Sunday, May 29, 2011

Manajemen Modal

Bagian ini akan membahas:
  • Konsep dasar manajemen modal
  • Martingale
  • Anti Martingale
  • Averaging
  • Pyramiding
  • Fixed Fraction
Manajemen Modal (money management) dalam artian finansial adalah sebuah proses penempatan modal di masa kini dan perencanaan modal di masa datang. Proses penempatan manajemen modal tersebut, lama-kelamaan mengalami evolusi dan terus menyesuaikan diri dengan wadahnya sehingga akhirnya memiliki banyak keragaman persepsi.

Para penasehat manajemen modal keuangan biasanya akan berfikir keras untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berapa yang harus dialokasikan, apa saja resikonya dan berapa besar peluangnya?

Hal yang sama juga berlaku dalam dunia trading. Manajemen Modal juga harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sehingga dari sini, maka banyaklah istilah-istilah yang disandarkan kepada Manajemen Modal bermunculan, diantaranya adalah alokasi aset, pengukuran posisi, alokasi portofolio, manajemen posisi atau bahkan manajemen modal perdagangan (terj. bebas dari trade management).

Keseluruhan istilah tersebut pada dasarnya memiliki perbedaan di ciri khas masing-masing, namun memiliki banyak persamaan. Sehingga manajemen modal tidak ada salahnya jika demi kepentingan praktis istilah-istilah tersebut disejajarkan.

Tipe-tipe Manajemen Modal

Metode Manajemen Modal memiliki banyak variasi, namun umumnya metode yang ada paling tidak masuk dalam dua katagori, yakni “add winning” or “add loosing”.

Menambah pada posisi untung, jika tidak menggunakan asumsi penggandaan naik (doubling up) maka pilihan jatuh pada Pyramiding. Dan jika manajemen modal menggunakan prinsip tersebut, maka pilihan jatuh pada metode Anti Martingale.

Dan Menambah pada posisi rugi, akan masuk dalam dua katagori manajemen modal. Menggunakan prinsip penggandaan menurun (doubling down) maka jatuh pada katagori Martingale, dan jika tidak menggunakan prinsip tersebut, maka pilihan manajemen modal jatuh pada Averaging.

1. Martingale

Martingale merupakan teori manajemen modal probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu dimasa tertentu dengan masa sebelumnya dengan menggunakan prinsip penggandaan. Metode ini dipopulerkan pada abad ke 18, oleh Paul P. Levy dan pertama kali digunakan sebagai salah satu metode tebak-tebakan (betting) di Francis.

Dalam dunia manajemen modal trading, Martingale dapat diartikan sebagai proses mendapatkan keuntungan sekaligus menutup kerugian dari transaksi sebelumnya dengan keuntungan pertama dari transaksi selanjutnya, melalui penggandaan modal.

Sehingga, setiap kali nilai manajemen modal menurun, ukuran transaksi selanjutnya meningkat. Dengan kata lain, manajemen modal Martingale memilki karakter dasar; resiko meningkat sesuai dengan meningkatnya kerugian. Jika seorang trader mengalami kerugian dalam satu kali perdagangan, maka ukuran lot dalam perdagangan kedua harus meningkat, dalam hal ini menjadi 2 lot.

{break}
Sebagai contoh manajemen modal, dalam satu hari, seorang trader merencanakan 5 kali transaksi EUR/USD, stoplloss dan target profit 50 poin,dan Equity awal =$50,000, Lot berganda. Dengan kondisi perdagangan ternyata 4 kali transaksi loss terjadi berurutan, dan hanya satu transaksi yang menghasilkan keuntungan.

Cara kerja manajemen modal Martingale akan menjadi seperti ini:
 
  • 1 lot transaksi loss x 50 points = -$500
  • 2 lot transaksi loss x 50 points = -$1,000
  • 4 lot transaksi loss x 50 points = -$2,000
  • 8 lot transaksi loss x 50 points = -$4,000
  • 16 lot transaksi profit x 50 points = +$8,000
  • Total lot = 31
  • Total Loss = -$7,500
  • Total Profit = +$8,000
  • Net Profit/ Loss = $500
  • Total Equity = $50,500
Metode manajemen modal Martingale hanya membutuhkan sekali kemenangan dalam sekian (n) kali perdagangan, untuk menutupi seluruh kerugian akibat perdagangan sebelumnya dan sekaligus meraup keuntungan.

Contoh manajemen modal diatas membahas bahwa pada transaksi kelima, anda memperoleh keuntungan sebesar $8,000 untuk 8 lot yang berarti profit bersih sebesar $500 setelah 4 kerugian berurut.

Table 1 adalah contoh dimana anda membeli 1 lot EUR/USD pada harga 1.2960 dan menggandakan jumlah lot setipa penurunan 30 pip (2 lot pada level 1.2930, 4 lot pada 1.2900 dls). Sehingga manajemen modal jumlah lot menambah dan harga menurun pada waktu yang sama, Pada transaksi keenam, jumlah total lot akan 63 lot dengan harga rata2 1.2839. Seorang trader harus selalu berhati-hati dalam strategi tersebut karena market tren dapat menghabiskan equity sehingga perlu ada batasan jumlah transaksi.
Martingale
Table 1 Martingale {break}
Daripada menutup kerugian perdagangan, manajemen modal Martingale yang populer sekarang lebih memilih likuidasi posisi pada saat harga perdagangan mencapai average tertentu plus keuntungan sekian poin. Disini, seorang trader tidak perlu melakukan likuidasi posisi walau dalam keadaan rugi, bahkan harus menggandakan lot setiap kali kerugian mencapai titik tertentu, sampai akhirnya seluruh kerugian tersebut tertutupi ketika harga mencapai titik average. Sistem Martingale seperti ini adalah yang paling populer dan telah diadopsi oleh banyak Automatic Trading Sytem (robot).

Ancaman akan muncul ketika harga bergerak satu arah, seperti uptrend dan downtrend.

2. Anti Martingale

Dari namanya, metode manajemen modal ini sudah menjelaskan posisinya. Secara kontras dengan Martingale, Anti Martingale tidak akan menggandakan posisi ketika mengalami kerugian. Penambahan hanya terjadi jika posisi dalam keadaan untung. Jadi, resiko manajemen modal akan ditingkatkan sesuai dengan peningkatan keuntungan, tujuannya adalah agar keuntungan yang dicapai semakin tinggi.

Keunggulan yang bisa kita ambil dari manajemen modal ini adalah potensi Anti Martingale dalam menciptakan keuntungan bola salju. Semakin jauh perjalanan semakin besar keuntungan. Namun penting untuk membatasi jumlah transaksi, karena satu trade dapat mengakibatkan kerugian besar

Untuk contoh, simak tabel 2 dimana anda membatasi jumlah transaksi ke lima. Anda membeli EUR/USD pada harga 1.2900 and menggandakan lot setiap kenaikan 50 pip sampai kali kelima di level 1.3100 dengan jumlah lot 16. Setelah level ini, anda tidak akan menambah posisi, kemanapun arah market, sehingga anda akan ada 31 lot sebagai posisi terbuka.
anti martingale
Table 2 Anti Martingale

Kelemahannya akan muncul ketika harga mengalami konsolidasi atau reversal. Jika tidak cepat dintisipasi, akumulasi keuntungan manajemen modal tersebut dengan cepat bisa surut

Gambar 3 adalah contoh transaksi, dimana seorang trader membeli 1 lot EUR/USD pada harga 1.2900. Pada transaksi kelima di harga 1.3100, anggaplah harga turun ke 1.3050. Trader tersebut akan menghilangkan sebagian besar profit dan akan memiliki kerugian sebesar -$2,500. Asumsikan kerugian tersebut tidak terjaga dan EUR/USD terus menurun ke 1.2900 (level awal), anda akan memiliki loss sebesar $33,000 untuk 31 lot.
{break}
anti martingale
Gambar 3 Anti Martingale
3. Cost Averaging

Definisi paling mudah bagi metode manajemen modal ini adalah “menambah pada posisi rugi”. Sekilas, metode manajemen modal ini memiliki kemiripan yang sangat dengan Martingale Averaging, karena keduanya menitik beratkan penambahan posisi pada saat transaksi sebelumnya mengalami kerugian.

Namun agar lebih jelas, mari kita lihat contoh; Jika seorang trader bertransaksi EUR/USD  dan menggunakan metode Cost Averaging 20 poin, dalam 6 kali transaksi.
Cost Averaging
Table 4 Cost Averaging
Pada tabel 4, dapat dilihat bahwa manajemen modal total lot yang dihasilkan hanya berjumlah 6, sesuai dengan jumlah transaksi. Averaging tidak menggunakan prinsip Doubling atau penggandaan posisi, sehingga penambahan keuntungan tidak secepat Martingale. Namun demikian, potensi kerugian yang ditimbulkan pun tentunya lebih kecil dibanding Martingale

Faktor manajemen modal yang kedua adalah, Cost Averaging  tidak bertujuan untuk satu kali kemenangan, melainkan ke arah akumulasi posisi, yang umum digunakan dalam trading jangka menengah dan panjang.

Metode manajemen modal tersebut sangat sering diaplikasikan ke pasar Forex, saham, dan reksa dana, tetapi tidak begitu terkenal untuk futures karena ada tanggal kadaluarsa.
{break}
4. Pyramiding

Manajemen modal Pyramiding, adalah kebalikan secara total dari metode Cost Averaging. Yakni; “menambah pada posisi untung”.

Manajemen modal seorang trader mengalokasikan dananya sebesar $10,000 untuk trading EUR/USD, dan membeli 2 lot diharga 1.2900, dan akan kembali membeli 2 lot jika harga Euro mencapai 1.3000, dan seterusnya, maka Devy hanya membutuhkan 5 kali transaksi dengan trend bergerak 400 poin untuk membuat return 200% seperti yang dapat dilihat pada tabel 5.
Pyramiding
Tabel 5 Pyramiding
Logika dibalik Pyramiding adalah jika pasar bergerak sesuai dengan yang diharapkan, maka kemungkinan besar trend sedang terjadi. Dan tambahan posisi perlu dilakukan dengan harapan pasar akan meneruskan arah sesuai dengan trend, dan manajemen modal ini bisa sangat powerful dalam menciptakan keuntungan.

Namun bagaimanapun, setiap metode manajemen modal memiliki kelemahan tersendiri. Pyramiding bisa juga mengecewakan jika harga bergerak tidak sesuai dengan perkiraan atau harapan sebelumnya.{break}
5. Fixed Fractional Position Sizing

Manajemen modal jenis ini beserta variasinya merupakan metode yang pernah terbanyak dan paling direkomendasikan oleh trader profesional dan mungkin kita disadari atau tidak telah menggunakan metode manajemen modal ini sejak lama.

Secara sederhana, Manajemen modal Fixed Fractional method adalah penentuan ukuran posisi secara tetap (fixed) berdasarkan persentase manajemen modaltertentu dari jumlah jumlah modal.

Sebagai contoh, seorang trader katakanlah seorang trader memiliki modal $10,000 dan menggunakan Fixed Fractional Method 5%, maka ia tidak akan mau menerima resiko lebih dari $500 ($10,000 x 0.05) dalam setiap transaksi yang dilakukannya.

Dan jika ia adalah EUR/USD trader, maka manajemen modal ia akan menempatkan stop loss 50 poin lebih rendah dari harga beli, atau 50 poin lebih tinggi jika mengambil posisi jual, dengan ukuran stop tersebut berarti dia hanya akan menggunakan manajemen modal 1 lot dalam transaksinya.

Dan jika, ia kemudian memutuskan untuk meningkatkan resikonya menjadi 10%, maka ia dapat menambah jumlah posisi menjadi 2 lot dalam transaksi tersebut.
$ 10,000 x 0.10 = $ 1,000 $ 1,000 =2 lots $ 500
Jumlah kontrak yang dipilih untuk trading bisa meningkat dengan modal. Asumsikan risiko maksimum sebesar 10% per transaksi. Artinya untuk setiap $10,000, anda dapat be-resiko $1,000 per trade.

Sebagai contoh manajemen modal, tabel 6 memperlihatkan bahwa untuk setiap peningkatan $10,000 modal, satu lot ekstra dapat ditambah untuk trading, karena setiap lot membutuhkan $1,000 sebagai margin. Jika modal meningkat ke $20,000, 2 lot dapat diperdagangkan. Jika modal turun balik ke $10,000, hanya 1 lot diperbolehkan seperti sebelumnya. Semakin tinggi modal, semakin tinggi lot

Manajemen modal, resiko sesuai dengan persentase yang sudah ditentukan sebelum  manajemen modal
Tabel 6 Fixed Fraction
Review
  • Manajemen modal berkaitan dengan resiko untuk setiap transaksi
  • Ada dua jenis konsep manajemen modal yaitu berdasarkan transaksi terakhir dan berdasarkan ekuiti.
  • Jenis manajemen modal pada umunya menambah posisi pada saat untung atau rugi dengan jumlah lot tetap atau dengan penggandaan.
  • Melalui Fixed Fractional Anda dapat memilih persentase resiko yang ingin digunakan.
  • Semakin tinggi persentase resiko terhadap ekuiti, semakin sedikit transaksi rugi yang mampu Anda terima.

Manajemen Resiko Trading

Pengertian Manajemen Resiko
  • Dasar manajemen resiko
  • Pengertian resiko setiap transaksi
  • Pengertian mengenai resiko pasar
  • Risk to reward ratio dan Pareto principle
Manajemen resiko seseorang yang bekerja atau berwirausaha di kawasan strategis, setiap harinya berhadapan dengan kondisi jalanan yang macet. Seseorang tersebut bisa saja yakin dapat sampai di kantor tepat waktu. Namun, tentu kondisi di jalanan tidak ada yang tahu, misalnya pohon tumbang akibat hujan sebelumnya, atau jalanan ditutup atau faktor lain yang dapat menyebabkan terhalangnya perjalanan.

Kemampuan seseorang tersebut dalam mengelola ketidakpastian di jalanan adalah salah satu bentuk manajemen resiko.

Sama halnya dengan dunia finansial. Resiko adalah ketidakpastian yang bakal terjadi dari setiap situasi dan keputusan yang kita ambil. Hanya saja konsekuensi dari manajemen resiko tersebut adalah berkurang atau hilangnya sebagian dana kita.

Manajemen resiko membantu Anda untuk mengenali resiko apa saja yang mungkin dihadapi dan apa saja cara yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya.
{break}
Manajeman Resiko penting yang perlu diperhatikan
Dalam trading, manajemen resiko sangat dibutuhkan, karena banyak resiko yang Tentunya banyak jenis resiko yang ada di alam ini yang senantiasa mengintai Anda dalam melakukan aktifitas trading. Dua risiko penting adalah:

1. Manajemen Resiko trading/bertransaksi

Manajemen resiko trading adalah resiko yang Anda ambil ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan dalam setiap keputusan. Resiko jenis ini sepenuhnya dibawah kontrol Anda.
a. Resiko total equity

Manajemen resiko Profesional biasanya menganjurkan resiko total dibatasi maksimum hanya sampai 20-30%, jika Anda cukup confident, maka Anda bisa menyesuaikannya.

b. Resiko per kali masuk posisi

Setelah Anda menentukan batasan resiko equity, barulah manajemen resiko stoploss dapat ditentukan. Metode untuk menentukan stoploss beraneka ragam. Tapi sebaiknya manajemen resiko anda harus melihatnya dari total equity.
Tabel 1 di bawah memberikan gambaran manajemen resiko, bahwa semakin banyak resiko yang Anda ambil, semakin sedikit transaksi yang dapat dieksekusi. Jika Anda ingin menggunakan 1% dari total equity dalam setiap transaksi, maka Anda memiliki 100 kali kesempatan transaksi. Jika Anda memilih 5% dari total ekuiti, Anda akan memiliki 20 kesempatan. Hal ini perlu di pertimbangkan manajemen resikonya agar Anda dapat menemukan rasio risk reward yang sesuai.
manajemen resiko
Tabel. 1 Perbandingan resiko per transaksi dan kesempatan
Dalam tabel tersebut, dapat dilihat bahwa semakin besar presentase resiko, maka semakin mengecil jumlah kesempatan yang kita miliki. Banyak pihak, menyarankan manajemen resiko tidak boleh lebih besar dari 2% total ekuiti per transaksi, sehingga walaupun 25 kali kesalahan terjadi berurutan, Anda masih memiliki 50% ekuiti untuk dapat memulihkan kinerja trading.
{break}
2. Market risk

Manajemen resiko ini adalah resiko yang sudah dimiliki oleh pasar dengan sendirinya, baik sebelum Anda terlibat didalam maupun sesudah itu. Anda sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal menganalisa dan mencari cara mengatasinya.

Setiap instrumen trading memiliki keunikan tersendiri, 3 manajemen resiko terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah:

Perubahan harga dan volatilitas


Yang pertama dan yang paling dasar adalah perubahan harga pasar. Perubahan ini tentunya akan menciptakan manajemen resiko tersendiri bagi aktifitas trading Anda. Saham yang berkapital besar biasanya bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index juga sama, beberapa index dan mata uang bergerak lebih stabil dibanding yang lain.

Volatilitas yang tinggi, terutama jika dibarengi dengan range pergerakan yang besar, dapat memaksa Anda untuk melonggarkan batasan resiko yang sudah Anda tentukan, misalnya manajemen resiko dengan cara menempatkan stop loss yang lebih jauh.

Liquidity risk

Untuk melikuidasi posisi saham, biasanya data Anda akan di input dalam daftar antrian. Jika pasar dalam keadaan turun, dan pembeli sulit ditemukan, Anda mungkin tidak dapat melikuidasi posisi hingga kerugian besar menimpa Anda. Resiko seperti ini juga harus dipertimbangkan dalam manajemen resiko, dan mencari cara untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul tersebut, Anda bisa saja, misalnya, melakukan shot sell (jika memungkinkan) atau melakukan hedging di pasar future atau pasar CFD.

Manajemen resiko likuiditas seperti ini bagi instrumen futures atau derivative lain sangat minim, terutama setelah adanya aktifitas online trading, yang memungkinkan pelaksanaan transaksi secara elektronik.

Risiko leverage dan margin

Resiko leverage dapat diartikan sebagai manajemen resiko yang muncul akibat penggunaan skala modal yang lebih besar dibanding modal yang disetorkan. Misalnya Anda dapat membeli atau menjual suatu instrumen seharga $ 100,000,- dengan hanya menyetorkan jaminan dana sebesar $1,000. Jaminan tersebut bukanlah jumlah maksimum kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda, namun sebagian dari modal total yang Anda setorkan juga turut menanggung resiko tersebut. Hal ini terjadi karena leverage mengandung dana pinjaman dan kita harus membayarnya kepada broker jika transaksi berjalan buruk.

Overnight risk

Untuk manajemen resiko instrumen berjangka, Anda menyimpan posisi overnight. Berita tertentu dapat menyebabkan market untuk bergerak di arah yang diinginkan atau sebaliknya. Terkadang, anda tidak dapat menyimpan order likuidasi ketika market tutup. Sehingga nenyimpan posisi overnight merupakan manajemen resiko yang perlu dipertimbangkan.

Contohnya: untuk Lehman Brothers (LEH). Sehari sebelum pengumuman kebangkrutan, saham LEH menutup pada harga $4.00. Pada hari kebangkrutan, LEH membuka pada harga $0.24. Penurunan ini adalah sebesar 94% dalam sehari. Posisi jual akan menghasilkan keuntungan luar biasa pada hari itu, sebaliknya posisi beli akan menggerus keseluruhan modal.
{break}
Asumsi manajemen resiko yang perlu diperhatikan

Dalam menyusun manajemen resiko, ada tiga hal yang perlu Anda pertimbangkan sebagai bahan dasar pengelolaan resiko Anda, yang pertama adalah rasio risk to reward, kedua adalah rasio win loss dan yang ketiga adalah prinsip Pareto.

1. Risk to Reward Ratio

Adalah manajemen resiko rasio yang digunakan untuk membandingkan potensi keuntungan dengan resiko dalam setiap pengambilan keputusan transaksi. Risk reward ratio dalam hal ini berbeda dengan yang umumnya dipahami, dalam dunia trading istilah tersebut digunakan sangat sederhana sebagai sebuah gambaran tentang manajemen resiko yang Anda akan ambil untuk mendapatkan sejumlah tertentu keuntungan.

Misalnya jika Anda memiliki rasio risk reward 5:1, bukan berarti bahwa Anda secara nyata menerima keuntungan 5 kali lebih besar dibanding resiko. Sekali lagi bahwa hal ini adalah rasio bukan fakta.

Untuk menyusun rasio risk reward bagi setiap orang akan berbeda-beda dan bersifat subjektif. Investor bermodal besar akan memiliki tingkat penerimaan terhadap resiko lebih besar dibanding pemodal kecil. Faktor personal lain manajemen resiko, seperti tujuan, karakter dan usia juga berpengaruh dalam menyusun rasio.

Untuk menyesuaikan rasio tersebut ke dalam aktifitas transaksi manajemen resiko juga tidak terlalu rumit, ada banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan merubah komposisi modal, stop loss atau bahkan dengan merubah exit point.

Menyusun rasio anda sendiri

Penyusunan manajemen resiko reward tidak perlu rumit, bahkan sangat sederhana . Anda hanya perlu menjawab dua pertanyaan di bawah ini;
  1. Berapa jumlah keuntungan yang Anda inginkan dari setiap transaksi? Berapa jumlah dana yang rela Anda tempatkan ke dalam resiko untuk mendapatkan keuntungan tersebut?
     
  2. Setelah Anda menjawabnya, bagilah jumlah keuntungan tersebut terhadap jumlah resiko yang Anda relakan, dan hasilnya Anda telah mendapatkan rasio risk reward Anda sendiri.
2. Win Loss Ratio

Rasio ini bermaksud mengukur seberapa besar presentase manajemen resiko kemenangan berbanding kerugian yang dihasilkan oleh sistem trading Anda.

Untuk mendapatkannya, Anda tentunya harus memiliki sistem manajemen resiko terlebih dahulu, susunlah sistem tersebut dan uji hasilnya baik dalam bentuk back testing ataupun forward testing dengan menggunakan demo account.

Anda juga dapat melakukannya dengan test visual melalui grafik jika itu mudah dilakukan. Setelah itu, catatlah hasil berapa kali sistem tersebut menghasilkan keuntungan dan berapa kali menghasilkan kegagalan. Dengan demikian manajemen resiko Anda telah mendapatkan win loss ratio.
{break}
3. Pareto Principle

“Vital few and trivial many”. Prinsip Pareto mengatakan bahwa 20% dari sesuatu itu selalu mendatangkan hasil 80%. Atau dengan kata lain, 80% hasil diperoleh dari 20% aktifitas, dan 20% dari hasil selalu diperoleh dari 80% aktifitas. Dalam artian trading, profit yang efektif itu datang hanya dari sebagian kecil (20%) aktifitas transaksi Anda.

Anda tidak harus mengadopsi angka prinsip ini secara persis, yang terpenting yang harus kita pahami adalah bahwa kebanyakan dari aktifitas trading biasanya hanya menyumbang sebagian kecil bagi pertumbuhan modal kita.

Sebagai contoh manajemen resiko, katakanlah sebuah metode memiliki probabilitas 60% kekalahan dan 40% kemenangan. Prinsip diatas dapat berjalan seperti ilustrasi dibawah;

10 Transaksi EUR/USD; setiap transaksi memiliki SL 50 poin dan TP 100. 6 dari transaksi tersebut terkena stoploss dan menghasilkan kerugian, 4 lainnya menghasilkan keuntungan.
  • 6 Transaksi Loss x 50 poin (pips) x $10/poin =- $3,000
  • 4 Transaksi Profit x 100 poin x $10/poin = +$4,000
  • Net Profit/ Loss = +$1,000
Artinya bahwa dengan mengelola manajemen resiko trading Anda, metode yang buruk sekalipun masih dapat Anda manfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

Review
  • Ketika trading, hal yang perlu Anda perhatikan dalam manajemen resiko adalah seberapa besar total kekayaan Anda yang siap Anda tempatkan ke dalam resiko. (Saran pada umumnya berkisar antara 20¬% dan 30%..
  • Hal lain yang perlu diperharikan ketika trading adalah manajemen resiko pergerakan harga, volatilitas, resiko margin dan juga resiko untuk posisi overnight
  • Rasio risk to reward akan memberikan perbandingan manajemen resiko yang diambil terhadap profit yang dihasilkan.

Time Frame dan Stoploss

Time Frame

Time frame adalah salah satu penyebab buruknya kinerja trading, bila terjadi kesalahan memilih time frame yang sesuai dengan kebutuhan atau karakter investor bersangkutan.

Seseorang bisa saja menganggap time frame weekly atau time frame daily chart bergerak sangat lamban dan menghasilkan sinyal yang sedikit. Menurutnya time frame, grafik intraday lebih sesuai, menghasilkan banyak sinyal dan bergerak cepat sesuai metode dan kepribadiannya. Tetapi time frame seorang yang lain dapat merasakan yang sebaliknya

Menggunakan time frame dalam grafik memungkinkan anda untuk mengambil keputusan berdasarkan strategi trading. Seorang trader yang menggunakan grafik time frame daily atau time frame weekly dan bertransaksi hanya beberapa kali setahun embutuhkan modal lebih besar. Jangka waktu atau time frame lebih panjang juga berarti penambahan biaya overnight and resiko gap (terutama dalam perdagangan saham dan futures)

Seorang trader yang menggunakan grafik time frame 1-15 menit, cenderung bertransaksi sekitar 200 lot sebulan, dengan profit kecil. Pembutuhan modal biasanya kecil, asalkan tidak terlalu banyak kerugian yang berurut dan tidak ada biaya overnight karena posisi biasanya ditutup pada hari yang sama.

Berikut ini adalah panduan untuk menyesuaikan time frame berdasarkan strategi anda:
Time Frame Long term
Grafik : time frame Daily (D1) & time frame Weekly (W1)
Transaksi : Biasanya 2 atau 3 trades/ tahun, potensi profit besar
Drawdown : Besar akibat stoploss yang jauh
Overnight : Biaya overnight dan resiko gap

Time Frame Short term
Grafik : time frame Hourly (H1)
Transaksi : Medium, 5-20 transaksi/bulan, potensi profit relatif besar
Drawdown : Lebih sedikit, stoploss kecil
Overnight : Ada biaya jika disimpan overnight

Time Frame Intra day
Grafik : time frame Minutely, 1 menit (M1), 5 menit (M5), 15 menit (M15)
Transaksi : 20-100an / bulan, potensi profit kecil per transaksi
Drawdown : Besar, akibat gejolak harga
Overnight : Tidak ada biaya overnight
{break}

Penempatan Stoploss

Penentuan kapan harus keluar posisi disaat rugi atau untung memiliki manajemen sendiri. Stoploss order adalah tindakan atau perintah menutup posisi terbuka yang dipergunakan untuk merealisasikan target keuntungan atau membatasi jumlah kerugian seorang trader atau investor dalam setiap kali pengambilan keputusan trading.

Likuidasi stoploss posisi dalam trading secara umum terbagi dalam dua katagori:
  1. Stoploss order, yakni menutup posisi (close position) beli di bawah harga masuk (open position) atau menutup posisi jual di atas harga masuk yang dipergunakan untuk membatasi jumlah kerugian trading.
  2. Take Profit (target), adalah menutup posisi beli (close) di atas harga masuk (open) atau menutup posisi jual (close) di bawah harga masuk (open), yang dipergunakan untuk merealisasikan keuntungan.
Dalam manajemen trading, ada dua kategori utama cara menentukan stoploss:
1. Equity dan Margin Stop

Ekuiti stoploss merupakan stop yang termudah, seorang trader atau investor dapat menentukan stoploss level berdasarkan presentase atau jumlah tertentu dari ekuitinya setiap kali melakukan transaksi. Misalnya, seorang trader konservatif menetapkan 2% resiko dari total ekuitinya dalam setiap kali transaksi. Jika ekuitinya berjumlah $10,000, maka stoploss setiap transaksi adalah $200 atau 20 poin jika menggunakan 1 lot transaksi Euro. Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan karakter sendiri, namun umumnya profesional menyarankan tidak melebihi 5% dari equity. Sehingga bahkan dalam 10 kali kesalahan trading sekalipun, equity masih bertahan 50%.

Margin Stoploss, menentukan persentase stoploss berdasarkan margin. Seorang trader dapat menggunakan 1 lot transaksi dan menentukan stoploss berdasarkan kemampuan modal margin 1 lot, misal $1,000 setiap 1 lot transaksi. Metode ini membutuhkan trader untuk memecah accountnya $10,000 menjadi 10 bagian transaksi.

Kedua model stoploss seperti ini, menyandarkan resiko pada faktor internal penggunanya bukan dari eksternal, seperti misalnya penyesuaian terhadap karakter dan fluktuasi pasar.

{break}
2. Technical Stoploss

Cara menutup posisi yang dihitung/ dianalisis berdasarkan kondisi pasar. Penentuan stoploss jenis ini adalah yang paling direkomendasikan oleh trader profesional. Technical stoploss dapat ditentukan berdasarkan kondisi indikator atau oscillator tertentu, atau dapat dilakukan hanya melalui pengamatan pada grafik.

Berdasarkan Indikator


Perpotongan MA atau oscillator yang telah mencapai level ekstrim adalah contoh bagaimana analisa teknikal cukup membantu dalam level menentukan stop.
stoploss
Gambar 1 Contoh transaksi dan stop dengan MA, Euro Hourly
Sebagai contoh, gambar 1 memperlihatkan peluang yang dapat dimanfaatkan ketika crossover moving average terjadi. Setelah Anda mengambil posisi pada crossover pertama yang mengindikasikan sell, Anda disarankan menggunakan stoplosspada perpotongan kedua yang diindikasikan dengan garis merah. Biasanya juga disarankan untuk menutup posisi atau berbalik arah posisi ketika terjadi perpotongan selanjutnya.

Sebelum menggunakan stop ini, Anda sebaiknya menguji secara visual terlebih dahulu MA periode berapa yang terbaik digunakan pada instrumen yang Anda pilih.
{break}
Berdasarkan titik signifikan harga

Grafik adalah kaya akan informasi. Anda dapat memilih stoploss tanpa menambah indikator yang lain. High terbaru mengindikasikan resistance dan low terbaru mengindikasikan support. Menempatkan entry point dan stoploss berdasarkan metode tersebut dapat digunakan seperti yang ilustrasi pada gambar 2.
Entry point dan Stop
Gambar 2 Entry point dan Stop berdasarkan high atau low yang terbaru pada Euro Hourly Chart
Anda dapat menjual ketika harga breakout dan memasang stoploss pada level high sebelum breakout terjadi. Ketika sebuah breakout terjadi, hal ini bisa berarti perubahan tren, sehingga bisa berfungsi sebagai entry yang bagus, tetapi juga dapat berfungsi sebagai exit point, jika breakout terjadi pada arah sebaliknya. Metode tersebut dapat diaplikasi untuk memasuki posisi beli, dan memasang stoploss pada low terbaru.{break}
Menempatkan Trailing Stop

Stoploss tidak harus statis, dapat juga berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar. Setelah menentukan level stop awal (initial stop), seorang trader dapat menyesuaikannya kembali. Stop ini sering disebut dengan trailing stop, yakni perubahan level stop yang digunakan dengan tujuan untuk mengunci keuntungan dan menjaganya agar tidak berubah menjadi kerugian. Seperti pernyataan “Limit your losses and let your profit runs”, yang sering disarankan oleh para profesional.

Trailing stop dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah kelipatan poin, ketika harga bergerak sesuai harapan Anda.

Sebagai contoh, seorang trader yang membeli EUR/USD pada harga 1.4200 dan menetapkan 200 poin sebagai trailing stop pada 1.4000 pada awal transaksi seperti yang terlihat pada gambar 3.

Ketika harga telah mencapai 1.4400, level stoploss dirubah menjadi 1.4200 (bergerak 200 poin ke atas) dan ketika harga bergerak ke 1.4600, stoploss berada di level 1.4400.

Demikian seterusnya, hingga ketika terjadi koreksi lebih dari 200 poin, transaksi sudah terlikuidasi.
Trailing Stop
Gambar 3: Trailing Stop of 200 points on a EUR/USD Hourly Chart
Penggunaan trailing stop mencegah keuntungan yang telah diperoleh trader berubah menjadi kerugian. Seseorang yang tidak menggunakan trailing stop akan berakhir pada kerugian 200 poin jika hanya mengandalkan stop awal saja.

Let your profit runs, bukan berarti tidak mengamankan keuntungan sama sekali. Ketika terjadi pergerakan satu arah yang minim atau bahkan tidak memiliki koreksi sama sekali, keuntungan trader terakumulasi terus tanpa sempat menyentuh level stop manapun. Namun jika terjadi pembalikan harga dengan cepat, disinilah letak trailing stop bekerja, mengawal keuntungan.

Review
  • Ketika trading, seseorang perlu memilih timeframe yang sesuai dengan karakteristik dan strategi trading.
  • Ada tiga jenis timeframe yang harus dipertimbangkan yaitu long term, medium term dan intraday.
  • Dua jenis stoploss penting adalah equity stop dan technical stop.
  • Menggunakan trailing stop memungkinkan Anda untuk menerapkan ungkapan: “Limit your losses and let your profits run” ke dalam aktifitas trading Anda.

KAMBING DAN SINGA

Ini adalah sebuah cerita yang inspiratif yang saya kutip dari beberapa sumber, yaitu ketika cinta bertasbih,karangan Habiburahman El- Sirazyi, Majalah Bara’ilmu Iman,suplemen untuk anak dari Majalah Al-Wa’yu Al-Islam,Mesir,dengan penambahan seperlunya.

Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa saat kemudian, rombongan kambing datang melintas. Bayi singa itu menggerakkan tubuhnya yang lemah. Merasa iba, seekor induk kambing menghampiri. Terbitlah narulinya untuk melindungi dan merawat anak singa itu.

Sang induk membelai dengan penuh kasih sayang. Merasakan kehangatan kasih sayang induk kambing, bayi singa mulai betah dan tak mau berpisah dengan si induk. Ia terus saja mengikuti ke mana pun induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.

Hari berganti hari, anak singa tumbuh besar dalam asuhan induk kambing dan hidup komunitas kambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya. Tingkahnya lakunya juga persis layaknya kambing. Bahkan, ia mulai mengeluarkan suara layaknya kambing. Ia mengembik, bukan mengaum. Ia kini merasa darinya adalah kambing, tidak berbeda dengan anak-anak kambing lainnya. Ia sama sekali tak merasa bahwa ia adalah seekor singa.

Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.

“kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar.

Namun, anak singa yang sejak kecil hidup di tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Anak singa itu juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing, yang juga anak si induk yang memeliharanya diterkam dan dibawa lari serigala.

Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah. “seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa mengusir serigala yang jahat itu!”

Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing yang lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Ia kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai induknya dicengkeram serigala. Dengan nekat, ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget buka kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan cengkeramannya.

Serigala itu gemetar ketakutan. Nyalinya habis. Ia pasrah, merasa hari itu adalah akhir hidupnya. Tiba-tiba, singa itu berteriak dengan keras, “Embeeeeek!”. Lalu ia mundur mengambil ancang-ancang menyeruduk lagi.
Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa singa bermental kambing itu.

Saat singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepala layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya.
Anak singa itu terjerembap dan mengaduh, suaranya lagi-lagi persis seperti kambing mengaduh “embeeek!”. Sementara, induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala? Bukankah singa adalah raja hutan?

Tanpa memberi ampun sedikit pun, serigala itu menyerang anak singa yang mengaduh. Serigala itu siap menghabisi nyawa si anak singa. Di saat yang kritis, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang serigala. Sang serigala terpelanting. Anak singa bangun pada saat itu,seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat.”Aaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuumm!”

Semua kambing ketakutan dan merapat. Anak singa itu juga ikut takut dan merapat. Sementara,sang serigala langsung lari terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa.

Saat kambing-kambing itu berlarian menyelamatkan diri, si anak singa langsung ikut berlari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa seekor anak singa ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan berkata, “Hai kamu, jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku tak akan memangsa anak singa!”
Namun, anak singa itu terus lari dan lari . singa dewasa itu terus mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tetapi malah mengejar anak singa. Akhirnya, anak singa itu tertangkap. Anak singa itu ketakutan.”jangan bunuh aku!”

“kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak akan membunuh anak singa.” Dengan meronta-ronta, anak singa itu berkata,”tidak aku anak kambing!Tolong, lepaskan aku.” Anak singa itu meronta dan berteriak dengan keras. Suaranya bukan auman, tetapi embikan, persis seperti suara kambing.

Singa dewasa sangat kaget. Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram, ia menyeret anak singa itu ke danau. Ia menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu . begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri lalu menbandingkan dengan singa dewasa. Begitu melihat bayangan dirinya,anak singa itu terkejut. “ oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!”

“ya, karena kamu sebenarnya anak singa, bukan anak kambing!” tegas singa dewasa.

“jadi,aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa?”

“ya, kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seisi hutan! Ayo, aku ajarkan menjadi seekor raja hutan!”kata singa dewasa.singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu meniru dan mengaum dengan keras. Ya, mengaum menggetarkan saentero hutan. Tak jauh dari singa itu, serigala ganas tadi lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar suara auman anak singa itu.

Anak singa itu kembali berteriak penuhkemenangan, “Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!”singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.

Saya sungguh tersentak oleh kisah ini. Saya berpikir, jangan-jangan kondisi sebagian dari kita mirip dengan singa itu. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimiliki.

Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya biasa-biasa saja, ala kadarnya, hidup dalam keadaan dibelenggu kebutuhan sendiri. Hidup dalam tawaran rasa malas, langkah yang penuh keraguan dan kegamangan. Hidup tanpa semangat yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilikinya.
Mari kita amati orang-orang di sekitar kita. Di antara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya, hidup dinamis dan prestatif, melakukan sesuatu, berbuat kebaikan, sangat paham menjawab dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup, dan bagaimana dia harus hidup. Hari demi hari di lalui dengan penuh semangat dan optimis. Detik demi detik yang dilaluinya adalah kumpulan kerja serta kebaikan, pretasi dan rasa bahagia. Semakin besar rintangan menghadapinya.

Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang hidup apa adanya, tidak memiliki arah yang jelas, tidak paham untuk apa dia hidup dan bagaimana dia harus hidup . kita sering mendengar orang-orang yang ketika ditanya, “bagaimana anda menjalani hidup anda? Apa prinsip hidup anda?”, lalu mereka menjawab secara filosofis, “saya hidup bagaikan air mengalir, santai saja!”

Sangat disayangkan, mereka tidak benar-benar tahu filosofi”mengalir bagaikan air” tersebut. Mereka memahami filosofi itu sebagai menjalani hidup dengan santai. Sebenarnya, jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu cara mengisi hidup, cara menjalani hidup yang berkualitas. Alasannya? Mereka tidak tahu siapa diri mereka sendiri. Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka. Bisa jadi,mereka sebenarnya adalah seekor singa,tetapi karena ketidaktahuan, mereka menganggap dirinya adalahseekor kambing hanya karena selama ini hidup di antara kawanan kambing.

Bisa dibilang filosofi hidup bagaikan air mengalir masih merupakan prototype sebagian masyarakat kita. Bahkan, bisa jadi adalah gaya hidup sebagian umat muslim di dunia. Ketika pulang ke kampung halaman, kita kadang melihat lambatnya perubahan yang terjadi. Cara berpikir masyarakat masih sama. Cara hidupnya pun masih sama. Mungkin ada perubahan, tetapi terasa lambat. Aada pak fulan yang masih berjualan es campur dari saat kita kecil sampai kini sudah menikah dan memiliki anak. Ada mas fulan yang dulu berjualan bakso, sekarang pun masih menjual bakso.

Bahkan, sebagian teman kita yang dulu ketika di bangku SD terlihat begitu rajin dan cerdas, yang dulu pernah bercita-cita menjadi ini dan itu, setelah sekian tahun berlalu ternyata jauh panggang dari api. Orang-orang yang dulu hidup memprihatinkan, ternyata sebagian besar masih hidup memprihatinkan,ternyata sebagian besar masih hidup memprihatinkan.

Mengapa tidak ada perubahan? Jawabannya karena mereka tidakmau berubah. Mengapa tidak mau beerubah? Jawabannya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah. Bahkan, kalaupun tahu bahwa mereka harus berubah,mereka tidak tahu bagaimana caranya berubah. Mengapa mereka tidak tahu cara berubah? Karena mereka terbiasa hidup pasrah,hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah. Cara hidup seperti itu terus diwariskan turun-temurun. Bahkan, saking putus asanya melihat mental anak bangsa Indonesia, seorang sastrawan berucap, AKU MALU JADI ORANG INDONESIA!
 
Di banyak tempat, kita masih menemukan orang-orang bermental lemah,hidup apa adanya, dan tidak terarah.parahnya, sebagian besar “penyakit” lemah mental ini adalah penyakit yang dibentuk. Biasanya, dibentuk oleh lingkungan yang bahkan telah dilakukan saat masa kanak-kanak sehingga makin terlihat saat dewasa.

Saat menunjukkan kekecewaan, penolakan, bahkan ketidaksetujuan terhadap keinginan anak, terkadang orangtua mengungkapkannya dengan cara yang salah dan mengeluarkan kalimat-kalimat negative,misalnya anak bodoh, pemalas, kebluk, dan seterusnya. Hasilnya, dia menjadi pemalas, bodoh, dan kebluk. Sebagian orangtua juga nyaris tidak bisa melepaskan belenggu melemahkan mental anak. Tak banyak anak yang setiap hari tidak disalahkan. Tak banyak anak yang setiap hari dihargai sebagaimana manusia yang memilih ruh, buka robot yang gampang diperintah. Ketika sudah kuliah, sebagian di antara mereka juga tidak tahu mengapa mereka memilih jurusan A dan untuk apa mereka memilih jurusan tersebut. Pokoknya, asal kuliah dan meraih gelar sarjana lalu dapat kerja, bukan untuk mencerahkan pikiran dan menghayati kesarjanaan kehidupan itu sendiri.

Orang-orang kemudian menjadi “rabun” dan tidak tahu potensi terbaik yang diberikan Allah kapadanya; oarng-orang yang rela ditindas dan dijajah kesengsaraan dan kehinaan. Padahal, sebenarnya jika mereka mau, pasti bisa hidup merdeka,berwibawa, dan sejahtera. Tak terhitung betapa banyak masyarakat kita yang bermental kambing,padahal mereka adalah singa. Banyak yang minder dengan bangsa lain. Padahal, bangsa ini adalah bangsa yang besar, umat ini adalah umat yang besar.

Bangsa ini sebenarnya adalah sriwijaya yang perkasa menguasai nusantara. Juga, sebenarnya Majapahit yang digdaya dan berkuasa. Lebih dari itu, bangsa ini merupakan pemeluk agama islam terbesar di dunia. Ada dua ratus juta umat islam di negeri tercinta ini.

Banyak yang tidak menyadari maknanya. Dua ratus juta umat Islam di Indonesia berarti ada dua ratus juta singa. Penguasa belantara dunia. Sayangnya, masih ada di antara dua ratus juta singa ini yang bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan layaknya singa! Lebih memprihatinkan lagi, ada yang sudah menyadari dirinya adalah seekor singa, tetapi memilih tetap menjadi kambing. Hanya karena terbiasa menjadi kambing, dia malu menjadi singa! Malu untuk maju dan berpretasi.

Parahnya, mereka yang memilih tetap menjadi kambing, menginginkan yang lain tetap pula menjadi kambing. Mereka tidak ingin orang lain menjadi singa. Bahkan, mereka ingin orang lain menjadi kambing yang lebih bodoh!

Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa. Allah telah memberi predikat kepada kita sebagai umat yang terbaik di muka bumi ini. Marilah kita pupuk mental itu. Jangan bermental seperti umat yang terbelakang.
“kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia karena kalian menyuruh berbuat yang makruf,mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”(Q.S.Ali Imran [3]: 110)
****

RANTAI KEBAIKAN

MENABUR kebaikan merupakan hal yang patut dilakukan kepada sebanyak mungkin pihak, agar sementara waktu berjalan, kebaikan itu terus “mengalir” dan kita dapat turut mewarnai dunia sekitar kita dengan kebaikan dan kasih.
Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi, kita tidak boleh menunda berbuat kebaikan - kebaikan tanpa pilih-pilih.
Kita menabur kebaikan bukan supaya mengharapkan pahala. Kebaikan kita adalah batu nisan kita yang paling baik, kata Spurgeon. Lagi pula, seperti kata bijak yang mengatakan, “What this world needs is a new kind of army - the army of the kind” – Apa yang dibutuhkan dunia adalah suatu jenis pasukan - pasukan kebaikan.

Namun, juga tidak disangkal dan menjadi pengalaman nyata kita, ada kalanya kebaikan itu bisa “kembali” kepada kita yang sudah memulainya. Bisa segera terjadi, atau lama sesudah kita menabur kebaikan tersebut. Seperti kisah dibawah ini – yang pasti bukan sekedar kebetulan.


SUDAH cukup lama seorang nenek melambai tangan di pinggir jalan, di sebuah malam yang hujan. Akhirnya, seorang pria mau berhenti. Si nenek meminta tolong agar pria tadi memperbaiki mobilnya yang mogok. Sejam berlalu dan mobil itu siap dipakai lagi. Merasa sangat berterima kasih, si nenek hendak memberi sejumlah uang. Akan tetapi, pria itu menolak. Katanya, “Jika Ibu ingin berterima kasih, berikanlah kebaikan kepada orang lain yang Ibu temui sambil mengingat pertemuan kita ini.” Lalu, mereka berpisah.
Suatu hari, karena tergerak oleh belas kasih si nenek memberi uang kepada seorang pelayan restoran yang sedang hamil beserta catatan kecil, “Aku telah menerima kebaikan pada suatu malam yang hujan.” Dan, ……….. perempuan hamil itu adalah istri pria tadi.

----------
How beautiful a day can be When kindness touches it! When kindness touches it! (Betapa indah jadinya hari bila kebaikan menyentuhnya! Ketika kebaikan menyentuhnya!) - George Alliston

KISAH SEEKOR KELEDAI

SUATU hari keledai seorang petani jatuh ke dalam sumur. Binatang itu meraung-raung pilu selama berjam-jam sementara petani berusaha untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan. Akhirnya, petani tersebut memutuskan karena hewan itu sudah tua, dan sumur harus ditutup juga, ia tidak perlu lagi untuk menyelamatkan keledainya.

Dia mengundang semua tetangga-tetangganya untuk datang dan membantu. Mereka semua mengambil sekop dan mulai menimbuni sumur. Pada awalnya, keledai tersebut menyadari apa yang terjadi dan meraung-raung keras-keras. Kemudian, semua heran, keledai tiba-tiba diam.

Setelah sekian lama menimbuni, petani melirik ke dalam sumur. Dia heran denga apa yang dilihatnya. Dengan setiap sekop tanah yang menimpa punggungnya, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan: Ia mengebaskannya  dan menarik kakinya naik. Setiap kali tetangga petani menimbuninya dengan tanah, ia mengebaskannya dan menarik kakinya supaya tubuhnya tidak terbenam. Tak lama kemudian, semua orang terkejut kagum: gembira keledai melompat keluar dari tepi sumur dan berlari......

Kehidupan akan menimbuni Anda dengan segala macam. Rahasianya untuk keluar dari sumur dengan mengebaskannya dan melangkah naik. Setiap kesulitan kita adalah batu loncatan. Kita bisa keluar dari sumur terdalam hanya dengan tidak berhenti, dan tidak pernah menyerah! Kebaskan dan melangkah naik!.

Ingatlah 5 kaidah untuk berbahagia:
  • Kebaskan hati Anda dari kebencian – Ampuni.
  • Kebaskan hati Anda dari kekhawatiran – kebanyakan hal itu tidak terjadi
  • Hidup sederhana and hargai apa yang Anda punyai
  • Banyaklah memberi
  • Jangan menginginkan banyak
Sumber: http://www.sermoncentral.com/illustrations/

KISAH ANJING DAN KAMBING

Berkisah lagi ah... masih seputar kambing wkwkwkwkwkwkaa... (maklum dulu saya ini mantan tukang ngarit)

Cerita ini dari negeri India...

Pada suatu masa, seorang raja berkata kepada menterinya, “Jika kita bicara tentang produktivitas, sepertinya anjing lebih produktif daripada kambing. Tetapi, mengapa kita hanya melihat kawanan kambing, bukan kawanan anjing? Bisa kamu jelaskan itu?”

Menteri yang cerdas itu pun menjawab, “Tuanku, izinkan aku mengadakan percobaan dan Tuanku akan tahu apa alasannya.”

Malam harinya, menteri mengunci dua puluh ekor anjing di dalam sebuah rumah, dengan sekeranjang daging. Di sebuah rumah lain, menteri mengunci dua puluh ekor kambing dengan sekeranjang penuh jerami. Menteri memerintahkan agar kedua rumah itu dikunci dan dijaga dengan ketat. Lalu, kata menteri kepada raja, “Tuanku, besok pagi Tuanku akan mendapatkan jawabannya.”

Keesokan paginya, mereka kembali ke kedua rumah itu. Setelah menteri memerintahkan agar rumah tempat menampung anjing-anjing itu dibuka, mereka melihat ternyata anjing-anjing itu saling berkelahi dengan sengitnya sampai mati, sedangkan keranjang berisi daging itu tetap utuh.

Kemudian, menteri dan raja mendatangi rumah yang lain, tempat menampung kambing. Mereka melihat para kambing sedang berdekatan, tidur pulas. Keranjang jeraminya sudah kosong.

“Tuanku,” kata menteri, “anjing-anjing tidak memakai makanan mereka, melainkan hanya berkelahi memperebutkan makanan itu sampai mati. Tetapi, kambing-kambing itu memakan jerami dan tidur bersama-sama. Karena itulah, jumlah kambing-kambing bisa berkembang pesat dan bertambah banyak sedangkan anjing-anjing hanya berkelahi di antara mereka sendiri. Demikian juga dengan manusia. Kalau mereka selalu berkelahi, mereka tidak pernah makmur.”

Raja puas dengan menterinya. Saya juga puaaaaaaaaaaaaaaas....! wkwkwkwkwkwkkwa