Saturday, May 28, 2011

Trading dengan Pola W dan M

Pada grafik, kalau kita melihat data historis harga, kita pasti akan menjumpai pola-pola harga tertentu yang berulang. Dan biasanya pola-pola harga tertentu tersebut akan memberikan kita suatu sinyal atau petunjuk kemana kemungkinan harga akan bergerak nantinya. Banyak trader telah mempelajari pola-pola harga ini untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi.
Ada beberapa pola harga yang populer di kalangan para trader seperti pola head and shoulder, pola segitiga, pola double/triple top/bottom, dan pola cangkir. Masing-masing pola ini akan memberikan petunjuk dimana posisi support dan resisten, dimana kemungkinan posisi yang bagus untuk membuka posisi beli atau jual, dan kemungkinan area target atau stop loss.
 
Pola-pola harga ini ada yang menunjukkan penerusan suatu tren pergerakan atau pembalikan dari tren. Ada satu pola harga yang sering terlihat pada saat pembalikan tren. Mungkin anda pernah melihat pola W atau M seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini:
 
 
Gambar 1: Pola W – bullish reversal                             
 
 
Gambar 2: Pola M – bearish reversal
 
 
Pola W atau M mempunyai 2 lembah/puncak. Lembah/puncak tersebut menandakan adanya support/ resisten di sekitar area tersebut artinya ada pembeli/penjual yang masuk sehingga arah berbalik. Lembah/puncak yang pertama memberikan garis besar dimana letak support/resisten berada sedangkan lembah/puncak yang kedua kurang lebih posisi harganya dekat dengan area support/resisten yang terbentuk pada lembah/puncak yang pertama. Bila kita memakai bantuan indikator MACD terlihat bahwa histogram untuk lembah/puncak yang kedua lebih rendah dibandingkan dengan histogram untuk lembah/puncak yang pertama. Ini berarti bahwa momentum tren sebelumnya mulai berkurang dan ada sinyal reversal.
 
Dari informasi support dan resisten yang kita dapat, dari pola W atau M ini, kita dapat membuat strategi trading. Mari kita perhatikan ilustrasi di bawah ini:
 
 
 
Pada pola W terlihat ada 2 lembah yang membentuk level support sementara garis merah merupakan garis resisten kunci, yang bila harga menembus resisten ini, harga dapat terus naik ke atas. Demikian sebaliknya dengan pola M. Kita meletakan posisi beli/jual saat harga menembus level resisten yang ditandai dengan garis merah tersebut dan meletakan area stop loss di bawah/atas level support/resisten. Sementara target profit dapat kita letakan sebesar jarak antara lembah/puncak kedua dengan garis merah.
 
Yang perlu diingat bahwa dalam setiap strategi trading yang kita buat, kita harus memperhatikan resiko yang dapat kita terima. Setiap strategi trading selalu memiliki kemungkinan resiko. Oleh karena itu kita harus siap menerima hal yang terburuk.
 
Happy trading ….

Profit Dengan Sistem 123

Suatu sistem diperlukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam trading. Sistem ini haruslah dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat digunakan secara konsisten oleh pemakainya. Dari riset saya menemukan sistem trading yang terbilang simple dan mudah diaplikasikan. Sistem ini dibahas dalam suatu forum trading di internet dan mungkin dapat menjadi sumber inspirasi untuk membuat sistem trading yang sesuai dengan karakter trading para pembaca.
Sistem ini mengambil teknik 123 yang sudah lama diterapkan di pasar keuangan. Teknik 123 semacam teknik yang menghitung gelombang pergerakan harga untuk memprediksi kemungkinan arah pergerakan selanjutnya. Dan teknik ini digunakan untuk mencari kemungkinan pembalikan tren (trend reversal).


Mungkin yang akan menjadi pertanyaan anda bagaimana cara menentukan titik 1, 2, dan 3. Pada saat pergerakan harga sedang trending kemudian harga mengalami koreksi yang dalam, titik awal koreksi itu kita jadikan titik 1. Sedangkan ujung dari level koreksi yaitu level dimana harga mengalami konsolidasi merupakan titik 2. Sementara titik 3 kita pilih kondisi pergerakan harga yang memenuhi kriteria retracement Fibonacci 61.8% dari titik 1 dan 2 atau lebih namun tidak melewati titik 1.
Lalu level masuk kita letakkan saat harga melewati titik 2 dengan menempatkan level stop loss di bawah titik 3 untuk posisi beli atau di atas titik 3 untuk posisi jual. Atau bila pergerakan harga sangat fluktuaktif, kita bisa menempatkan level stop loss di bawah/ atas titik 1. Kemudian jarak pips antara titik 2 dan 3 kita jadikan besaran target profit. Cukup mudah bukan? Dan kita tidak perlu menggunakan indikator teknikal lainnya.
Kita ambil contoh pergerakan 15 menit GBP/USD pada tanggal 13 Desember 2010. Pada pukul 15.20 WIB harga berada di level 1.5793 kemudian harga berangsur turun hingga mulai koreksi di level 1.5718 pada pukul 17.15 WIB. Level ini kita jadikan titik 1.
Titik 2 kita peroleh pada pukul 19.15 WIB di 1.5765 dimana pergerakan koreksi mulai tertahan. Lalu kita menggunakan Fibonacci retracement untuk mengukur kemungkinan titik 3 berada. Dengan pengukuran retracement 61.8% antara titik 1 dan 2, kita peroleh titik 3 kira-kira di level 1.5736. Dan harga ternyata melebihi level tersebut namun tidak melampaui titik 1. Titik 3 tersebut valid.
Setelah kita dapatkan titik 123, kita menunggu harga menembus ke atas titik 2 untuk dijadikan level masuk beli (di kisaran level 1.5767 – entry point) dengan level stop loss beberapa pips di bawah titik 3 (di kisaran level 1.5716 – SL1) atau di bawah titik 1 dan besaran target profit disamakan dengan jarak antara titik 2 dan 3 dan didapat di level 1.5814 – TP1.
Kita bisa menerapkan risk management dengan membuka 2 lot. Lot pertama kita keluarkan saat TP1 tercapai. Kemudian SL1 kita naikan ke sl2, sehingga untuk lot ke-2 ini kita bebas resiko. Lalu lot kedua kita keluarkan di tp2.
Sistem ini sangat cocok di sesi perdagangan yang volatilitas harganya besar yaitu mulai dari sesi perdagangan Eropa dan Amerika.
Selamat mencoba.semoga bermanfaat....

Meraih Profit Tinggi Tanpa Emosi

Dalam dunia keuangan, berkembang pendapat umum bahwa merancang sebuah sistem trading yang menguntungkan dan konsisten sangat sulit. Padahal, faktor penentu keberhasilan proses trading tidak hanya ditentukan oleh sebuah sistem. Kerugian yang sering terjadi justru dipicu oleh emosi yang tidak terkendali disertai rendahnya tingkat disiplin dalam mematuhi rencana awal. Mindset dan trading plan yang handal tentu sangat dibutuhkan untuk mencapai profit maksimal. Namun, semua hal tersebut akan sia-sia belaka apabila keputusan transaksi dikendalikan oleh emosi semata.


Secara lebih detil masih ada faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan kerugian. Beberapa alasan utama penyebab terjadinya loss pada trading, antara lain:
•      Penempatan modal yang salah (tidak sesuai dengan produk)
•      Kurangnya disiplin dan ketiadaan trading plan
•      Tidak mempelajari pasar secara mendalam
•      Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat
•      Mengejar pasar (memaksakan ambil posisi walaupun kriterianya belum terpenuhi)
•      Tidak mau mengalami kerugian dalam trading (menahan posisi tanpa stop loss)
Untuk mengeliminasi potensi kerugian di atas, dibutuhkan komitmen kuat dalam diri trader. Untuk bisa mencapai pengendalian emosi yang baik selama trading, ada beberapa tips yang patut dipelajari. Kiat-kiat berikut, nantinya akan membedakan trader mana yang berhasil dan merugi:
1.     Memiliki sebuah trading plan untuk dipatuhi,agar Anda mengetahui kapan waktu yang tepatuntuk mengambil atau melepas posisi. Poin ini sering dilupakan ketika trader sedang berada dalam situasi profit. Padahal, pengambilan posisi yang ideal selalu berpedoman pada trading plan dan bukan berdasarkan keadaan pasar terkini. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui efektifitas strategi tersebut. Evaluasi tidak akan terjadi apabila strategi yang diterapkan tidak konsisten dan alasan trading terus berubah. Seringkali trader mengabaikan trading plan karena tertekan oleh kerugian. Sesungguhnya masa merugi adalah waktu terbaik untuk belajar menghindari loss di masa depan.
2.     Membuat trading planyang simpel dan mudahdisesuaikan dengan kondisi pasar. Traders yang sukses mempercayai bahwa tidak ada sistem yang bekerja efektif selamanya. Di samping indikator teknikal, masih ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi  performa trading. Untuk meraih kesuksesan jangka panjang, seorang trader harus terus belajar dari pengalaman, mencari ide baru dan melakukan pengujian trial and error. Sehingga ketika sistem dievaluasi (setiap periode tertentu), trader dapat memperbaiki sistem atau mengubah metodologi sesuai kondisi pasar dengan risk to reward yang menarik.
3.     Fokus untuk menjadi konsisten. Trader yang baik pasti memahami bahwa lebih penting untuk menjadi konsisten daripada meraih profit secara cepat. Salah satu bagian terpenting dalam trading, selain profit itu sendiri, adalah cara untuk mencapainya. Jika Anda hanya berharap pada keberuntungan dalam sebuah transaksi, berarti Anda masih belum memiliki strategi/sistem yang handal untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka waktu lama.
4.     Take ActionTrader yang sukses akan selalu memiliki inisiatif untuk bertindak. Aktivitas trading idealnya tidak dipengaruhi oleh rasa takut. Sebagai contoh, seorang tradertidak akan menahan posisi yang merugikan (yang tidak sesuai rencana trading) dan berharap posisinya akan berbalik menjadi sebuah posisi menguntungkan. Ia juga tidak akan mudah panik sehingga terburu-buru dalam merespon kondisi pasar di luar perkiraan.
Apabila Anda mampu mengaplikasikan kiat-kiat di atas, berarti Anda telah memegang salah satu kunci penting dalam trading.

Meraih Untung Lewat Trading di Pasar Keuangan

Anda tentunya sudah sering mendengar ada sebagian orang yang mendapatkan penghasilan dengan berdagang di pasar keuangan dan bahkan ada yang hidup hanya dari trading di pasar keuangan.
Trading di pasar keuangan sudah menjadi hal yang lazim bagi masyarakat yang tinggal di negara-negara maju. Bisa disebut sudah menjadi “way of life” mereka. Mereka mengambil kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari pasar keuangan sebagai tambahan penghasilan ataupun satu-satunya sumber penghasilan mereka.
 
Apa itu pasar keuangan? Menurut Wikipedia, pasar keuangan adalah sebuah mekanisme dimana orang dapat melakukan transaksi membeli atau menjual surat-surat berharga (obligasi, saham), komoditi (seperti logam berharga atau produk pertanian) dan barang lainnya yang bisa diperjualbelikan dengan biaya transaksi yang rendah dan harga yang merefleksikan suatu pasar yang efisien.
 
 
Dari definisi di atas, kita sudah dapat membayangkan apa yang diperjualbelikan di pasar keuangan. Salah satu tempat yang mengakomodir transaksi di pasar keuangan adalah bursa. Di Indonesia kita mengenal bursa saham dan bursa berjangka. Bursa saham adalah tempat untuk memperjualbelikan saham dan di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Sementara bursa berjangka adalah tempat untuk memperjualbelikan kontrak-kontrak berjangka dan option untuk valas, indeks saham, komoditi, saham, dan instrumen keuangan lainnya dan di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Berjangka Jakarta dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia.
 
Sebelum anda terjun ke dunia trading, anda harus mempelajari seluk-beluk perdagangan di pasar keuangan seperti mengetahui produk-produk dan karakteristiknya, mempelajari cara-cara melakukan transaksi, mengkalkulasi resiko, mempelajari cara menganalisa pergerakan harga dan strategi trading. Ini sama seperti bisnis, anda harus melakukan persiapan sebelum membuka dan menjalankan bisnis anda.
Dengan melakukan persiapan dan pengetahuan yang memadai, kesempatan anda untuk meraih untung yang sebesar-besarnya dari pasar keuangan tentunya lebih besar.

5 Hal Penting Jelang Sesi New York

  1. Market Tone: Sentimen para pelaku pasar masih negatif terkait kekhawatiran pemulihan ekonomi AS menopang kenaikan komoditas, sementara Dollar melorot akibat resiko pemulihan ekonomi AS tersebut, pelemahan Dollar AS tentunya berimbas juga pada kenaikan harga komoditi sehingga Minyak mentah berjangka sempat meraih level $101 per barrel. 
  2. Euro Zone Crisis: Euro mencapai titik tertinggi $1.4279 sejak sesi Asia, dan cukup stabil di kisaran $1.4250 selama bursa Eropa terbantu oleh waktu yang diberikan hingga 29 Juni nanti oleh Jean-Claude Juncker, Ketua Euro Group dari para menteri keuangan Eropa sebagai deadline penentuan apakah Yunani dapat mengatasi masalah atau menghadapi kejatuhan karena default, sekaligus meningkatkan peluang ditundanya bantuan IMF ke Yunani sebelum 29 Juni tersebut.
  3. Econ Data: Tiga data kunci akan menjadi fokus para investor, diantara lain Personal income pada pukul 20.30 WIB dan Indeks Sentimen dari Univ. of Michigan, dan pending Home Sales pada pukul 21.00. Perkiraan analis PCE prices sebagai komponen dalam laporan personal income akan naik ke 2.2% dibanding sebelumnya 1.8% year-on-year yang kurang positif untuk Bank Sentral meskipun di satu sisi menurunnya harga energi dapat merubah laju inflasi menjadi cukup stabil. 
  4. G8 Summit: Pemimpin kelompok G8 menjanjikan untuk mendukung demokrasi Arab dengan bantuan dana sebesar $20 milyar. Para investor mengharapkan adanya kerjasama dengan Arab setelah bantuan sebesar itu diberikan, PM Yunani dan Tunisia rencananya akan bertemu untuk mendiskusikan bantuan serta bentuk reformasi ekonomi. Pertemuan konferensi puncak G8 di Prancis, juga menyatakan bahwa pemulihan ekonomi global dapat berkelanjutan dengan sendirinya meskipun tingginya harga komoditas membahayakan pertumbuhan lebih lanjut. 
  5. Japan: Fitch telah merevisi outlook Jepang dari stabil menjadi negatif, kerugian keuangan yang berpotensi terjadi akibat downgrade ini masih dicerna oleh para investor sambil menunggu rencana konsolidasi fiskal dari pemerintah Jepang yang lebih kredibel sebelum outlook kembali pulih jadi stabil. Meskipun demikian sebagian pelaku pasar merasa tidak khawatir imbas Fitch rating tersebut pada Dollar Yen, karena 98% pemegang obligasi Jepang adalah domestik dimana investor domestik Jepang tidak terlalu mengacu pada peringkat Fitch.

Tips Analisis Teknikal

Tips-tips dalam melakukan analisis teknikal:
•    Jangan menggunakan terlalu banyak indikator
Kebanyakan trader pemula menganggap semakin banyak indikator yang mereka gunakan, maka semakin akuratlah prediksi mereka. Anggapan ini salah. Justru semakin banyak indikator yang Anda gunakan akan membuat Anda semakin bingung untuk mengambil keputusan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengkombinasikan indikator, misalnya indikator untuk trend (MA misalnya) dikombinasikan dengan indikator osilator (contoh: RSI atau stochastics). Jangan terlalu banyak, cukup dua atau tiga macam saja agar Anda tidak bingung.
•    Gunakan indikator yang dimengerti saja
Ya, cukup yang Anda mengerti saja. Pelajari dengan seksama hingga Anda tahu bagaimana cara menggunakannya, lalu praktekkan. Jika Anda sudah merasa nyaman dan bisa mengumpulkan profit secara konsisten dengan indikator itu, jangan mencoba sesuatu yang belum pernah Anda buktikan profitabilitasnya.
•    Simple is better
Bagus atau tidaknya indikator bukan tergantung pada rumit atau tidaknya indikator itu, melainkan pada bisa atau tidaknya si trader menggunakannya. Semakin sederhana, maka semakin Anda mudah mengerti kegunaannya, artinya semakin mudah Anda tahu triknya, yang akhirnya semakin mudah bagi Anda untuk mengumpulkan profit. Logis kan?
•    Banyaklah berlatih
Belajar analisis ibarat belajar berenang. Tak akan mungkin bisa berenang jika hanya belajar teorinya tanpa ‘nyebur’ ke kolam. Untuk bisa melakukan analisis dengan baik, Anda harus mempraktekkannya. Meskipun Anda berlatih menggunakan demo account, perlakukanlah seperti layaknya real account, sehingga Anda akan terbiasa ketika bertransaksi sungguhan.

Strategi Manajemen Modal

Teknik averaging memiliki beberapa pengembangan yang bisa disesuaikan dengan ketahanan modal yang kita miliki, sehingga sering juga disebut sebagai “manajemen modal”.
Beberapa pengembangan teknik averaging adalah pyramiding, martingale, dan anti-martingale.
•    Pyramiding
Pyraimding merupakan kebalikan dari cost-averaging. Jika pada cost averaging kita menambahkan satu posisi terbuka setiap kali mengalami kerugian, maka dalam pyramiding kita menambah posisi terbuka setiap kali mendapatkan keuntungan.
Contoh:
pyramiding
Pada gambar terlihat, setiap kali kita mendapatkan keuntungan sebesar 500 pips, maka kita menambah lagi buy sebanyak 1 lot. Ketika harga turun dari level 1.51000 ke 1.50750, total keuntungan kita masih tersisa 750 pips. Di level ini kita bisa menutup seluruh posisi buy kita. Jika harga turun hingga ke level 1.50500, maka seluruh transaksi kita akan impas.
Teknik ini bagus jika kita pergunakan pada saat harga dalam keadaan trending.
•    Martingale
Martingale mirip dengan cost-averaging. Tapi pada martingale, kita menambah posisi terbuka dua kali lipat dari posisi sebelumnya setiap kali mengalami kerugian.
Contoh:
martingale
Dalam contoh ini diperlihatkan bahwa si trader menambah posisi sell sebanyak dua kali posisi sebelumnya setiap kenaikan 500 pips. Seandainya harga masih naik ke 1.51500, maka si trader akan menambah posisi Sell sebanyak 8 Lot.
Dalam contoh ini, diperlihatkan bahwa keuntungan diperoleh ketika harga kembali ke 1.50500.
Yang perlu diwaspadai adalah jika harga terus naik, maka kerugian yang diderita akan semakin besar.
Teknik ini bagus jka pergunakan pada saat keadaan pasar yang sideway.
•    Anti-martingale
Anti-martingale justru mirip dengan pyramiding, dan merupakan kebalikan dari martingale, yaitu kita menambah posisi terbuka dua kali lipat dari posisi sebelumnya setiap kali mendapatkan keuntungan.
Contoh:
anti martingale
Kita harus terus memperhatikan pergerakan harga, jangan sampai berbaliknya arah membuat keuntungan yang sudah kita kumpulkan malah berubah menjadi loss.
Teknik ini bagus untuk dipergunakan pada saat pasar dalam keadaan trending.