Sunday, May 29, 2011

Time Frame dan Stoploss

Time Frame

Time frame adalah salah satu penyebab buruknya kinerja trading, bila terjadi kesalahan memilih time frame yang sesuai dengan kebutuhan atau karakter investor bersangkutan.

Seseorang bisa saja menganggap time frame weekly atau time frame daily chart bergerak sangat lamban dan menghasilkan sinyal yang sedikit. Menurutnya time frame, grafik intraday lebih sesuai, menghasilkan banyak sinyal dan bergerak cepat sesuai metode dan kepribadiannya. Tetapi time frame seorang yang lain dapat merasakan yang sebaliknya

Menggunakan time frame dalam grafik memungkinkan anda untuk mengambil keputusan berdasarkan strategi trading. Seorang trader yang menggunakan grafik time frame daily atau time frame weekly dan bertransaksi hanya beberapa kali setahun embutuhkan modal lebih besar. Jangka waktu atau time frame lebih panjang juga berarti penambahan biaya overnight and resiko gap (terutama dalam perdagangan saham dan futures)

Seorang trader yang menggunakan grafik time frame 1-15 menit, cenderung bertransaksi sekitar 200 lot sebulan, dengan profit kecil. Pembutuhan modal biasanya kecil, asalkan tidak terlalu banyak kerugian yang berurut dan tidak ada biaya overnight karena posisi biasanya ditutup pada hari yang sama.

Berikut ini adalah panduan untuk menyesuaikan time frame berdasarkan strategi anda:
Time Frame Long term
Grafik : time frame Daily (D1) & time frame Weekly (W1)
Transaksi : Biasanya 2 atau 3 trades/ tahun, potensi profit besar
Drawdown : Besar akibat stoploss yang jauh
Overnight : Biaya overnight dan resiko gap

Time Frame Short term
Grafik : time frame Hourly (H1)
Transaksi : Medium, 5-20 transaksi/bulan, potensi profit relatif besar
Drawdown : Lebih sedikit, stoploss kecil
Overnight : Ada biaya jika disimpan overnight

Time Frame Intra day
Grafik : time frame Minutely, 1 menit (M1), 5 menit (M5), 15 menit (M15)
Transaksi : 20-100an / bulan, potensi profit kecil per transaksi
Drawdown : Besar, akibat gejolak harga
Overnight : Tidak ada biaya overnight
{break}

Penempatan Stoploss

Penentuan kapan harus keluar posisi disaat rugi atau untung memiliki manajemen sendiri. Stoploss order adalah tindakan atau perintah menutup posisi terbuka yang dipergunakan untuk merealisasikan target keuntungan atau membatasi jumlah kerugian seorang trader atau investor dalam setiap kali pengambilan keputusan trading.

Likuidasi stoploss posisi dalam trading secara umum terbagi dalam dua katagori:
  1. Stoploss order, yakni menutup posisi (close position) beli di bawah harga masuk (open position) atau menutup posisi jual di atas harga masuk yang dipergunakan untuk membatasi jumlah kerugian trading.
  2. Take Profit (target), adalah menutup posisi beli (close) di atas harga masuk (open) atau menutup posisi jual (close) di bawah harga masuk (open), yang dipergunakan untuk merealisasikan keuntungan.
Dalam manajemen trading, ada dua kategori utama cara menentukan stoploss:
1. Equity dan Margin Stop

Ekuiti stoploss merupakan stop yang termudah, seorang trader atau investor dapat menentukan stoploss level berdasarkan presentase atau jumlah tertentu dari ekuitinya setiap kali melakukan transaksi. Misalnya, seorang trader konservatif menetapkan 2% resiko dari total ekuitinya dalam setiap kali transaksi. Jika ekuitinya berjumlah $10,000, maka stoploss setiap transaksi adalah $200 atau 20 poin jika menggunakan 1 lot transaksi Euro. Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan karakter sendiri, namun umumnya profesional menyarankan tidak melebihi 5% dari equity. Sehingga bahkan dalam 10 kali kesalahan trading sekalipun, equity masih bertahan 50%.

Margin Stoploss, menentukan persentase stoploss berdasarkan margin. Seorang trader dapat menggunakan 1 lot transaksi dan menentukan stoploss berdasarkan kemampuan modal margin 1 lot, misal $1,000 setiap 1 lot transaksi. Metode ini membutuhkan trader untuk memecah accountnya $10,000 menjadi 10 bagian transaksi.

Kedua model stoploss seperti ini, menyandarkan resiko pada faktor internal penggunanya bukan dari eksternal, seperti misalnya penyesuaian terhadap karakter dan fluktuasi pasar.

{break}
2. Technical Stoploss

Cara menutup posisi yang dihitung/ dianalisis berdasarkan kondisi pasar. Penentuan stoploss jenis ini adalah yang paling direkomendasikan oleh trader profesional. Technical stoploss dapat ditentukan berdasarkan kondisi indikator atau oscillator tertentu, atau dapat dilakukan hanya melalui pengamatan pada grafik.

Berdasarkan Indikator


Perpotongan MA atau oscillator yang telah mencapai level ekstrim adalah contoh bagaimana analisa teknikal cukup membantu dalam level menentukan stop.
stoploss
Gambar 1 Contoh transaksi dan stop dengan MA, Euro Hourly
Sebagai contoh, gambar 1 memperlihatkan peluang yang dapat dimanfaatkan ketika crossover moving average terjadi. Setelah Anda mengambil posisi pada crossover pertama yang mengindikasikan sell, Anda disarankan menggunakan stoplosspada perpotongan kedua yang diindikasikan dengan garis merah. Biasanya juga disarankan untuk menutup posisi atau berbalik arah posisi ketika terjadi perpotongan selanjutnya.

Sebelum menggunakan stop ini, Anda sebaiknya menguji secara visual terlebih dahulu MA periode berapa yang terbaik digunakan pada instrumen yang Anda pilih.
{break}
Berdasarkan titik signifikan harga

Grafik adalah kaya akan informasi. Anda dapat memilih stoploss tanpa menambah indikator yang lain. High terbaru mengindikasikan resistance dan low terbaru mengindikasikan support. Menempatkan entry point dan stoploss berdasarkan metode tersebut dapat digunakan seperti yang ilustrasi pada gambar 2.
Entry point dan Stop
Gambar 2 Entry point dan Stop berdasarkan high atau low yang terbaru pada Euro Hourly Chart
Anda dapat menjual ketika harga breakout dan memasang stoploss pada level high sebelum breakout terjadi. Ketika sebuah breakout terjadi, hal ini bisa berarti perubahan tren, sehingga bisa berfungsi sebagai entry yang bagus, tetapi juga dapat berfungsi sebagai exit point, jika breakout terjadi pada arah sebaliknya. Metode tersebut dapat diaplikasi untuk memasuki posisi beli, dan memasang stoploss pada low terbaru.{break}
Menempatkan Trailing Stop

Stoploss tidak harus statis, dapat juga berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar. Setelah menentukan level stop awal (initial stop), seorang trader dapat menyesuaikannya kembali. Stop ini sering disebut dengan trailing stop, yakni perubahan level stop yang digunakan dengan tujuan untuk mengunci keuntungan dan menjaganya agar tidak berubah menjadi kerugian. Seperti pernyataan “Limit your losses and let your profit runs”, yang sering disarankan oleh para profesional.

Trailing stop dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah kelipatan poin, ketika harga bergerak sesuai harapan Anda.

Sebagai contoh, seorang trader yang membeli EUR/USD pada harga 1.4200 dan menetapkan 200 poin sebagai trailing stop pada 1.4000 pada awal transaksi seperti yang terlihat pada gambar 3.

Ketika harga telah mencapai 1.4400, level stoploss dirubah menjadi 1.4200 (bergerak 200 poin ke atas) dan ketika harga bergerak ke 1.4600, stoploss berada di level 1.4400.

Demikian seterusnya, hingga ketika terjadi koreksi lebih dari 200 poin, transaksi sudah terlikuidasi.
Trailing Stop
Gambar 3: Trailing Stop of 200 points on a EUR/USD Hourly Chart
Penggunaan trailing stop mencegah keuntungan yang telah diperoleh trader berubah menjadi kerugian. Seseorang yang tidak menggunakan trailing stop akan berakhir pada kerugian 200 poin jika hanya mengandalkan stop awal saja.

Let your profit runs, bukan berarti tidak mengamankan keuntungan sama sekali. Ketika terjadi pergerakan satu arah yang minim atau bahkan tidak memiliki koreksi sama sekali, keuntungan trader terakumulasi terus tanpa sempat menyentuh level stop manapun. Namun jika terjadi pembalikan harga dengan cepat, disinilah letak trailing stop bekerja, mengawal keuntungan.

Review
  • Ketika trading, seseorang perlu memilih timeframe yang sesuai dengan karakteristik dan strategi trading.
  • Ada tiga jenis timeframe yang harus dipertimbangkan yaitu long term, medium term dan intraday.
  • Dua jenis stoploss penting adalah equity stop dan technical stop.
  • Menggunakan trailing stop memungkinkan Anda untuk menerapkan ungkapan: “Limit your losses and let your profits run” ke dalam aktifitas trading Anda.

KAMBING DAN SINGA

Ini adalah sebuah cerita yang inspiratif yang saya kutip dari beberapa sumber, yaitu ketika cinta bertasbih,karangan Habiburahman El- Sirazyi, Majalah Bara’ilmu Iman,suplemen untuk anak dari Majalah Al-Wa’yu Al-Islam,Mesir,dengan penambahan seperlunya.

Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa saat kemudian, rombongan kambing datang melintas. Bayi singa itu menggerakkan tubuhnya yang lemah. Merasa iba, seekor induk kambing menghampiri. Terbitlah narulinya untuk melindungi dan merawat anak singa itu.

Sang induk membelai dengan penuh kasih sayang. Merasakan kehangatan kasih sayang induk kambing, bayi singa mulai betah dan tak mau berpisah dengan si induk. Ia terus saja mengikuti ke mana pun induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.

Hari berganti hari, anak singa tumbuh besar dalam asuhan induk kambing dan hidup komunitas kambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya. Tingkahnya lakunya juga persis layaknya kambing. Bahkan, ia mulai mengeluarkan suara layaknya kambing. Ia mengembik, bukan mengaum. Ia kini merasa darinya adalah kambing, tidak berbeda dengan anak-anak kambing lainnya. Ia sama sekali tak merasa bahwa ia adalah seekor singa.

Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.

“kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar.

Namun, anak singa yang sejak kecil hidup di tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Anak singa itu juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing, yang juga anak si induk yang memeliharanya diterkam dan dibawa lari serigala.

Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah. “seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa mengusir serigala yang jahat itu!”

Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing yang lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Ia kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai induknya dicengkeram serigala. Dengan nekat, ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget buka kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan cengkeramannya.

Serigala itu gemetar ketakutan. Nyalinya habis. Ia pasrah, merasa hari itu adalah akhir hidupnya. Tiba-tiba, singa itu berteriak dengan keras, “Embeeeeek!”. Lalu ia mundur mengambil ancang-ancang menyeruduk lagi.
Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa singa bermental kambing itu.

Saat singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepala layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya.
Anak singa itu terjerembap dan mengaduh, suaranya lagi-lagi persis seperti kambing mengaduh “embeeek!”. Sementara, induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala? Bukankah singa adalah raja hutan?

Tanpa memberi ampun sedikit pun, serigala itu menyerang anak singa yang mengaduh. Serigala itu siap menghabisi nyawa si anak singa. Di saat yang kritis, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang serigala. Sang serigala terpelanting. Anak singa bangun pada saat itu,seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat.”Aaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuumm!”

Semua kambing ketakutan dan merapat. Anak singa itu juga ikut takut dan merapat. Sementara,sang serigala langsung lari terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa.

Saat kambing-kambing itu berlarian menyelamatkan diri, si anak singa langsung ikut berlari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa seekor anak singa ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan berkata, “Hai kamu, jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku tak akan memangsa anak singa!”
Namun, anak singa itu terus lari dan lari . singa dewasa itu terus mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tetapi malah mengejar anak singa. Akhirnya, anak singa itu tertangkap. Anak singa itu ketakutan.”jangan bunuh aku!”

“kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak akan membunuh anak singa.” Dengan meronta-ronta, anak singa itu berkata,”tidak aku anak kambing!Tolong, lepaskan aku.” Anak singa itu meronta dan berteriak dengan keras. Suaranya bukan auman, tetapi embikan, persis seperti suara kambing.

Singa dewasa sangat kaget. Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram, ia menyeret anak singa itu ke danau. Ia menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu . begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri lalu menbandingkan dengan singa dewasa. Begitu melihat bayangan dirinya,anak singa itu terkejut. “ oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!”

“ya, karena kamu sebenarnya anak singa, bukan anak kambing!” tegas singa dewasa.

“jadi,aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa?”

“ya, kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seisi hutan! Ayo, aku ajarkan menjadi seekor raja hutan!”kata singa dewasa.singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu meniru dan mengaum dengan keras. Ya, mengaum menggetarkan saentero hutan. Tak jauh dari singa itu, serigala ganas tadi lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar suara auman anak singa itu.

Anak singa itu kembali berteriak penuhkemenangan, “Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!”singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.

Saya sungguh tersentak oleh kisah ini. Saya berpikir, jangan-jangan kondisi sebagian dari kita mirip dengan singa itu. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimiliki.

Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya biasa-biasa saja, ala kadarnya, hidup dalam keadaan dibelenggu kebutuhan sendiri. Hidup dalam tawaran rasa malas, langkah yang penuh keraguan dan kegamangan. Hidup tanpa semangat yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilikinya.
Mari kita amati orang-orang di sekitar kita. Di antara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya, hidup dinamis dan prestatif, melakukan sesuatu, berbuat kebaikan, sangat paham menjawab dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup, dan bagaimana dia harus hidup. Hari demi hari di lalui dengan penuh semangat dan optimis. Detik demi detik yang dilaluinya adalah kumpulan kerja serta kebaikan, pretasi dan rasa bahagia. Semakin besar rintangan menghadapinya.

Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang hidup apa adanya, tidak memiliki arah yang jelas, tidak paham untuk apa dia hidup dan bagaimana dia harus hidup . kita sering mendengar orang-orang yang ketika ditanya, “bagaimana anda menjalani hidup anda? Apa prinsip hidup anda?”, lalu mereka menjawab secara filosofis, “saya hidup bagaikan air mengalir, santai saja!”

Sangat disayangkan, mereka tidak benar-benar tahu filosofi”mengalir bagaikan air” tersebut. Mereka memahami filosofi itu sebagai menjalani hidup dengan santai. Sebenarnya, jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu cara mengisi hidup, cara menjalani hidup yang berkualitas. Alasannya? Mereka tidak tahu siapa diri mereka sendiri. Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka. Bisa jadi,mereka sebenarnya adalah seekor singa,tetapi karena ketidaktahuan, mereka menganggap dirinya adalahseekor kambing hanya karena selama ini hidup di antara kawanan kambing.

Bisa dibilang filosofi hidup bagaikan air mengalir masih merupakan prototype sebagian masyarakat kita. Bahkan, bisa jadi adalah gaya hidup sebagian umat muslim di dunia. Ketika pulang ke kampung halaman, kita kadang melihat lambatnya perubahan yang terjadi. Cara berpikir masyarakat masih sama. Cara hidupnya pun masih sama. Mungkin ada perubahan, tetapi terasa lambat. Aada pak fulan yang masih berjualan es campur dari saat kita kecil sampai kini sudah menikah dan memiliki anak. Ada mas fulan yang dulu berjualan bakso, sekarang pun masih menjual bakso.

Bahkan, sebagian teman kita yang dulu ketika di bangku SD terlihat begitu rajin dan cerdas, yang dulu pernah bercita-cita menjadi ini dan itu, setelah sekian tahun berlalu ternyata jauh panggang dari api. Orang-orang yang dulu hidup memprihatinkan, ternyata sebagian besar masih hidup memprihatinkan,ternyata sebagian besar masih hidup memprihatinkan.

Mengapa tidak ada perubahan? Jawabannya karena mereka tidakmau berubah. Mengapa tidak mau beerubah? Jawabannya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah. Bahkan, kalaupun tahu bahwa mereka harus berubah,mereka tidak tahu bagaimana caranya berubah. Mengapa mereka tidak tahu cara berubah? Karena mereka terbiasa hidup pasrah,hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah. Cara hidup seperti itu terus diwariskan turun-temurun. Bahkan, saking putus asanya melihat mental anak bangsa Indonesia, seorang sastrawan berucap, AKU MALU JADI ORANG INDONESIA!
 
Di banyak tempat, kita masih menemukan orang-orang bermental lemah,hidup apa adanya, dan tidak terarah.parahnya, sebagian besar “penyakit” lemah mental ini adalah penyakit yang dibentuk. Biasanya, dibentuk oleh lingkungan yang bahkan telah dilakukan saat masa kanak-kanak sehingga makin terlihat saat dewasa.

Saat menunjukkan kekecewaan, penolakan, bahkan ketidaksetujuan terhadap keinginan anak, terkadang orangtua mengungkapkannya dengan cara yang salah dan mengeluarkan kalimat-kalimat negative,misalnya anak bodoh, pemalas, kebluk, dan seterusnya. Hasilnya, dia menjadi pemalas, bodoh, dan kebluk. Sebagian orangtua juga nyaris tidak bisa melepaskan belenggu melemahkan mental anak. Tak banyak anak yang setiap hari tidak disalahkan. Tak banyak anak yang setiap hari dihargai sebagaimana manusia yang memilih ruh, buka robot yang gampang diperintah. Ketika sudah kuliah, sebagian di antara mereka juga tidak tahu mengapa mereka memilih jurusan A dan untuk apa mereka memilih jurusan tersebut. Pokoknya, asal kuliah dan meraih gelar sarjana lalu dapat kerja, bukan untuk mencerahkan pikiran dan menghayati kesarjanaan kehidupan itu sendiri.

Orang-orang kemudian menjadi “rabun” dan tidak tahu potensi terbaik yang diberikan Allah kapadanya; oarng-orang yang rela ditindas dan dijajah kesengsaraan dan kehinaan. Padahal, sebenarnya jika mereka mau, pasti bisa hidup merdeka,berwibawa, dan sejahtera. Tak terhitung betapa banyak masyarakat kita yang bermental kambing,padahal mereka adalah singa. Banyak yang minder dengan bangsa lain. Padahal, bangsa ini adalah bangsa yang besar, umat ini adalah umat yang besar.

Bangsa ini sebenarnya adalah sriwijaya yang perkasa menguasai nusantara. Juga, sebenarnya Majapahit yang digdaya dan berkuasa. Lebih dari itu, bangsa ini merupakan pemeluk agama islam terbesar di dunia. Ada dua ratus juta umat islam di negeri tercinta ini.

Banyak yang tidak menyadari maknanya. Dua ratus juta umat Islam di Indonesia berarti ada dua ratus juta singa. Penguasa belantara dunia. Sayangnya, masih ada di antara dua ratus juta singa ini yang bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan layaknya singa! Lebih memprihatinkan lagi, ada yang sudah menyadari dirinya adalah seekor singa, tetapi memilih tetap menjadi kambing. Hanya karena terbiasa menjadi kambing, dia malu menjadi singa! Malu untuk maju dan berpretasi.

Parahnya, mereka yang memilih tetap menjadi kambing, menginginkan yang lain tetap pula menjadi kambing. Mereka tidak ingin orang lain menjadi singa. Bahkan, mereka ingin orang lain menjadi kambing yang lebih bodoh!

Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa. Allah telah memberi predikat kepada kita sebagai umat yang terbaik di muka bumi ini. Marilah kita pupuk mental itu. Jangan bermental seperti umat yang terbelakang.
“kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia karena kalian menyuruh berbuat yang makruf,mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”(Q.S.Ali Imran [3]: 110)
****

RANTAI KEBAIKAN

MENABUR kebaikan merupakan hal yang patut dilakukan kepada sebanyak mungkin pihak, agar sementara waktu berjalan, kebaikan itu terus “mengalir” dan kita dapat turut mewarnai dunia sekitar kita dengan kebaikan dan kasih.
Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi, kita tidak boleh menunda berbuat kebaikan - kebaikan tanpa pilih-pilih.
Kita menabur kebaikan bukan supaya mengharapkan pahala. Kebaikan kita adalah batu nisan kita yang paling baik, kata Spurgeon. Lagi pula, seperti kata bijak yang mengatakan, “What this world needs is a new kind of army - the army of the kind” – Apa yang dibutuhkan dunia adalah suatu jenis pasukan - pasukan kebaikan.

Namun, juga tidak disangkal dan menjadi pengalaman nyata kita, ada kalanya kebaikan itu bisa “kembali” kepada kita yang sudah memulainya. Bisa segera terjadi, atau lama sesudah kita menabur kebaikan tersebut. Seperti kisah dibawah ini – yang pasti bukan sekedar kebetulan.


SUDAH cukup lama seorang nenek melambai tangan di pinggir jalan, di sebuah malam yang hujan. Akhirnya, seorang pria mau berhenti. Si nenek meminta tolong agar pria tadi memperbaiki mobilnya yang mogok. Sejam berlalu dan mobil itu siap dipakai lagi. Merasa sangat berterima kasih, si nenek hendak memberi sejumlah uang. Akan tetapi, pria itu menolak. Katanya, “Jika Ibu ingin berterima kasih, berikanlah kebaikan kepada orang lain yang Ibu temui sambil mengingat pertemuan kita ini.” Lalu, mereka berpisah.
Suatu hari, karena tergerak oleh belas kasih si nenek memberi uang kepada seorang pelayan restoran yang sedang hamil beserta catatan kecil, “Aku telah menerima kebaikan pada suatu malam yang hujan.” Dan, ……….. perempuan hamil itu adalah istri pria tadi.

----------
How beautiful a day can be When kindness touches it! When kindness touches it! (Betapa indah jadinya hari bila kebaikan menyentuhnya! Ketika kebaikan menyentuhnya!) - George Alliston

KISAH SEEKOR KELEDAI

SUATU hari keledai seorang petani jatuh ke dalam sumur. Binatang itu meraung-raung pilu selama berjam-jam sementara petani berusaha untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan. Akhirnya, petani tersebut memutuskan karena hewan itu sudah tua, dan sumur harus ditutup juga, ia tidak perlu lagi untuk menyelamatkan keledainya.

Dia mengundang semua tetangga-tetangganya untuk datang dan membantu. Mereka semua mengambil sekop dan mulai menimbuni sumur. Pada awalnya, keledai tersebut menyadari apa yang terjadi dan meraung-raung keras-keras. Kemudian, semua heran, keledai tiba-tiba diam.

Setelah sekian lama menimbuni, petani melirik ke dalam sumur. Dia heran denga apa yang dilihatnya. Dengan setiap sekop tanah yang menimpa punggungnya, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan: Ia mengebaskannya  dan menarik kakinya naik. Setiap kali tetangga petani menimbuninya dengan tanah, ia mengebaskannya dan menarik kakinya supaya tubuhnya tidak terbenam. Tak lama kemudian, semua orang terkejut kagum: gembira keledai melompat keluar dari tepi sumur dan berlari......

Kehidupan akan menimbuni Anda dengan segala macam. Rahasianya untuk keluar dari sumur dengan mengebaskannya dan melangkah naik. Setiap kesulitan kita adalah batu loncatan. Kita bisa keluar dari sumur terdalam hanya dengan tidak berhenti, dan tidak pernah menyerah! Kebaskan dan melangkah naik!.

Ingatlah 5 kaidah untuk berbahagia:
  • Kebaskan hati Anda dari kebencian – Ampuni.
  • Kebaskan hati Anda dari kekhawatiran – kebanyakan hal itu tidak terjadi
  • Hidup sederhana and hargai apa yang Anda punyai
  • Banyaklah memberi
  • Jangan menginginkan banyak
Sumber: http://www.sermoncentral.com/illustrations/

KISAH ANJING DAN KAMBING

Berkisah lagi ah... masih seputar kambing wkwkwkwkwkwkaa... (maklum dulu saya ini mantan tukang ngarit)

Cerita ini dari negeri India...

Pada suatu masa, seorang raja berkata kepada menterinya, “Jika kita bicara tentang produktivitas, sepertinya anjing lebih produktif daripada kambing. Tetapi, mengapa kita hanya melihat kawanan kambing, bukan kawanan anjing? Bisa kamu jelaskan itu?”

Menteri yang cerdas itu pun menjawab, “Tuanku, izinkan aku mengadakan percobaan dan Tuanku akan tahu apa alasannya.”

Malam harinya, menteri mengunci dua puluh ekor anjing di dalam sebuah rumah, dengan sekeranjang daging. Di sebuah rumah lain, menteri mengunci dua puluh ekor kambing dengan sekeranjang penuh jerami. Menteri memerintahkan agar kedua rumah itu dikunci dan dijaga dengan ketat. Lalu, kata menteri kepada raja, “Tuanku, besok pagi Tuanku akan mendapatkan jawabannya.”

Keesokan paginya, mereka kembali ke kedua rumah itu. Setelah menteri memerintahkan agar rumah tempat menampung anjing-anjing itu dibuka, mereka melihat ternyata anjing-anjing itu saling berkelahi dengan sengitnya sampai mati, sedangkan keranjang berisi daging itu tetap utuh.

Kemudian, menteri dan raja mendatangi rumah yang lain, tempat menampung kambing. Mereka melihat para kambing sedang berdekatan, tidur pulas. Keranjang jeraminya sudah kosong.

“Tuanku,” kata menteri, “anjing-anjing tidak memakai makanan mereka, melainkan hanya berkelahi memperebutkan makanan itu sampai mati. Tetapi, kambing-kambing itu memakan jerami dan tidur bersama-sama. Karena itulah, jumlah kambing-kambing bisa berkembang pesat dan bertambah banyak sedangkan anjing-anjing hanya berkelahi di antara mereka sendiri. Demikian juga dengan manusia. Kalau mereka selalu berkelahi, mereka tidak pernah makmur.”

Raja puas dengan menterinya. Saya juga puaaaaaaaaaaaaaaas....! wkwkwkwkwkwkkwa

KISAH SERIGALA PENJAGA PETERNAKAN

Yuk, kita beralih ke soal kambing.... hehehehe..


Saya didongengi  oleh temen saya di facebook, namanya Shiroshaki Hichigo, asyik juga dongeng yang penuh makna ini.. Lanjuuut!!

"Saya adalah Serigala yang selalu duduk dibawah pohon dekat peternakan. Karena saya adalah penjaga peternakan tersebut. Aneh kan..?? Itu karena saya tidak ingin membunuh dan memakan binatang lain demi kepentinganKu sendiri. Entah kenapa aku tidak pernah merasa lapar.

Suatu hari..
Ada 2 ekor kambing yang sedang bertengkar. Mereka memenangkan sebuah konsep untuk merenofasi kandang" kambing mereka. Kambing" lainnya pun berpihak pada kambing satu dan satunya. Akupun tetap diam dan duduk dibawah pohon.

Keesokan harinya..
2 Kambing tersebut masih saja berseteru. Kambing" lainnya pun ikut berseteru dengan hebatnya. Akhirnya kelompok kambing itu terpecah menjadi 2. Hingga akhirnya mereka saling mengejek dan saling pukul.
Akupun masih tetap diam...

Pada suatu malam..
Ada sekelompok Serigala yang ingin menyerang peternakan tersebut dan memakan semua ternak" yang ada disitu. Akupun langsung melarang mereka. Hingga akhirnya aku berkelahi melawan kelompok serigala tersebut. Kambing" itupun masih asyik berseteru akhirnya mereka melihat kejadian tersebut. Ada seekor kambing yang tidak ikut berseteru melapor kepada Peternak mereka. Akhirnya Peternak dan Warga desa mengusir serigala yang ingin menyerang peternakan tersebut dan menolongKu yang terluka.
Sang Peternakpun bertanya kepadaku: "Kenapa kau menjaga dan membela peternkan kami..?" Aku menjawab: "Mana ku tahu..? Jiwa dan Ragaku entah kenapa berbuat seperti itu. Meski tidak ada yang menolongku karena ada yang sedang asyik bertengkar."
Keesokan harinya..

Aku terbangun dari tidurku dibawah pohon yang sudah sembuh dari luka. 2 kambing itupun masih tetap berseteru. Tapi tidak dengan kambing-kambing lainnya. Mereka menyesali kejadian Malam itu. Mereka menyesal, kenapa mereka tidak menolong seekor serigala yang rela tidak memakan mereka justru melindungi mereka yang sedang asyik bertengkar. Mereka sadar bahwa mereka telah salah besar untuk memperebutkan sebuah konsep. Padahal untuk merenofasi kandang kambing mereka yang terpiasah-pisah bisa berkonsep sendiri" tanpa paksaan dari orang lain dan menerima masukan yang baik".

2 Kambing itu yang sedang asyik berseteru terhenti sejenak karena tidak ada pendukung mereka. Kambing" lain justru sedang asyik merenofasi kandang-kandang mereka masing-masing dan meminta maaf karena tidak menolongku pada malam itu. Entah bagaimana 2 kambing itu....
.................

Pingin tahu kisah tentang kambing yang lain, Yuk Ke TKP... http://cafetrader.blogspot.com/2011/05/kisah-dua-kambing.html

KISAH DUA KAMBING

Kisah Dua Kambing ini saya angkat dari karya Martin Luther, saya lagi males ngomong tentang forex...  Simak Aja kang dan Mbakyu...


Begini Ceritanya:

ADA dua ekor kambing gunung bertemu satu sama lain di jalan sempit di tepi tebing terjal yang hanya cukup untuk diliwati salah satu dari kedua binatang liar tersebut. Di sebelah kiri adalah tebing terjal, dan di sebelah kanan danau yang dalam. Keduanya saling berpandangan. Apa yang harus mereka lakukan? Keduanya tak dapat balik karena terlalu berbahaya, tak dapat berputar karena jalan itu terlalu sempit.

Kemudian salah satu dari mereka membaringkan dirinya di jalan yang kecil itu, dan mengembik memberi tanda kepada kambing lainnya supaya berjalan diatasnya. Dan selamatlah keduanya dari kecelakaan. Kambing-kambing itu tidak saling menanduk dan berkelahi mempertahankan jalannya masing-masing supaya selamat.

Kata Martin Luther yang mengangkat ilustrasi ini, manusia justru kadang-kadang tidak lebih bijak dari kedua kambing diatas, yang mau saling “merendahkan diri” untuk "memberi jalan" ketika "papasan" dengan yang lain!

"......Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga"