Saturday, May 28, 2011

Mitos Seputar Investasi

Cukup banyak mitos menyesatkan seputar dunia investasi dan trading. Berikut ini adalah beberapa contohnya.
•    Investasi cukup di sektor yang pasti untung
Ini adalah mitos yang paling menyesatkan umat manusia sepanjang sejarah, Ha..ha..ha..! Ada semacam hukum tak tertulis yang menyatakan bahwa tak ada bisnis/investasi manapun yang bebas dari resiko sekecil apapun kemungkinannya. Jualan pisang goreng juga ada resikonya lho, karena siapapun yang berbisnis lalu dagangannya tak laku jelas menanggung resiko merugi.
Dalam bisnis, yang ada hanyalah perbandingan antara potensi resiko dan potensi keuntungan. Bisnis yang baik adalah bisnis yang potensi keuntungannya sebanding dengan potensi resikonya. Dengan kata lain, semakin tinggi resiko suatu bisnis, maka peluang keuntungan yang ditawarkannya harus semakin besar pula, seperti halnya dalam trading. Kita tidak bisa menghilangkan resiko, yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir resiko. Bagaimana caranya? Tenang saja, bahasan tentang risk management juga kami siapkan.
•    Trading itu sulit
Ini adalah komentar dari orang yang malas belajar. Semua hal akan menjadi sulit layaknya bukit terjal nan curam kalau kita tidak mengerti caranya. Kita tidak perlu menjadi sejenius Einstein untuk bisa mengerti cara trading yang baik. Faktanya, banyak sekali pemula dalam dunia trading (dengan latar belakang yang berbeda-beda) yang bisa dengan cepat mengerti dasar-dasar trading yang baik, karena mereka selalu ingin belajar dan belajar terus. Kabar baiknya adalah, modul edukasi ini lahir guna membantu Anda atau siapapun juga yang ingin mempelajari prinsip dasar trading as simple as riding a bike. Yup! Karena begitu kita sudah paham prinsip bersepeda, lepas tangan dari handlebar (stang) jelas sangat mudah.
•    Tak mungkin bisa untung lewat trading
Ups... pesimis sekali? Mari kita berlogika sedikit. Mana mungkin trading bisa mengalami booming seperti sekarang ini kalau memang tak mungkin bisa untung dari trading? Malah banyak fakta bahwa trading itu bisa membawa profit yang luar biasa.
•    Trading itu sama dengan judi (gambling)
Anggapan ini pun tidak tepat. Kebanyakan orang mengira bahwa trading itu sama dengan judi (gambling) karena unsur ketidakpastian dalam keuntungannya. Tapi kalau kita dalami lagi, bukankah tidak ada bisnis yang pasti untung juga? Siapa yang bisa menjamin kalau harga BBM akan naik atau turun terus? Seandainya Anda dagang pisang goreng pun, siapa yang bisa menjamin 100% kalau dagangan Anda pasti untung? Lalu pernahkah Anda mendengar orang mengatakan bahwa dagang pisang goreng itu adalah judi?
Kita bisa melihat perbedaan mencolok antara kedua hal tersebut, trading adalah salah satu bentuk bisnis. Ada banyak perbedaan antara bisnis dengan gambling, salah satunya adalah cara melakukan analisis dan cara mengatur tingkat resikonya. Bisnis itu ada ilmunya. Kita pelajari dulu hingga paham, baru kita ambil sebuah keputusan: jual atau beli, di harga berapa, batasan resikonya sampai mana, potensi keuntungannya seberapa besar, sebanding atau tidak dengan resikonya, dan lain-lain. Amati dulu segala sesuatunya baru tentukan langkah berikutnya,
•    Trading itu mahal
Tidak juga sebenarnya. Mahal atau murah itu relatif, tergantung pada terhadap apa kita membandingkannya. Mari kita lihat lagi perbandingan antara trading dan bisnis di sektor riil yang kita bahas sebelum ini. Di situ terlihat jelas bahwa trading membutuhkan modal yang lebih kecil daripada bisnis biasa. Apalagi, di Boker Anda bisa bertransaksi dengan mini account yang modalnya relatif kecil.

Trading = Investasi?

Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, segala macam bentuk ‘penitipan’ atau ‘pengalihan’ dana ke instuisi atau asset tertentu adalah investasi. Penanaman modal di warung atau toko, biasanya juga disebut investasi.
Tapi sebenarnya ada perbedaan yang mencolok antara trading dengan investasi.
Mari kita sederhanakan dengan skema berikut ini:
INVESTASI:
bagan investasi
TRADING:
skema trading
Cukup sederhana bukan? Atau masih kurang jelas? Oke, mari kita lihat dua contoh berikut ini.
  1. Pak Syamsul membeli sebuah rumah seharga 300 juta rupiah, lalu ia menyewakan rumah tersebut dengan ongkos sewa 20 juta per tahun.
  2. Pak Sulaiman membeli sebuah rumah seharga 300 juta rupiah, lalu ia menjual rumah tersebut seharga 350 juta.
Kita lihat bahwa pak Syamsul dan pak Sulaiman sama-sama membeli sebuah rumah dengan harga yang sama. Keduanya pun sama-sama mendapatkan uang dari rumah yang mereka beli itu.
Cara mana yang  anda pilih
Bedanya, pak Syamsul mendapat uang dari menyewakan rumahnya. Dalam hal ini, Pak Syamsul mendapatkan uang dengan cara ‘memberdayakan’ aset miliknya, yaitu rumah. Dengan itu, ia mendapatkan uang sebesar 20 juta per tahun. Ia baru bisa ‘balik modal’ paling tidak dalam 15 tahun. Itu pun kalau selama 15 tahun itu selalu ada yang mengontrak rumahnya.
Pak Sulaiman rupanya berpikir lain. Ia tidak menyewakan rumahnya. Ia justru berniat untuk menjual saja rumahnya itu. Ketika ia berhasil menjual rumahnya seharga 350 juta (yang dibelinya seharga 300 juta), maka ia sudah mendapatkan keuntungan sebesar 50 juta. Berbeda dengan pak Syamsul, pak Sulaiman mendapatkan keuntungan berdasarkan selisih harga jual dan harga beli rumahnya.
Dari dua contoh di atas, pak Syamsul dikatakan melakukan investasi, sedangkan pak Sulaiman melakukan transaksi jual-beli (=trading).
Jadi, kesimpulannya adalah: trading itu berbeda dengan investasi biasa.

15 Cara Menghindari Kerugian dalam Forex Trading

1) Menambah Ilmu . Hampir semua trader Forex yang pemula tidak mau meluangkan waktu untuk mempelajari apa yang menggerakkan mata uang (terutama fundamental). 
2) Hindari Overtrading . Transaksi terlalu agresif dengan jarak stop loss yang terlalu pendek dan target profit terlalu pendek juga hanya akan membuat broker semakin kaya. Keinginan untuk menghasilkan untung beberapa dollar saja sehari dengan cara mengunci profit dalam jumlah sangat kecil ketika memungkinkan merupakan strategi yang merugikan dan lebih menjurus gambling.
3) Hindari Over leveraged . Leverage adalah pedang bermata dua. Broker tertentu dapat memaksa anda untuk menggunakan high leverage karena itu berarti semakin besar income yang didapatkan broker dari spread karena position size nya akan semakin menentukan jumlah income dari spread; semakin besar posisi dengan high leveraged semakin besar spread income yang didapatkan oleh broker.
4) Tidak Tergantung pada Orang lain . Trader sungguhan berhasil karena kemampuannya sendiri; mereka membuat keputusannya sendiri dan tidak tergantung pada keputusan orang lain dan tidak tergantung pada orang lain untuk membuatkan keputusan bagi mereka; pilihlah apakah mau trading sendiri atau sekalian minta orang lain yang mentradingkan.
5) Trading a Pair, Not a Currency . Memprediksi arah satu mata uang saja baru setengah transaksi; sukses atau gagal tergantung dari prediksi terhadap mata uang kedua yang menjadikan pasangan mata uang (pair).
6) Membuat Persiapan Sebelum Trading . Menghasilkan uang tidak termasuk persiapan. Yang termasuk pada persiapan itu sendiri adalah kuda-kuda untuk keberhasilan dalam trading; seperti contohnya kebijakan-kebijakan dalam trading; jika anda tidak mempunyai rule yang spesifik, maka anda tidak memiliki persiapan, dan cenderung anda akan berada pada statistik (95% player yang loss dan akhirnya berhenti trading).
7) Trading mengikuti Trend . Ada perbedaan yang cukup besar antara membeli di harga rendah ketika harga sedang turun-turunnya dengan membeli di harga murah. Harga rendah dengan segera akan menjadi harga yang tinggi ketika anda trading melawan trend.
8) Bakar Transaksi yang Buruk . Jika anda bertransaksi dan kebetulan hasilnya tidak bagus, pastikan anda bakar posisi nya dengan sesuai; jangan menambah kerusakannya. Sebaliknya jika transaksi anda sudah bagus dan menang, jangan buat diri anda buru-buru untuk bakar posisi hanya karena bosan menunggu atau mau lepas dari stress; stress adalah proses alami dari trading, biasakan dengan stress.
9) Perhatikan Kondisi Technical . Menentukan apakah trend market telah berakhir, atau menemukan tahanan-tahanan adalah kunci dari reaksi harga-harga di pasar. Gerakan spikes biasa terjadi ketika pasar bergerak satu arah.
10) Trading Bebas Emosi . Ketika anda tidak memiliki persiapan, otomatis anda trading dengan menggunakan feeling dan bukan berdasarkan ide; feeling sangat emosional dan cara yang buruk untuk
melakukan trading. Apakah orang pernah mengungkapkan sesuatu yang intelek ketika dalam kondisi kesal karena emosi; saya pikir tidak. 
11) Percaya Diri . Percaya diri satu-satunya cara untuk berhasil dalam trading. Jika anda kehilangan uang terlalu dini dalam karir trading anda maka sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan diri sejati; trik nya adalah jangan memasak nasi setengah matang; pelajari dulu bisnisnya sebelum bertransaksi.
12) Ketakutan untuk Cut Loss . Tidak ada yang dapat dibanggakan dari menahan posisi yang sedang rugi terlalu lama, hanya kebodohan dan sifat pengecut yang terlihat. Memerlukan keberanian untuk menerima kekalahan sementara dan menunggu kesempatan yang lebih baik untuk membalas kekalahan itu. Berpendirian teguh pada posisi yang buruk menghancurkan banyak trader. Hal yang harus diingat adalah tidak ada yang absolut di pasar, ketidakmungkinan malah menjadi rutinitas di pasar. Satu transaksi yang bagus tidak menjadikan anda seorang trader sukses, performance bulanan dan tahunan lah yang menentukan anda trader yang baik atau tidak.
13) Courage Under Fire . Ketika polisi menggerebek sarang penyamun sebenarnya mereka ketakutan namun tetap mereka lakukan. Ketika petugas pemadam kebakaran naik ke atas atap rumah yang terbakar mereka ketakutan setengah mati, namun tetap mereka lakukan juga; dan akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka. Sama seperti trading; tidak apa-apa untuk ketakutan namun anda tetap harus mengeksekusi baik signal . cut loss . dsb
14) Konsistensi . Setiap bisnis (termasuk Forex Trading) memerlukan bisnis plan (trading plan). Jika anda tidak meluangkan waktu untuk menulis rule yang spesifik yang dapat anda terapkan dan anda ikuti, trading anda akan tidak fokus dan tidak memiliki arah. Buatlah persiapan, miliki rule yang spesifik, terapkan dan tentukan target yang realistis agar dapat tercapai.
15) Overconfidence . Jika tidak ada moment yang benar-benar mantap, maka kita harus lebih conservative. Dan hindari overconfident meskipun telah menang berturut-turut. Tetap rendah hati. tetap konservatif.

Trading dengan Pola W dan M

Pada grafik, kalau kita melihat data historis harga, kita pasti akan menjumpai pola-pola harga tertentu yang berulang. Dan biasanya pola-pola harga tertentu tersebut akan memberikan kita suatu sinyal atau petunjuk kemana kemungkinan harga akan bergerak nantinya. Banyak trader telah mempelajari pola-pola harga ini untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi.
Ada beberapa pola harga yang populer di kalangan para trader seperti pola head and shoulder, pola segitiga, pola double/triple top/bottom, dan pola cangkir. Masing-masing pola ini akan memberikan petunjuk dimana posisi support dan resisten, dimana kemungkinan posisi yang bagus untuk membuka posisi beli atau jual, dan kemungkinan area target atau stop loss.
 
Pola-pola harga ini ada yang menunjukkan penerusan suatu tren pergerakan atau pembalikan dari tren. Ada satu pola harga yang sering terlihat pada saat pembalikan tren. Mungkin anda pernah melihat pola W atau M seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini:
 
 
Gambar 1: Pola W – bullish reversal                             
 
 
Gambar 2: Pola M – bearish reversal
 
 
Pola W atau M mempunyai 2 lembah/puncak. Lembah/puncak tersebut menandakan adanya support/ resisten di sekitar area tersebut artinya ada pembeli/penjual yang masuk sehingga arah berbalik. Lembah/puncak yang pertama memberikan garis besar dimana letak support/resisten berada sedangkan lembah/puncak yang kedua kurang lebih posisi harganya dekat dengan area support/resisten yang terbentuk pada lembah/puncak yang pertama. Bila kita memakai bantuan indikator MACD terlihat bahwa histogram untuk lembah/puncak yang kedua lebih rendah dibandingkan dengan histogram untuk lembah/puncak yang pertama. Ini berarti bahwa momentum tren sebelumnya mulai berkurang dan ada sinyal reversal.
 
Dari informasi support dan resisten yang kita dapat, dari pola W atau M ini, kita dapat membuat strategi trading. Mari kita perhatikan ilustrasi di bawah ini:
 
 
 
Pada pola W terlihat ada 2 lembah yang membentuk level support sementara garis merah merupakan garis resisten kunci, yang bila harga menembus resisten ini, harga dapat terus naik ke atas. Demikian sebaliknya dengan pola M. Kita meletakan posisi beli/jual saat harga menembus level resisten yang ditandai dengan garis merah tersebut dan meletakan area stop loss di bawah/atas level support/resisten. Sementara target profit dapat kita letakan sebesar jarak antara lembah/puncak kedua dengan garis merah.
 
Yang perlu diingat bahwa dalam setiap strategi trading yang kita buat, kita harus memperhatikan resiko yang dapat kita terima. Setiap strategi trading selalu memiliki kemungkinan resiko. Oleh karena itu kita harus siap menerima hal yang terburuk.
 
Happy trading ….

Profit Dengan Sistem 123

Suatu sistem diperlukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam trading. Sistem ini haruslah dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat digunakan secara konsisten oleh pemakainya. Dari riset saya menemukan sistem trading yang terbilang simple dan mudah diaplikasikan. Sistem ini dibahas dalam suatu forum trading di internet dan mungkin dapat menjadi sumber inspirasi untuk membuat sistem trading yang sesuai dengan karakter trading para pembaca.
Sistem ini mengambil teknik 123 yang sudah lama diterapkan di pasar keuangan. Teknik 123 semacam teknik yang menghitung gelombang pergerakan harga untuk memprediksi kemungkinan arah pergerakan selanjutnya. Dan teknik ini digunakan untuk mencari kemungkinan pembalikan tren (trend reversal).


Mungkin yang akan menjadi pertanyaan anda bagaimana cara menentukan titik 1, 2, dan 3. Pada saat pergerakan harga sedang trending kemudian harga mengalami koreksi yang dalam, titik awal koreksi itu kita jadikan titik 1. Sedangkan ujung dari level koreksi yaitu level dimana harga mengalami konsolidasi merupakan titik 2. Sementara titik 3 kita pilih kondisi pergerakan harga yang memenuhi kriteria retracement Fibonacci 61.8% dari titik 1 dan 2 atau lebih namun tidak melewati titik 1.
Lalu level masuk kita letakkan saat harga melewati titik 2 dengan menempatkan level stop loss di bawah titik 3 untuk posisi beli atau di atas titik 3 untuk posisi jual. Atau bila pergerakan harga sangat fluktuaktif, kita bisa menempatkan level stop loss di bawah/ atas titik 1. Kemudian jarak pips antara titik 2 dan 3 kita jadikan besaran target profit. Cukup mudah bukan? Dan kita tidak perlu menggunakan indikator teknikal lainnya.
Kita ambil contoh pergerakan 15 menit GBP/USD pada tanggal 13 Desember 2010. Pada pukul 15.20 WIB harga berada di level 1.5793 kemudian harga berangsur turun hingga mulai koreksi di level 1.5718 pada pukul 17.15 WIB. Level ini kita jadikan titik 1.
Titik 2 kita peroleh pada pukul 19.15 WIB di 1.5765 dimana pergerakan koreksi mulai tertahan. Lalu kita menggunakan Fibonacci retracement untuk mengukur kemungkinan titik 3 berada. Dengan pengukuran retracement 61.8% antara titik 1 dan 2, kita peroleh titik 3 kira-kira di level 1.5736. Dan harga ternyata melebihi level tersebut namun tidak melampaui titik 1. Titik 3 tersebut valid.
Setelah kita dapatkan titik 123, kita menunggu harga menembus ke atas titik 2 untuk dijadikan level masuk beli (di kisaran level 1.5767 – entry point) dengan level stop loss beberapa pips di bawah titik 3 (di kisaran level 1.5716 – SL1) atau di bawah titik 1 dan besaran target profit disamakan dengan jarak antara titik 2 dan 3 dan didapat di level 1.5814 – TP1.
Kita bisa menerapkan risk management dengan membuka 2 lot. Lot pertama kita keluarkan saat TP1 tercapai. Kemudian SL1 kita naikan ke sl2, sehingga untuk lot ke-2 ini kita bebas resiko. Lalu lot kedua kita keluarkan di tp2.
Sistem ini sangat cocok di sesi perdagangan yang volatilitas harganya besar yaitu mulai dari sesi perdagangan Eropa dan Amerika.
Selamat mencoba.semoga bermanfaat....

Meraih Profit Tinggi Tanpa Emosi

Dalam dunia keuangan, berkembang pendapat umum bahwa merancang sebuah sistem trading yang menguntungkan dan konsisten sangat sulit. Padahal, faktor penentu keberhasilan proses trading tidak hanya ditentukan oleh sebuah sistem. Kerugian yang sering terjadi justru dipicu oleh emosi yang tidak terkendali disertai rendahnya tingkat disiplin dalam mematuhi rencana awal. Mindset dan trading plan yang handal tentu sangat dibutuhkan untuk mencapai profit maksimal. Namun, semua hal tersebut akan sia-sia belaka apabila keputusan transaksi dikendalikan oleh emosi semata.


Secara lebih detil masih ada faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan kerugian. Beberapa alasan utama penyebab terjadinya loss pada trading, antara lain:
•      Penempatan modal yang salah (tidak sesuai dengan produk)
•      Kurangnya disiplin dan ketiadaan trading plan
•      Tidak mempelajari pasar secara mendalam
•      Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat
•      Mengejar pasar (memaksakan ambil posisi walaupun kriterianya belum terpenuhi)
•      Tidak mau mengalami kerugian dalam trading (menahan posisi tanpa stop loss)
Untuk mengeliminasi potensi kerugian di atas, dibutuhkan komitmen kuat dalam diri trader. Untuk bisa mencapai pengendalian emosi yang baik selama trading, ada beberapa tips yang patut dipelajari. Kiat-kiat berikut, nantinya akan membedakan trader mana yang berhasil dan merugi:
1.     Memiliki sebuah trading plan untuk dipatuhi,agar Anda mengetahui kapan waktu yang tepatuntuk mengambil atau melepas posisi. Poin ini sering dilupakan ketika trader sedang berada dalam situasi profit. Padahal, pengambilan posisi yang ideal selalu berpedoman pada trading plan dan bukan berdasarkan keadaan pasar terkini. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui efektifitas strategi tersebut. Evaluasi tidak akan terjadi apabila strategi yang diterapkan tidak konsisten dan alasan trading terus berubah. Seringkali trader mengabaikan trading plan karena tertekan oleh kerugian. Sesungguhnya masa merugi adalah waktu terbaik untuk belajar menghindari loss di masa depan.
2.     Membuat trading planyang simpel dan mudahdisesuaikan dengan kondisi pasar. Traders yang sukses mempercayai bahwa tidak ada sistem yang bekerja efektif selamanya. Di samping indikator teknikal, masih ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi  performa trading. Untuk meraih kesuksesan jangka panjang, seorang trader harus terus belajar dari pengalaman, mencari ide baru dan melakukan pengujian trial and error. Sehingga ketika sistem dievaluasi (setiap periode tertentu), trader dapat memperbaiki sistem atau mengubah metodologi sesuai kondisi pasar dengan risk to reward yang menarik.
3.     Fokus untuk menjadi konsisten. Trader yang baik pasti memahami bahwa lebih penting untuk menjadi konsisten daripada meraih profit secara cepat. Salah satu bagian terpenting dalam trading, selain profit itu sendiri, adalah cara untuk mencapainya. Jika Anda hanya berharap pada keberuntungan dalam sebuah transaksi, berarti Anda masih belum memiliki strategi/sistem yang handal untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka waktu lama.
4.     Take ActionTrader yang sukses akan selalu memiliki inisiatif untuk bertindak. Aktivitas trading idealnya tidak dipengaruhi oleh rasa takut. Sebagai contoh, seorang tradertidak akan menahan posisi yang merugikan (yang tidak sesuai rencana trading) dan berharap posisinya akan berbalik menjadi sebuah posisi menguntungkan. Ia juga tidak akan mudah panik sehingga terburu-buru dalam merespon kondisi pasar di luar perkiraan.
Apabila Anda mampu mengaplikasikan kiat-kiat di atas, berarti Anda telah memegang salah satu kunci penting dalam trading.

Meraih Untung Lewat Trading di Pasar Keuangan

Anda tentunya sudah sering mendengar ada sebagian orang yang mendapatkan penghasilan dengan berdagang di pasar keuangan dan bahkan ada yang hidup hanya dari trading di pasar keuangan.
Trading di pasar keuangan sudah menjadi hal yang lazim bagi masyarakat yang tinggal di negara-negara maju. Bisa disebut sudah menjadi “way of life” mereka. Mereka mengambil kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari pasar keuangan sebagai tambahan penghasilan ataupun satu-satunya sumber penghasilan mereka.
 
Apa itu pasar keuangan? Menurut Wikipedia, pasar keuangan adalah sebuah mekanisme dimana orang dapat melakukan transaksi membeli atau menjual surat-surat berharga (obligasi, saham), komoditi (seperti logam berharga atau produk pertanian) dan barang lainnya yang bisa diperjualbelikan dengan biaya transaksi yang rendah dan harga yang merefleksikan suatu pasar yang efisien.
 
 
Dari definisi di atas, kita sudah dapat membayangkan apa yang diperjualbelikan di pasar keuangan. Salah satu tempat yang mengakomodir transaksi di pasar keuangan adalah bursa. Di Indonesia kita mengenal bursa saham dan bursa berjangka. Bursa saham adalah tempat untuk memperjualbelikan saham dan di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Sementara bursa berjangka adalah tempat untuk memperjualbelikan kontrak-kontrak berjangka dan option untuk valas, indeks saham, komoditi, saham, dan instrumen keuangan lainnya dan di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Berjangka Jakarta dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia.
 
Sebelum anda terjun ke dunia trading, anda harus mempelajari seluk-beluk perdagangan di pasar keuangan seperti mengetahui produk-produk dan karakteristiknya, mempelajari cara-cara melakukan transaksi, mengkalkulasi resiko, mempelajari cara menganalisa pergerakan harga dan strategi trading. Ini sama seperti bisnis, anda harus melakukan persiapan sebelum membuka dan menjalankan bisnis anda.
Dengan melakukan persiapan dan pengetahuan yang memadai, kesempatan anda untuk meraih untung yang sebesar-besarnya dari pasar keuangan tentunya lebih besar.