Thursday, November 25, 2010

MALAM INI TIDAK ADA CINTA

“Malam ini tidak ada cinta.” Kata-kata ini sering muncul dalam benaknya. Datang bagai daun-daun kering yang terputus dari rantingnya. Ia merasa gelisah seolah-olah membaca kalimat dari primbon tua yang bernuansa mantra.

Mungkin ia telah membaca kalimat itu dalam sebuah novel percintaan yang malang. Dan seperti umumnya seseorang dengan hati yang murung, ia mudah tergugah kata-kata yang indah. Malam itu seolah ia hanya memiliki kalimat itu, seperti pasrah memeluk takdir.

Seorang laki-laki akan melakukan sebuah tradisi, namanya Gowokan. Konon seorang laki-laki yang akan duduk di pelaminan harus siap fisik, mental dan ketrampilan teknis. Untuk alasan yang terakhir itu seorang jejaka harus dilatih oleh perempuan yang sudah mahir.

Pada sebuah kamar di suatu malam.…
“Gila!” kecamnya dalam kesendirian. Sementara Bapak Ibu dan Saudar-saudaranya mengungsi ke rumah kerabatnya di kampung tetangga seolah di rumahnya ada musibah. Ya, disana ada musibah.

“Malam ini tidak ada cinta. Malam ini tidak ada cinta…,” begitu berulang-ulang layaknya seorang yang sedang bezikir. Sementara di langit-langit ruangan itu baling-baling kipas angin berputar datar mengantarkan segumpal kegundahan dan kepedihan yang terbentuk di dalam hatinya.

Tanpa disadari, sesosok perempuan muda yang bertubuh sintal tiba-tiba berada di hadapannya. Keduanya tegak berhadapan seperti dua orang yang mau mengatakan sesuatu yang lama sudah di simpan, tetapi sebenarnya tidak!

“Aku akan melatihmu malam ini. Melatih memadu kasih asmara dari pancaran aura yang tertahan,” kata perempuan itu sambil tangannya menyentuh tangan sang laki-laki. Tetapi laki-laki itu menolak.

“Bagaimana aku harus melekatkan tubuhku dengan tubuhmu, bila aku sangat mencintai calon isteriku,” kata laki-laki itu mencoba menahan diri. “Pergilah!” lanjutnya.
“Tidak! Aku datang utusan budaya. Tugasku belum aku laksanakan, apa tidak menjadi kutukan yang tak terelakkan?” jawab perempuan itu lagi.
Laki-laki itu diam…
Perempuan itu juga diam…
Semua terdiam…
Anda sekalian juga diam..!

Beberapa saat terasa sunyi di tempat itu, padahal begitu ramai pengunjung di panggung budaya itu. Ya, seseorang sedang membacakan cerpen dengan judul “Malam Ini Tidak Ada Cinta”.Tetapi tiba-tiba…

“Bagaimana kelanjutan ceritanya, Mas Sigit? Kok berhenti!” kata perempuan yang duduk agak depan diantara orang-orang yang menyaksikan pertunjukan itu.

“Siapa namamu, gadis cantik?” tanya si cerpenis gendeng itu sambil maju dan membungkuk menatap tajam si penanya..

“Fitri…! Lengkapnya Annisa Fitriasri…” katanya setengah berteriak.

“Terima kasih Fitri… Terima kasih kepada semua yang hadir pada malam ini. Untuk Fitriasri, lanjutkanlah kisah ini. Kepada semuanya, kalianlah yang melanjutkan!” Sigit keluar panggung dengan enjoy tanpa merasa bersalah sekalipun. Kemungkinan juga dia tidak diberi honor dengan pertunjukan seperti itu. Tetapi biarlah…
Tidak dapat dihindari kekecewaan pengunjung, “huuuuu….!” Tetapi aku tahu, itu tidak membuat kapok, apalagi putus asa untuk tidak menonton setiap pertunjukannya. Penonton sudah hafal betul terhadap karakter ‘cerpenis gendeng’ ini. Bahwa cerpenis yang satu ini bisa tiba-tiba mengecewakan sekaligus memiliki power pengaruh penontonnya dalam penantian. Great!

Di belakang panggung, usai pertunjukan Fitri mengejar Sigit saat diketahuinya ia sedang berjalan menuju mobilnya.”Mas Sigit..!“ Fitri memanggil.

“Ya Nona… Ada apa?”

“Saya sangat menggemari cerpen-cepen Mas Sigit.”

“Cerpen yang mana?” tanyanya sambil mengernyitkan alisnya.

“Itu lho, ada Kota Langit, Surat Untuk Edo, saya juga suka cerpen Oil Dewa yang lucu itu, Mas Sigit.”

“Oo…begitu, baiklah . Persembahan ‘Malam Ini Tidak Ada Cinta’ biar saya khususkan untuk kamu saja. Kamu lihat sendiri, semua penonton menyoraki aku dan hampir-hampir lemparan botol minuman kaleng sampai kena wajahku, kan?”

Ya, sejak itu mereka berdua akrab. Berdua kemana-mana. Saat di dalam kampus, di mall atau sedang belanja sekalipun mereka berdua seperti sejoli yang sedang kasmaran. Sigit agaknya mencintainya dan Fitri pun begitu. Tetapi aku tidak tahu apa yang terjadi dengan perasaan mereka dan perbuatan mereka. Aku hanya tahu satu hal, bahwa besok adalah hari terakhir bagi mereka untuk bersama-sama. Sigit akan pulang kampung karena ada panggilan kerja dan Fitri belum selesaikan kuliahnya.
Perpisahan itu mereka habiskan di sebuah pegunungan kecil nan indah di Ungaran. Sebuah kawasan yang tidak begitu panas pun tidak begitu dingin, hawa yang penuh kesejukan. Mereka mencari tempat kosong di salah satu bangunan berbentuk payung dengan meja bulat dan kursi sandar melingkar, yang disediakan untuk para pengunjung duduk-duduk menikmati pemandangan. Tetapi semua bangunan-bangunan kecil itu telah dihuni pasangan-pasangan remaja. Mereka akhirnya duduk di hamparan rumput berbukit.
Hari menjelang petang, tetapi mereka seperti tidak mau saling melepaskan, tidak boleh salah satunya pergi. Malam itu terpaksa mereka berdua bersama-sama. Entahlah
dimana.

Sementara langit terkelupas berwarna jingga, menandakan tiba senja. Sampai di puncak pendakian kabut yang menebar dinginnya aura malam, mereka belum berpisah juga.

“Kita berdua telah didalam sekat-sekat kabut, seolah kita masuk di dalam kamar pengantin dan kau meminta lampu diredupkan. Kita akan lupa hari esok karena keindahan malam ini, sayang,” kata Sigit tiba-tiba memecah suasana tetapi menambah syahdu keadaan saat itu.

“Ya, kenangan ini akan terbawa pulang,” jawab Fitri sambil tersenyum menatap lembut mata Sigit. “Tetapi kita bukan pasangan pengantin, Mas?” lanjut Fitri.

“Ya, tetapi ingatkah beberapa hari yang lalu, kita berdua di dalam becak dan diluar hujan deras sekali. Tirai plastik menutup kita, kita tidak bisa melihat keluar dan yang diluar tidak bisa melihat kita. Sementara abang becak terus menunaikan tugas mengantar kita. Tidakkah kau lihat, kita seperti pengantin yang ditandu mirip pengantin Cina pada masa lalu? Aku sangat bahagia Fit…”

Fitri mendekat padanya. Sementara kabut tebal datang kepada mereka. Begitu tebal kabut itu, seolah mereka terbungkus di dalam selimut yang basah. Tak tampak sesuatupun dari jarak yang sangat dekat. Kelambu kabut itu menutup mereka dari pandangan dunia.

“Masih adakah yang ingin kau ajarkan, Mas?”

“What?” Sigit terkejut. “Apa maksudmu?”

“Cerpenmu telah aku lanjutkan. Kau pun melanjutkan… Tetapi malam ini aku calon pengantinnya, dan kau yang melatihku…” jawab Fitri sambil terisak-isak di pangkuannya.

Serpihan kabut menyapu wajah mereka bagaikan serbuk embun dipercikkan.
“Apakah kau akan menikah dengan orang lain, Fit?”

“Bekas ini akan aku bawa pulang dan akan ada yang menghapusnya, bagaimana denganmu?” tanya Fitri sementara Sigit diam menangis.

“Maafkan aku, sesungguhnya rasa sayangku milikmu. Tetapi…?”

“Tetapi apa?”

“Malam ini tidak ada cinta. Aku menyukai cerpenmu, aku tidak suka cerpen sang idolaku terhenti, terputus di tengah jalan. Bukankah kau ingin supaya aku melanjutkan kisah itu? Aku sangat menyayangi Mas Sigit, tetapi aku akan menjadi milik orang lain. Besok aku ada yang menjemput kehidupanku.”

“Telah sekian lama aku menanti, telah sekian lama pula aku mencari. Kau tahu? Kerinduanku padamu telah menumpuk dalam gudang-gudang waktu. Belum sempat aku menyimpulkan rasa ini, tetapi….”

“Sadarlah, Mas. Itu tak akan mungkin terjadi. Kita tak mungkin bisa bersama lagi.”

“Tapi mengapa, Fit? Mengapa? Apakah kau tak ingin kita kembali seperti dulu? Masih ingatkah, ketika matahari hampir terbenam, kita duduk di atas bebatuan. Menunggu kiriman gelombang dari laut, lalu kita membalasnya dengan sajak-sajak cinta. Menulisnya dengan kasih, dengan sayang. Tapi mengapa? Mengapa sekarang kau pergi? Kau pergi dengan akhir seperti ini. “

“Mas, sudahlah. Jangan kau ungkit masa lalu. Lupakan saja. “

“Apa? Lupakan? Setelah sebagian hidupku kuabadikan untukmu, kau selalu menjadi sumber inspirasiku, kisah-kisahku hanya bercerita bagaimana diriku bertambat di hatimu. Tidak, Fit, aku tak bisa.”

“Mas, apa kau tidak tahu, aku tak akan bisa lagi di sampingmu, menyambung kembali benang kenangan kita, menyulamnya jadi harapan, jadi impian yang kau katakan. Tidak, itu tak mungkin. “

“Fitri, rasa rinduku masih bergelora. Dan seperti dulu, masih seperti dulu, aku menulis penantian dalam kekecewaan yang telah jadi kanvas, tempatku menulis gundah, melukis resah, tempat mendiskusikan segala keluh-kesah, memperdebatkan tentang sebuah pertanyaan, mengapa kita berpisah?”

“Mas, Tolong jangan kau lanjutkan. Malam ini tidak ada cinta. Aku juga sakit, Mas. Aku menyayangimu. Tetapi aku ingin melihatmu seperti dalam cerpenmu ‘Surat Untuk Edo’ sosok seorang Edo yang tegar seperti batu karang. Aku juga sebenarnya tidak tega melihatmu seperti ini, atau aku berbicara kasar seperti perkataan orang bodoh. Tetapi kau harus tahu, Mas. Aku harus meninggalkanmu karena aku akan menjadi milik orang lain. Dan aku mengikutimu ini, karena aku sayang padamu, Mas? Kamu harus tahu itu!” Kalau aku tidak menyayangimu, aku pasti tidak mau melanjutkan kisahmu yang teputus itu. Aku telah rela mengorbankan semuanya demi kamu, Mas?” Fitri menangis tersedu-sedu.

“Mas, jika kau tanyakan cinta, ya, aku masih menyembunyikannya padamu. Karena aku mencintai calon suamiku. Bukankah, dalam cerpenmu, saat sang laki-laki diserbu nafsu pelatih asmaranya, dia katakan bahwa cintanya hanya untuk calon isterinya? Kamu harus adil, Mas?”

“Fitri… Maafkan aku,” Sigit masih terisak-isak dalam pelukan Fitri yang ikut larut di dalamnya.

“Aku juga mohon maaf, Mas. Sentuhan kisahmu akan selalu membelai mimpi malamku. Teruslah berkarya, menulis dan jangan sia-siakan pengorbananku. Aku akan selalu rindu padamu, Mas, juga cerpen-cerpenmu. Kau pun berhak membuatku cemburu pada penantian di hari-hariku, juga suaramu yang telah mengisi imaji hingga kehampaan tak pernah bisa bertandang di benakku. Tapi, Mas, setelah kepergianmu, dan pencarianku pun tak berujung pertemuan, penantian tak menampakkan harapan, membuatku kehilanganmu.. Aku kehilangan. Di laut kenangan kita, aku mati. Terkubur dalam cerita-cerita yang berujung pada perpisahan. Pahamilah Mas, aku pun semakin rapuh bersama rumah rindu yang terus dihujani air mata.”

“Fitri, simpanlah semua cerita kita. Janganlah kau mati di dalamnya. Tetaplah jiwamu bergelora. Kau inspirasiku. Jangan lupa berkirim doa dan harap pada Tuhan. Jangan kau lupakan itu. Tuhan telah memberikan kita kata, kata itu yang telah melahirkan huruf-huruf cinta, di dalamnya telah berhikayat perjalanan kembara kita yang berhasil merangkum luka, kecewa, air mata dan sengsara jadi kehidupan, jadi sejarah lalu jadi kita.”

“Mas, percayalah. Aku ingin selalu hidup di dalam kisahmu. Aku tak akan menikam kepiluan, keperihan, juga menusuk jantungmu dengan kelu hingga biru. Teruslah berkisah… Maafkan aku jika malam ini tidak ada cinta. Semoga berbahagia, karena cerpenmu telah tertuntaskan. Besok kita pulang membawa kepedihan masing-masing dan keluar dari kepompong kabut yang memudar.”

*Lagi males menulis tentang forex...

Wednesday, November 24, 2010

GAGAL LAGI - GAGAL LAGI, SON!

Maaf, saya hanya ingin bertanya sedikit saja, 'Apakah Anda pernah gagal di forex?'
Ouuuh... yayayaya!

Hmmmm..., pernah loss kan? Sssttt.. jangan keras-keras jawabnya, saya tahu koq, hihihihiiii... Kata orang sih, gagal itu adalah kesuksesan yang tertunda... Kata sebagian yang lain, gagal itu adalah awal dari kehancuran. Wah, saya mau ngomong diri saya saja. Saya tuh... gagal di forex itu berkali-kali. Puluhan juta tertelan perut Mr MC. Biarlah dia kenyang, eit...belum kenyang juga yah..?? Apakah dia memakan duit di account forex Anda? Wah.... edaaaaaan!!!! Yo wis lah gak popo!

Alhamdulillah, sekarang duitku pahit kalee, jadi Mr MC gak mau lagi makan duitku. Kalau ditanya tentang kesuksesan ya, saya baru sukses kecil-kecilan....! Komisi unlimited berjalan hehehehe...! Ya, katakanlah sebagai upah kesabaran saya menjalani kegagalan. Nah, untuk apa saya ngomongin ini semua untuk Anda, disinilah yang penting: Berbagi!

Selama ini hal yang paling menghambat seseorang untuk melakukan sesuatu adalah rasa takut. Takut kalau-kalau dirinya akan gagal. Dan sesuai pengalaman nih ya, bahwa tidak ada cara khusus untuk menghilangkan rasa takut itu. Jadi, pada waktu saya akan memulai tindakan, saya berfikir, " Saya sudah pernah gagal, mungkin besok saya pun akan gagal lagi. Tetapi gagal pasti hanya sebuah proses dan sudah satu paket dengan sukses. Pasti saya pun akan bertemu dengan sukses itu. Lanjuuuuuut!!!!"

Saya merasa asyik kalau mengenang kegagalan, justru karena gagal itulah saya menjadi "keenakan" menjalani hidup seperti sekarang... Alhamdulillah.

Kegagalan pertama, saya di HYIP... suksesnya adalah saya menjadi mengenal forex.

Kegagalan forex selanjutnya, aku jadi bisa bikin blog....saya belajar forex dari blog saya sendiri, dengan ketekunan alhamdulillah lama-lama profit juga di forex.

Blog awalnya jelex, konten asal-asalan, eh lama-lama (karena kebiasan) jadi bagus juga....(menurutku wkwkkww) malah bisa untuk mengasah otak untuk belajar menulis.. hihihihiiii...!

Dari menulis itu, ternyata banyak juga yang suka tulisanku yah.. (nitip GR sebentar), kemudian saya membuat buku... coba kalau saya tidak gagal di HYIP, tidak gagal di forex saat itu, gak mungkinlah sekarang menjadi penuis buku hehhehee...

Berikutnya, adalah kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain, dengan blog sederhana ini ternyata bisa membawa saya pada orang-orang hebat...mereka; Surasa Wijana (jogjakarta), beliau yang mensupport saya untuk go publik, Mr. David si Jangkung dari goa seputarforex (Jakarta), Djati Murti (Warung trader) yang rela berkorban untuk menolongku pada awal-awal kehancuranku,dll kawan-kawan di dunia maya yang andil besar dalam pencapaian kesuksesan kecilku ini. Sampai akhirnya saya menjadi pemenang kelima menjadi IB Exclusive FXClearing. Dari sini mulailah karir saya selanjutnya... Saya mulai mendapat komisi per hari dari broker meski saya tidak trading sekalipun.... hmmmm! Jumlahnya pun.. hmmmm!

Kesimpulan saya adalah terdapat pelajaran terbaik dari kegagalan. Seorang yang tidak pernah gagal artinya tidak pernah belajar. Kegagalan adalah hal yang tidak pernah kita pelajari di sekolah lho, Boss...! Saya ini banyak mengalami kegagalan-kegagalan di masa lalu, yo termasuk gagal jadi orang pinter juga wkwkwkkww...! Kalau saya ngaku pinter pasti akan diketawain sama temen-temen sekolahku dulu hahahhaa.. lha wong SMA saja saya 4 tahun, lainnya 3 tahun. Wkwkwkwkw...!!! Semprul tenan! Koq yo mengulang, aku dhewe...! Kelas 3 SMA mosok dua tahun hihihihii..! bagi-bagi kartu pengalaman, jane yo isin aku!!!! Wkwkwkwkw...

Malah kemarin, di Facebook temenku kasih komentar, "Git, kamu masih bodho ora?" wkwkwkkww... Kurang ajar!

Kegagalan demi kegagalan, terlalu banyak kalau saya ceritakan (bisa-bisa kalau dibahas bisa menjadi satu buku sendiri), justru membuat saya banyak belajar. Saya menyadari, bahwa dalam hidup itu kegagalan adalah belajar dan belajar lagi, sehingga kita meraih kesuksesan. Kalau mereka gagal dan selalu berpatokan bahwa gagal adalah sukses yang tertunda, tetapi sementara dia tidak pernah merasa belajar, tentu dia akan gagal selamanya.

Anda tidak perlu menanyakan berapa harga dari kegagalan itu, tetapi saya ingin menceritakan saat saya menjadi Konsultan Financial Prudential (sekarang sih, mantan...hehhehee), Anda dengerin saja, ini seorang mantan konsultan keuangan lagi berbicara... wkwkkkwkwkw!

"Misalkan Anda adalah seorang sales yang menjual produk seharga Rp. 1000.000,- Anda harus melakukan penawaran 10 kali baru akan mendapatkan 1 kali penjualan. Berarti Anda tahu bahwa nilai 1 kegagalan Anda adalah Rp. 100.000,-. Setiap kali gagal, sebenarnya Anda telah mengumpulkan 'voucher' Rp. 100.000,-. Semakin Anda sering gagal, maka semakin banyak 'voucher' Anda dan semakin dekat dengan nilai Rp.1000.000,-. dengan mengetahui harga kegagalan Anda, maka Anda akan lebih bersemangat, karena Anda mengumpulkan semakin banyak 'voucher' untuk ditukarkan dengan keberhasilan."

Mengapa banyak orang gagal tetapi sampai tua gak juga berhasil? Lha... 'voucher' mereka gak pernah ditukarkan... malah disimpen di hati, jadi penyakit kangker dan jantung kan? Wkwkwkwkkww...

Saya memiliki seorang teman, dia tinggal di jogjakarta, -tidak saya sebut namanya- beliau ini, gagal di forex karena sebab-sebab tertentu, dia merasa sedang mengumpulkan 'voucher-voucher' itu. Ratusan juta lenyap di forex, penderitaan bukan menimpa dirinya saja, tetapi juga keluarga, butuh bertahun-tahun untuk bangkit, tetapi selalu ada kesempatan untuk bangkit karena menyadari dirinya memiliki "voucer" itu. Belajar dan belajar, berdo'a dan berdo'a, selalu menciptakan peluang dan memanfaatkan kemampuan diri optimal.... Sekarang apa yang saya lihat, beliau sudah memiliki rumah sendiri, trading juga dengan account diatas 50 juta, semua hutang lunas..... Wouw!!!!

Anda baru loss $50 lalu ingin segera pensiun dari profesi trader forex? Hihihihihi... "Malu aku malu...pada semut merah....yang berbaris di dinding, menatapku curiga... seakan penuh tanya....??!!! Waduh, malah nyanyi... wkwkwkwkw...!

Lama-lama saya pusing juga, saya mo tidur dulu yah... Ya, saya lagi bertamu, dan tuan rumah lagi bekerja membanting tulang jadi anak buah kompeni (kayaknya), Acara saya hari ini adalah: tidur, bangun... buka laptop dan melakukan Withdrawal saja....

Tuesday, November 23, 2010

MENCARI INSPIRASI MENJADI TRADER SUKSES

Biasa nih, kalau lagi sendirian asyiknya menulis... ya mbuh pingin menulis opo, ta pastikan aja tulisan ini akan bagus. Itu saja! Kalau bukan bagus buat loe... ya buat gwe laaah..!! (maaf, disengaja, menyesuaikan lagi di jakarta... wkkwkwkkwkw)

Saya mengamati perkembangan para trader, khususnya klien-klien saya... gak tahu nih, sekarang kalau ngobrol-nggobrol sama gw itu pada kocak semua... Saya tanya," Profit Mas?" Dia bilang, " Loss..!!!" Eh, bilang loss dia sambil tertawa-tawa. wkwkwkwkw...

Yang lain? "Kurang ajar ini pasar, aku buy malah dia naik...! Aku sell malah dia turun..! Mengapa bisa profit banyak begini?" Wkwkkwkkw...

Perkembangan macam apa ini? Apakah ada hubungannya dengan postingan di Warung trader yang turut mempengaruhi psikologis mereka? hihihihi.. GGuuuuu eeeee eR...! Gak apa-apa, minimal trader itu harus sukses secara psikologis dulu, sebelum sukses profit... (bisa dijadikan alasan, Bro..kalau lagi loss. Makanya kalau loss kamu tersenyum aja.. Sudah gw kasih alasan tuh.. wkwkkwkww...)

Begini Bro...! Bacanya yang pelan-pelann saja, biar gak kedengeran orang lain. Gw hanya ingin bicara dengan Anda berdua... ya? Kamu ingin tahu, mengapa beberapa pedagang sukses forex dan lain-lain gagal? Apa yang membuat pemenang terpisah dari pecundang? Nah, Anda tidak akan terkejut kalau tahu bahwa ada karakteristik tertentu bagi trader yang sukses. Meskipun banyak trader mengambil tindakan yang buruk bagi kepentingan pribadi mereka, seperti membuat perdagangan yang didasarkan pada emosi, bukan pada logika, atau berpegang pada posisi kalah sehingga mereka tidak mengakui bahwa mereka telah membuat suatu perdagangan yang buruk, trader yang sukses tidak melakukan hal-hal ini. Begicuuuu...!

Namun ada beberapa tindakan yang mereka ambil secara teratur, sehingga secara teratur bahwa mereka menjadi kebiasaan. Belajar tentang karakteristik dan kebiasaan ini akan membantu Anda dan rekan Anda menjadi trader forex yang sukses juga.

Untuk memulai, trader forex yang sukses adalah berorientasi pada tujuan. Kebanyakan orang melakukan sesuatu yang terbaik ketika mereka sedang meraih tujuan yang jelas. Nah, ada tiga sifat dasar yang membentuk tujuan yang jelas. Pertama, tujuan harus realistis. Jika tujuan Anda adalah untuk menggandakan uang Anda setiap hari, kedengarannya bagus - tapi itu tidak realistis. Aneh kan?

"Koq sampean seperti dosen Mbah?" Ada yang nyletuk....dari belakang.

"Ssssttt.. siapa itu yah!!!!"

"Tenang saja Mbah... kalau berbisik-bisik malah dikira kita ada main...! Wkwkkwkwkwa

"Ya ya ya... begini, menetapkan tujuan yang tidak realistis dapat merusak rasa percaya diri Anda, Anda akan menetapkan diri untuk gagal. Kedua, tujuan harus dicapai. Sama seperti dengan tujuan realistis, suatu tujuan yang dapat dicapai harus sesuai dengan kemampuan Anda saat ini. Tujuan yang terbaik adalah tujuan jangka pendek; trader forex berhasil membuat gol pertama mereka yang kecil saja dulu, dan kemudian terus meningkat tujuan mereka saat mereka mengalami sukses.

Sifat ketiga trader forex yang sukses adalah terukur. Tujuan yang tidak tepat dan tidak dapat dihitung atau diukur, itu jelex, buruk, so bad dan lah mbuh... sama sekali. Jika tujuan Anda adalah untuk menjadi kaya, Anda perlu menentukan apa yang berarti "kaya". kalau gw mendefinisikan tentang "kekayaan" adalah berubah dengan meningkatnya kemajuan-kemajuan pribadi yang bernilai (bisa harta, bisa intelektual dll). Jika Anda tidak dapat menentukan tujuan Anda, dan mengukur kemajuan Anda ke arah itu, maka Anda tidak memiliki cara untuk menilai kemajuan Anda. CJJJiiiiieeee..!

Maka, begini Bro...! Mmmhhh... menjadi mungkin untuk Anda membuat perubahan pada teknik dan strategi yang dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda. Trader Forex yang sukses menetapkan tujuan, dan mereka juga yakin dapat mencapai tujuan mereka. Keyakinan adalah kunci untuk tetap rasional, logis, dan disiplin saat Anda trading. Dimulai dengan kecil, tujuan realistis akan membantu membangun rasa percaya diri pada kemampuan anda.

"Apalagi Mbah!"

"Bentar, gw ingin menghidupkan TV dulu, mau lihat SCTV, apa sama SCTV Jakarta dengan SCTV yang di kampung...!"

Wkwkwkwkkwww....!

Woke, Bro! Begini! Trader yang berhasil juga menerapkan keterampilan dan logika untuk semua keputusan trading mereka. Mereka belajar setiap hari, dan mereka menggunakan apa yang mereka ketahui untuk membuat pilihan cerdas di setiap perdagangan. Trader forex sukses tidak perlu khawatir tentang kehilangan hal besar berikutnya - mereka fokus pada membuat perdagangan yang baik.

Salah satu kesalahan paling umum trader forex berpengalaman adalah untuk perdagangan mereka sering melihat kesempatan, seolah-olah kesempatan -sekali lagi- seolah-olah kesempatan!

"Ngopo diulang-ulang barang...?"

"Hayyah, kowe iku cantrik! meneng ae tah!"

"Hihihihihi...Ojo galak-galak to Mbah...!

"Hayyah, kowe brisik ae.. iki gw lagi konsentrasi...!"

Sekali lagi, mereka seolah-olah melihat kesempatan, 'mungkin terlalu bagus untuk dilewatkan, nih'. Jadi, merka melompat ke posisi berdasarkan firasat, atau pada keyakinan bahwa Anda mungkin kehilangan kesempatan, wes ewes ewes..bablas angine...!

"Kentut to Mbah?"

"Loss,.... sempruuul??!!!"

"Lha kuwi bablas angine...!

"Trader-e sing kentut!"

Saya teruskan, Bro!

"Hayyah! Aku panggil sampean simbah koq malah panggil aku si-Bro! Brondolan Mbah...!"

Hampir setiap investor pada satu waktu atau yang lain telah merasakan embusan antusiasme untuk perdagangan - yang hanya didasarkan pada keinginan mereka untuk tidak kehilangan kesempatan besar yang mungkin tersedia. Trader forex yang sukses tahu pasar mereka, dan disiplin dalam perdagangan mereka sehingga mereka tidak terpengaruh oleh jenis-jenis kekhawatiran.

"Opo Mbah? Ulangi!"

"Moh!"

Sementara trader forex tahu pasar mereka, tetapi tidak mungkin untuk memahami dan tetap berhubungan dengan segala sesuatu yang terjadi pada semua jenis kendaraan investasi dan seluruh pasar di seluruh dunia. Sementara beberapa trader forex telah mengembangkan sistem yang memungkinkan mereka untuk perdagangan di beberapa tempat (misalnya, di pasar saham yang berbeda di seluruh dunia), kebanyakan trader forex mengkhususkan diri dalam suatu jenis investasi, dan dalam pasar tertentu. Jika Anda menikmati perdagangan berjangka komoditi, yang membantu Anda untuk fokus dan tetap berhubungan dengan peristiwa-peristiwa di pasar berjangka komoditi. Jika Anda tidak tertarik dalam perdagangan mata uang, jangan melakukan perdagangan di dalamnya.

"Wes Mbah, akeh banget Mbah...suwe-suwe aku ora mudeng!"

"Bentaaaaaar! Mumpung lagi banyak inspirasi dan pemikiran, kalau gw sudahi malah besok gak muncul lagi nih di otak gw....!"

"Sedikit lagi aja ya Mbah? Ngantuk...!"

"ya ya ya ya...!"

Jika Anda kurang pengetahuan dan motivasi akan menyebabkan Anda kehilangan fokus dan melakukan kesalahan. Trader yang sukses cenderung untuk mengkhususkan, mereka memilih suatu daerah untuk belajar dan mereka mengikutinya dengan seksama, belajar dari tren masa lalu dan pola, dan dari perdagangan mereka sendiri. Jika Anda seorang trader pemula, saya sarankan fokus pada satu kendaraan investasi dan itu pasar. Pelajari semua yang Anda bisa, tentang pasar dan tentang diri Anda, sebelum Anda pindah ke jenis investasi lainnya.

Apakah Anda seorang trader forex pemula, atau seorang trader forex dengan beberapa pengalaman, atau seseorang yang membuat hidupnya ketat sebagai trader forex, Anda bisa sukses. Banyak orang berpikir bahwa mereka harus memiliki modal yang signifikan, atau bertahun-tahun dalam pengalaman, untuk perdagangan berhasil. Itu tidak benar. (Ini juga benar bahwa jika Anda tidak tetap disiplin, fokus, dan rasional, Anda akan berakhir sebagai pedagang yang hanya kehilangan uang, apapun tingkat "keahlian" Anda.)

Semua trader forex yang sukses dimulai sebagai investor kecil, mereka tidak dalam perdagangan lebih dari yang mereka aman bisa mengambil risiko, mereka belajar dari kesalahan mereka, dan mereka mengembangkan sistem yang bekerja untuk mereka dan yang sesuai dengan gaya pribadi mereka. Tidak ada strategi yang berbeda untuk mereka yang berbeda "level". Trader forex dengan prinsip-prinsip yang sama di pasar: logis, terfokus, perdagangan disiplin dapat menciptakan kesuksesan.

"Wis-lah capex...!!! Oalah, cantrikku malah tidur...! Dasar, Cantrik gak pernah profit...! Disuruh langganan sinyal, gak mau! disuruh beli buku BERBURU DOLLAR ya semaya nanti...!

Wkwkwkwkwkwkwkaaaa....

Monday, November 22, 2010

INVESTASI DI FOREX

Saya adalah orang yang berkembang terakhir datang ke Investasi, tidak seperti Warren Buffet, Ia mulai menginvestasikan uang sendiri pada usia yang sangat dini. Pikiranku terbuka untuk investasi ketika saya mulai mengenal internet. Aku mengekspos untuk pengembangan kepribadian, keberanian, memiliki pola pikir yang kaya, Forex Trading dan Investasi. Dan, saya juga belajar bahwa tidak ada salahnya mencoba hal-hal yang saya tidak biasa lakukan, apakah saya berhasil atau gagal, pada akhir ini saya mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang saya dapat menggunakannya dalam usaha masa depan saya. Meski dalam masa ini aku kehilangan diatas 100 juta.. hix hix hix hix hix....

Sayang, selama ini saya tidak belajar tentang investasi. Sistem pendidikan kita di sekolah tidak mengajarkan kita betapa pentingnya hal ini dalam kehidupan kita ketika kita menghadapi dunia luar setelah kuliah. Aku tidak pernah punya rencana sebelumnya untuk menginvestasikan uang saya, memiliki bisnis sendiri atau berinvestasi dalam pasar keuangan seperti Forex dan Saham, Yang saya ingin lakukan adalah untuk belanja, belanja, dan menghabiskannya wkwkwkwkw....

Sebagian besar orang beranggapan investasi hanya untuk yang dipilih terutama orang kaya, tetapi kita semua dapat mengambil keuntungan dari kesempatan yang besar ini sehingga kita dapat mengamankan masa depan keuangan kita.

Keindahan Forex Trading

Akhirnya saya mengenal Forex Trading. Setelah saya belajar banyak, saya akhirnya memahami bahwa forex itu tidak hanya untuk orang kaya dan terkenal, jika itu apa yang Anda pikirkan. Forex Trading adalah tidak rumit untuk belajar, Anda hanya perlu memilih antara MEMBELI atau MENJUAL. Hanya pasangan mata uang yang sederhana.

3 alasan mengapa Forex Trading sangat bagus untuk ANDA seperti yang saya pahami.

1. Modal Rendah

* Anda dapat mulai trading serendah $ 300, beberapa broker menawarkan $ 25 untuk membuka rekening/account. Menawarkan return investasi yang tinggi.

2. Anda adalah Bos

* Pasar Forex buka 24 / 7, itu, Anda bebas memilih waktu Anda trading yang nyaman. Anda dapat perdagangan melalui online yang tersedia di internet.

3. High Return Investasi

* Ini adalah investasi yang saya tahu bahwa Anda bisa mendapatkan $ 100 dalam waktu kurang dari satu jam hanya di depan komputer Anda. Apakah mungkin dalam Forex Trading? Ya, itu pasti mungkin (meski mungkin juga loss $ 100 dalam tiga menit) dan Anda dapat dengan mudah dapat mencairkan uang Anda dengan hanya klik mouse Anda.

Sebelum perdagangan uang Anda sendiri

Seperti yang saya katakan, Pasar Forex menawarkan leverage yang tinggi. Saya punya cara yang sangat cepat kehilangan uang Anda, mau? Wkwkwkwkwkw... jika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan, Anda bisa kehilangan uang dengan cepat. Maka, anda dapat kembali membaca buku-buku dan artikel penelitian di internet tentang Forex Trading atau menghadiri seminar untuk pelatihan Anda sebelum Anda usaha dan berinvestasi di Pasar Forex.

*** Forex Broker menawarkan demo account sehingga Anda dapat menguji kemampuan skillsebelum Anda trading dengan account real.

Sunday, November 21, 2010

INTROSPEKSI SEORANG TRADER

Saya ini hidup di desa, dan sebagai seorang trader forex tentu terasa asing bagi lingkungan, tetapi tidak apa-apa... Yah, mereka hanya tidak pernah tahu bagaimana kehidupan saya sekarang ini. Mereka pun tidak tahu apa yang ada di otak saya tentang pola sebuah bisnis di jaman modern ini. Bahkan keluarga saya. Tidak ada seorang pun dari keluarga saya yang pernah menikmati pemikiran saya tentng bisnis. Kebetulan saya bukan dari keluarga pebisnis. Mereka adalah pendidik, keturunan pendidik....dan menyukai menjadi pendidik. Namun hidup adalah pilihan.... Lingkungan saya pun kebanyakan para petani dan buruh, hanya sebagian saja yang pebisnis, itupun sudah sangat sibuk dengan urusan bisnis mereka.
Begitu banyak kawan dari jauh datang pada saya, menginginginkan bertemu saya sekedar ingin mendengarkan pemikiran saya tentang bisnis forex ini. Atau, dari berbagai daerah, mereka menunggu postingan saya dalam hubungannya dengan trading forex ini. Saya yakin, lingkungan kita tidak berbeda jauh dengan kondisi saya disini.

Sayatidak bisa meyakinkan semua orang....
Saya tidak bisa memenuhi keinginan semua orang...
saya tidak bisa membahagiakan semua orang....

Maka sayalah pangeran Trading dari Kegelapan!

Saya selalu berbagi, kadang free.. kadang saya komersil, kadang baik hati, pun kadang menyebalkan wkwkwkwkw...! Tetapi saya ingin berbagi rasa dengan Anda, bahwa didalam lubuk hati terdalam saya, saya ingin kita bersama-sama sukses di forex. Amiin.

Biar lingkungan tidak memandang sebelah mata dengan profesi kita, biar kita minimal "agak" diakui keberadaan sebagai para trader hehehehe. Biar kehidupan perekonomian keluarga lebih baik. Biar permasalahan keuangan (bagi yang punya) cepat selesai.

Mari kita renungkan dan introspeksi diri :
  1. Kita loss trading itu, kadang bukan karena faktor kita tidak bisa trading dan bukan tidak bisa menganalisa, tetapi karena ada "something wrong" dalam diri kita. Temukan something wrong itu, baru di cari solusinya.
  2. Dalam trading itu kita tidak boleh membabi buta atau melakukan langkah konyol tanpa berpikir bijak.
  3. Kesuksesan trader itu ditentukan oleh kemampuannya dalam teknikal analisis dan fundamental. Maka perlu lebih serius untuk mempelajarinya.
  4. Kalau ingin memulai terjun di bisnis ini, sementara belum memiliki kompetensi cara terbaik adalah belajar dengan orang yang sudah pengalaman di bidang ini. Salah satu cara agar lebih cepat maju adalah dengan mempelajari langkah-langkah dan strategi-strategi yang dilakukan para pemain yang lebih dulu sukses.
  5. Salah satu elemen terpenting kalau ingin Anda sukses adalah perlunya melakukan fungsi kontrol dan pengarahan yang kuat.
  6. Dalam bisnis forex, knowledge dan informasi merupakan modal yang sangat berharga. Ingat baik-baik...
  7. Sering-seringlah berkumpul dengan para trader lainnya, seringkali "kumpul-kumpul" pencerahan baru bisa muncul tiba-tiba dalam suasana itu. 
  8. Jangan pernah lelah mencoba dan mencoba sampai Anda menemukan impian "berhasil".
  9. Menjadi seorang trader banyak risikonya dan tidak selamanya mudah. Jadi, seorang trader harus berani menelan kepahitan dan tetap tekun. Harus disadari bahwa hasil itu dari Tuhan, kita yang mengusahakannya. Kita juga tidak bisa menyalahkanorang lain begitu kita gagal.
  10. Untuk menjadi trader sukses, sama seperti yang lainnya, kita tidak harus menjdi seorang yang supercerdas atau ber-IQ tinggi. Simaklah lingkungan Anda, banyak orang sukses yang "tidak pinter-pinter" amat. Dalam berbisnis apapun, IQ yang tinggi memang membantu, tapi kecerdasan emosional dan spiritual itulah yang dominan menggerakkan seorang untuk terus maju, bekerja cerdas, percaya diri, optimis dan terus berusaha.
Bener gak sih?  Kalau salah ya di remove saja... Yang jelas saya lagi introspeksi sendiri. Kalau bermanfaat bagi Anda, ya syukurlah! 

MEMBANGUN KARIR DI FOREX

Aku sebenarnya ingin bertemu kawan-kawan trader sukses....yang membangun bisnis forexnya dari 0.
Aku ingin menulis tentang dia....
Aku ingin belajar dari dia...
Namun dimanakah aku temukan dia?

Yang saya maksud “dia” adalah trader yang penuh perjuangan, ada liku-liku, alias ada proses yang bisa digali dan dipelajari. Kalau trader sukses, karena dia mengawali tradingnya bermodal puluhan juta, tetapi karena modal itu “hibah” dari orang tuanya, rasanya kurang mantap. Dia tidak melakukan banyak hal yang fundamental. Ibarat tanaman, tanaman itu sudah ada dan tumbuh karena sudah ditanam orang tuanya dulu, dia tinggal menyiraminya dengan air agar tidak kering serta membuang benalu-benalu kalau ada yang membelit.

Sebenarnya, faktor yang membuat sukses secara umum itu cukup universal, formula, kiat hampir sama; ketekunan, gigih, kreatif, tahan banting atau yang dalam bahasa kerennya persistensi. Rata-rata mereka yang sukses ini punya tingkat persistensi yang tinggi, tidak gampang loyo.

Nah, kalau dalam bisnis forex, pun sebenarnya tidak jauh berbeda... saya bisa bertahan cukup lama di forex, sebenarnya karena faktor persistensi yang tinggi ini. Kita lihat, bagaimana saya tekun belajar, dengan menulis di blog tentang forex. Itu artinya saya selalu belajar... Saya menulis sebuah buku forex, karena saya kreatif... saya bisa bertahan menjadi seorang trader, karena saya tahan banting...dan tidak putus asa. Bahkan kadang-kadang “jurus berani menempuh risiko” harus aku tempuh manakala tidak ada jalur nyaman lagi untuk memperoleh kesuksesan. Kenapa saya bisa mengajarkan forex ini kepada orang lain, karena saya belajar... Tanpa proses ini saya bukan apa-apa...dan tidak bisa apa-apa.

Bukan maksud saya mengunggulkan diri saya sendiri, tapi maksud saya adalah ingin memotivasi....Anda. Bahwa forex itu tidak sekedar trading dan trading. Tetapi proses belajar untuk menjadi entrepreneur. Wuih gayane..! Yo ben!

Maka jadilah trader yang seperti bukan trader biasa... jadi ada faktor “leverage” dalam dirinya heheehee...

Faktor lain yang cukup universal, adalah mengeluarkan energi lebih untuk fokus pada bidangnya. Dunia bisnis apapun yang sangat dinamik ini menuntut komitmen dan energi yang lebih dari pelakunya. Kalau bahasa saya begini; “daripada menonton sinetron yang istilahnya cuma menonton orang nyari duit, sementara kita gak mendapatkan sesuatu yang berarti ya untuk apa...? Kecuali tontonan itu hanya sambil lalu sengaja untuk melepas lelah saja. Bukan untuk langganan...”

Para pecinta sinetron, maaf ya? Hihihihi...

Coba, kita mulai dari hal-hal kecil dulu. Ketika kita sudah ada kemantapan untuk terjun di forex, just do it saja dulu... Lakukan demo, tumbuhkan semangat belajar dan bertanya.... Kalau memulai bisnis jangan sampai ketika baru memulai langsung membayangkan untung besar atau membangun sistem yang muluk-muluk dan rumit. Yang penting bisnis bisa jalan dulu....!

Kalau ada kawan yang kurang beruntung, (saya yakin ini bukan Anda) misal dalam kondisi ekonomi keluarga yang dirundung banyak kesulitan, jangan patah arang, harusnya tergugah dan kemudian punya tekad bahwa saya harus sukses, saya harus mengubah nasib. Nah, dalam prosesnya jangan minder. Bergaullah, syukur dengan teman-teman yang kaya, biasanya minder kalau bergaul dengan mereka, tetapi harusnya jangan! Sebaiknya malah merasa beruntung, bisa jadi Anda akan ditraktir nonton bioskop, diajak makan enak... dan yang terakhir mau minjamkan modal buat Anda... wkwkwkwkw...Yang penting, Anda itu jujur, katakan bahwa Anda benar-benar tidak punya duit untuk usaha.... jelaskan konsepmu, bahwa Anda akan bisnis forex...! Kalau bersedia memberi modal nanti bagi dua dung! Misal begitu.. kalau loss, di rembug aja sebelumnya, tidak bisa menggantinya. Hihiiihii... Nah, banyak orang yang tidak mempermasalahkan itu semua lho.. kalau sudah takdir bahwa Anda akan memperoleh rejeki, tidak akan lari kemana deh...

Dalam bisnis, modal kan tidak harus dari uang milik sendiri. Bisa pinjam saudara atau relasi yang menaruh kepercayaan kepada Anda. Yang penting ya itu tadi, usaha jalan dulu tidak perlu muluk-muluk. Diawal usaha, prioritas utama adalah bagaimana agar bisnisnya berjalan dan survive dulu, jangan membayangkan untung besar dulu. Setelah bisnis berjalan lancar dan baik, baru kemudian memikirkan pertumbuhan. Apik kan?

Kita tidak perlu malu bila saat memulai usaha, dihina orang lain karena modal di forex kita terlalu kecil. Jadikan itu sebagai “dendam posisif” yang melecut semangat untuk membuktikan bahwa kita bisa melakukan hal yang lebih baik.

Kalau Anda berhasil, Anda kan sekarang memiliki modal sendiri.. nah, mulai memasuki dunia baru.... Kembangkan modal Anda, jauhi sikap sombong.

Mmmhhh.. apalagi yah...

Oh ya, tentang hambatan kultural, mental dan psikologis sering kali menjadi kendala atau memicu kegagalan. Contohnya perasaan gengsi. Bisnis tak akan berjalan sukses kalau gengsi menjadi pertimbangan utama. Sindrom ini terutama akan menjangkiti trader awal yang “merasa hebat”

Gengsi kalau alat tradingnya hanya komputer yang murah, bukan laptop yang mahal...

Gengsi kalau modalnya terlalu sedikit....

Gengsi kalau belajar bersama temannya....

Gengsi kalau brokernya dari luar negeri....karena yang cukup modal kecil...

Dan lain-lain....

Terakhir, saya ingin mengatakan...”Banyak trader ahli menganalisa tetapi tidak pernah profit, sementara banyak trader berkemampuan biasa, tetapi rajin WD” Ada apakah gerangan?

Forex ilmunya seperti lautan.... semakin dalam, semakin dalam... Tommy Rafael....

Apa yang kita cari dalam bisnis forex adalah profit.

Apa yang kita cari di lautan? Katakanlah Mutiara.

Kalau yang kita butuhkan adalah mutiara, kita gak butuh ilmu untuk mencari yingking, yutuk, atau ilmu untuk menangkap ikan paus....

Yang kita butuhkan ilmu untuk mencari mutiara....
Nah, kalau mau berniat mencari mutiara, Anda harus mengenal lautan dalam kondisi umum saja. Tidak perlu per specialis makhluk-makhluk lautan harus dikenali semua. Sama saja forex, Anda masuk forum betapa strategi-strategi / sistem jumlahnya ratusan.. itu tidak perlu dicoba semua. Kalau mau mencoba semua itu, waktu Anda habis atau uang Anda yang habis. Seringkali kita terjebak, Anda sudah menggunakan strategi A, beberapa hari profit, hanya satu hari tidak profit Anda berganti strategi lainnya. Tentu hal ini adalah tindakan yang keliru... Anda akan diombang-ambingkan atas nama strategi.

Atau Anda menginginkan menjadi ahli analisa trading terhadap fundamental, fokus saja terhadapnya..jangan serakah, Anda pun harus ahli dalam teknikal analisanya. Dan keduanya diinginkan dan di capai dalam sekali waktu pembelajaran Anda. Cobalah bersabar, satu-satu terlebih dahulu. Analisa teknikalnya diperdalam, sudah menjadi alasan untuk profit, silahkan kembangkan diri Anda selanjutnya,...kepada fundamental, terus kepada ilmu titennya.. dan seterusnya.

Woke, semoga sukses deh.. amiiin.

Thursday, November 18, 2010

BUKU BERBURU DOLLAR

Alhamdulillah, stock buku tulisan Trader masih ada:  tentang 
"STRATEGI TRADING FOREX YANG AMAN DAN PROFITABLE"
Kawan-kawan yang berminat ingin pesan, segera konfirmasi ke:
SIGIT PURNOMO: NO HP : 082199976000, atau 085727737333

Murah meriah disaat harga BBM naik..!

1. UNTUK PULAU JAWA : 
Harga Buku : Rp.50.000,- + OngkosPaketan: 15.000,- = Rp. 65.000,-
2. LUAR PULAU JAWA : 
Harga Buku : Rp.50.000,- + OngkosPaketan: 20.000,- = Rp. 70.000,-

3. UNTUL LUAR NEGERI : 
Harga Buku : Rp.50.000,- + OngkosPaketan: Menyesuaikan,- = Rp. ?.000,-


Murah Pokokmen!
Jml Halaman: 188 halaman.
Info transfer (atas nama: Sigit Purnomo)
BCA : 4221170878
BNI : 0189452779
BRI : 054701005030501
Mandiri:1390011525239

Isi Buku:
1. Pengenalan forex
2. Sistem Trading yang profitable
3. Strategi jitu menaklukkan forex
4. Risk Manajement Trading
5. Tips-tips Psikologi Trading
6. Bagaimana menjadikan forex sebagai "Trading for a living"
7. dll.
Bahasa penuturan yang enjoy dan mengasyikan akan lebih mudah bagi kita dalam mempelajari forex yang terkesan exclusive.
Woke?
Segera pesan ya, Bro!!!