepele (tapi dibesar-besarkan...) Gak bakalan deh akan bertahan menjadi trader sejati, kalau jadi pecundang! khakhakaha... Anda hanya butuh waktu koq.. butuh jam terbang.. butuh pengalaman. Persoalan utama sebenarnya karena Anda tidak sabar... Jadi bukan forexnya dong yang disalahin..! Iya..! Forexnya saja sudah sabar dan akan sabar...!  Dan dia akan ada 1000 tahun lagi..! khakhakahkahaa....

Waduh, sudah siang.. sarapan dulu anak muda!!! Semoga ini bisa menjadi bekal buat Anda..wahai TRADER...! Bisa pula buat sarapan pagi..!