Beberapa teman yang ingin mengenal dan memahami forex, masih juga "sulit" mudeng tentang forex dan bagaimana memulainya, meski sudah mencoba membaca dan belajar berkali-kali beberapa artikel forex. Saya maklum, mereka benar-benar buta tentang forex. Eh, padahal saya sudah berkali-kali posting artikel-artikel sederhana tentang bagaimana memulainya. Namun woke-lah, forex memang sulit dipahami. Jadi, wahai para pemula di dunia forex, kita mulai belajar lagi, tetapi pelan-pelan saja ya? Hehehehehe...
Begini, Bro! Sebelum Anda bisa memulai trading forex, Anda harus mencoba memahami dan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Bagaimana cara memilih broker? Haruskah saya menggunakan account demo? Apa yang perlu saya ketahui sebelum membuat perdagangan pertama saya? Nah, agar Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Anda saya kasih contekan saja, sekarang. Satu per satu.... Woke?
1. Pilih broker
Membuat keputusan pada broker yang digunakan adalah pribadi untuk setiap trader. Beberapa broker menawarkan pilihan account, dan dipastikan beberapa pedagang pun memilih sesuai dengan keinginannya. Anda mau memilih broker mana? Anda bisa pelajari disini untuk mengetahui karakteristik broker forex terbaik.
Jika menginginkan rekomendasi dari saya, tentu akan saya pilihkan dan sebaiknya Anda menggunakan FX Clearing. Cara registrasinya disini. Kalau Anda membutuhkan bimbingan, tinggal di add saja ID YM saya.
Mengenal Broker, ini penting untuk meninjau dan membandingkan dan memilih salah satu yang membuat Anda merasa paling nyaman. Nah, kalau ingin mengenal broker FXClearing, Anda bisa baca disini.
2. Buka Rekening Demo
Setelah Anda telah membuat keputusan Anda pada broker yang paling Anda sukai, sekarang saatnya untuk membuka account demo. Kalau Anda pilih FxClearing, tinggal download saja software aplkasi demonya di sidebar kanan "perangkat FXClearing. Nah, bagaimana Anda berdemo ria, Anda bisa membacanya disini. Tetapi yang jelas, menggunakan demo account adalah kesempatan yang baik untuk memastikan bahwa Anda merasa nyaman menggunakan broker. Anda tidak akan masuk perdagangan uang nyata tanpa sepenuhnya nyaman dengan platform perdagangan. Sebuah demo account tidak hanya akan membantu Anda mendapatkan pegangan cara menggunakan broker itu, platform perdagangan, tetapi juga perdagangan pasar secara real time.
3. Pelajari Tentang Leverage
Forex trading biasanya dilakukan dengan menggunakan leverage, atau perdagangan margin. Margin adalah alat yang berguna, tapi bisa sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan benar. Broker forex umumnya menawarkan leverage dari 50:1 sampai 500:1 leverage. Semakin tinggi jumlahnya, semakin sedikit uang yang diperlukan untuk mengenakan perdagangan yang besar. Penggunaan leverage adalah sesuatu yang perlu dipelajari, nah Anda silahkan pelajari disini.
4. Praktik Membaca Charts
Sebelum Anda mulai membuat perdagangan Anda harus akrab dengan grafik dan bagaimana mereka bekerja. Ini adalah ide yang baik untuk mendapatkan keakraban dengan bingkai waktu yang berbeda dan berbagai jenis grafik. Kerangka waktu yang lebih singkat akan memberi Anda gambaran mengenai bagaimana pasar bergerak menit ke menit. Kerangka waktu yang lebih panjang dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana pasar bergerak lebih dari periode panjang dan akan menunjukkan tren yang lebih besar. Kebanyakan perangkat lunak charting akan menawarkan grafik dengan garis, candle, atau bar. Luangkan banyak waktu untuk mencoba melihat secara berbeda dan jangka waktu untuk menemukan gaya yang Anda merasa nyaman dengannya.
5. Membuat perdagangan real pertama
Setelah Anda mempelajari lebih lanjut, Anda segeralah membuat perdagangan pertama kondisi real. Anda akan memasuki daerah rawan, hehehehe...membuat pengalaman gugup tetapi menarik. Akun demo mempersiapkan Anda untuk aspek-aspek teknis perdagangan, tetapi ketika Anda menggunakan uang real emosi akan ikut bermain. Penting bahwa Anda tetap harus melakukan yang terbaik untuk perdagangan dengan metode yang sama yang Anda berlatih di demo account. Mungkin terbukti sulit, tetapi jika Anda menguasai emosi Anda dan gunakan manajemen uang sehat, semuanya adalah mungkin setelah langkah ini. Jika perdagangan pertama Anda kehilangan uang, jangan menyerah, hanya bagian bersama-sama di mana Anda pikir Anda yang salah, dan coba lagi.
Forex trading adalah sebuah pengalaman belajar yang konstan. Kesalahan trading memang bisa mahal. Jika Anda belajar dari kesalahan itu dan melakukan yang terbaik untuk menghindarinya di masa mendatang, Anda bisa menjadi forex trader yang sangat sukses.
Semoga Anda sudah tidak bingung lagi memulai trading forex, tetapi jika Anda masih bingung juga, woke... Anda masuk disini saja. Artikel bagaimana trading forex dadi nol semoga bisa membuat Anda lebih dalam mengenal forex.
Saturday, September 11, 2010
MEMULAI BELAJAR FOREX
Friday, September 10, 2010
CONTOH MEMBELI DAN MENJUAL DI PASAR FOREX
Kali ini masih penjelasan seputar dasar-dasar forex, yakni contoh membeli dan menjual dipasar forex, dimaksudkan untuk mempermudah trader forex pemula memahami lebih lanjut.
Contoh Membeli (Buy)
Seorang trader A akan membeli sepasang mata uang tertentu jika ia mengharapkan nilai tukarnya naik. Sebagai contoh, seorang trader yang mengharapkan Euro menguat terhadap dolar AS, misal baru saja ia membeli satu EUR / USD pada kontrak mini 1,2089. Sekarang, jika Euro menguat, katakanlah, 1,2150, perdagangannya akan memperoleh keuntungan. Misalkan lagi, seorang trader hanya ingin risiko (mengambil kerugian) $ 35. Karena setiap pip mini kontrak ini bernilai $ 1 (dengan volume 0.10 pada account mini), trader bisa memasuki stop order untuk menjual satu EUR / kontrak mini USD pada 1,2054. Jika EUR / USD bergerak turun menjadi 1,2054, maka posisi ini akan ditutup dan tidak akan ada kerugian lebih lanjut. Dengan stop order (Stop Loss)di tempat, trader dilindungi dalam kasus harga bergerak negatif. Strateginya sekarang adalah untuk mengawasi dan melihat apakah membeli Euro ini akan menguntungkan Anda atau Anda justru akan menerima risikonya.
Contoh Menjual (Sell)
Di pasar FOREX, karena tidak ada kepastian aktual mata uang asing, trader dapat menjual sekarang dan membeli lagi kemudian. Mudah-mudahan dengan harga lebih rendah. Seorang trader akan melakukan ini jika ia mengharapkan nilai tukar jatuh. Sebagai contoh, seorang trader yang mengharapkan Euro melemah terhadap dolar AS menjual satu EUR / USD pada kontrak mini 1,2089. Sekarang, jika Euro melemah, katakanlah, 1,2043, perdagangannya akan mendapat keuntungan. Mari kita mengatakan bahwa trader hanya ingin risiko $ 35. Karena setiap pip mini kontrak ini bernilai $ 1, trader dapat memasukkan stop order (Stop Loss) untuk membeli satu EUR / kontrak mini USD pada 1,2124. Jika EUR / USD kemudian naik ke 1,2164, maka posisi ini akan ditutup tetap pada 1,2124 dan risiko kerugian hanya $ 35 tidak akan ada kerugian lebih lanjut. Berbeda dengan tanpa stop order, maka jika harga terus naik dan menyentuh 1,2164 berapa Anda akan pada posisi minus, Woke, jika harga kembali turun, tetapi kalau justru terus naik bahkan melebihi harga itu? Dengan stop order di tempat, pedagang dilindungi dalam kasus harga bergerak negatif. Strateginya sekarang adalah untuk mengawasi dan melihat apakah menjual Euro ini akan menguntungkan Anda atau Anda justru akan menerima risikonya.
Dalam memutuskan apakah akan membeli atau menjual, banyak pedagang mulai dengan melihat tabel. Mereka berusaha untuk memprediksi gerakan masa depan nilai tukar dengan mempelajari apa yang telah terjadi di masa lalu. Metode ini disebut analisa teknis. Mungkin Anda membutuhkan garis Trend, pola pembalikan dan rata-rata pergerakan harga, adalah bagian dari analisis teknis. Trader lain bergantung pada variabel ekonomi untuk sebagai petunjuk dalam mempertimbangkan pergerakan nilai tukar masa depan, variabel seperti tingkat suku bunga jangka pendek dan arus perdagangan barang. Hal ini disebut analisa fundamental.
Woke, sekian! Selamat belajar!
Contoh Membeli (Buy)
Seorang trader A akan membeli sepasang mata uang tertentu jika ia mengharapkan nilai tukarnya naik. Sebagai contoh, seorang trader yang mengharapkan Euro menguat terhadap dolar AS, misal baru saja ia membeli satu EUR / USD pada kontrak mini 1,2089. Sekarang, jika Euro menguat, katakanlah, 1,2150, perdagangannya akan memperoleh keuntungan. Misalkan lagi, seorang trader hanya ingin risiko (mengambil kerugian) $ 35. Karena setiap pip mini kontrak ini bernilai $ 1 (dengan volume 0.10 pada account mini), trader bisa memasuki stop order untuk menjual satu EUR / kontrak mini USD pada 1,2054. Jika EUR / USD bergerak turun menjadi 1,2054, maka posisi ini akan ditutup dan tidak akan ada kerugian lebih lanjut. Dengan stop order (Stop Loss)di tempat, trader dilindungi dalam kasus harga bergerak negatif. Strateginya sekarang adalah untuk mengawasi dan melihat apakah membeli Euro ini akan menguntungkan Anda atau Anda justru akan menerima risikonya.
Contoh Menjual (Sell)
Di pasar FOREX, karena tidak ada kepastian aktual mata uang asing, trader dapat menjual sekarang dan membeli lagi kemudian. Mudah-mudahan dengan harga lebih rendah. Seorang trader akan melakukan ini jika ia mengharapkan nilai tukar jatuh. Sebagai contoh, seorang trader yang mengharapkan Euro melemah terhadap dolar AS menjual satu EUR / USD pada kontrak mini 1,2089. Sekarang, jika Euro melemah, katakanlah, 1,2043, perdagangannya akan mendapat keuntungan. Mari kita mengatakan bahwa trader hanya ingin risiko $ 35. Karena setiap pip mini kontrak ini bernilai $ 1, trader dapat memasukkan stop order (Stop Loss) untuk membeli satu EUR / kontrak mini USD pada 1,2124. Jika EUR / USD kemudian naik ke 1,2164, maka posisi ini akan ditutup tetap pada 1,2124 dan risiko kerugian hanya $ 35 tidak akan ada kerugian lebih lanjut. Berbeda dengan tanpa stop order, maka jika harga terus naik dan menyentuh 1,2164 berapa Anda akan pada posisi minus, Woke, jika harga kembali turun, tetapi kalau justru terus naik bahkan melebihi harga itu? Dengan stop order di tempat, pedagang dilindungi dalam kasus harga bergerak negatif. Strateginya sekarang adalah untuk mengawasi dan melihat apakah menjual Euro ini akan menguntungkan Anda atau Anda justru akan menerima risikonya.
Dalam memutuskan apakah akan membeli atau menjual, banyak pedagang mulai dengan melihat tabel. Mereka berusaha untuk memprediksi gerakan masa depan nilai tukar dengan mempelajari apa yang telah terjadi di masa lalu. Metode ini disebut analisa teknis. Mungkin Anda membutuhkan garis Trend, pola pembalikan dan rata-rata pergerakan harga, adalah bagian dari analisis teknis. Trader lain bergantung pada variabel ekonomi untuk sebagai petunjuk dalam mempertimbangkan pergerakan nilai tukar masa depan, variabel seperti tingkat suku bunga jangka pendek dan arus perdagangan barang. Hal ini disebut analisa fundamental.
Woke, sekian! Selamat belajar!
CARA MEMBACA HARGA PASANGAN MATA UANG DI FOREX
Woke, para trader forex pemula... Kali ini ini saya akan menjelaskan berkenaan membaca harga pada forex:
Untuk memudahkan, dibawah ini adalah sampel cara membaca harga pasangan mata uang di forex, pahami dengan baik, Brother!
Pada contoh US Dollar / Japanese Yen (USD / JPY)
Harga sampel ditunjukkan dari 106,07 berarti bahwa harga satu dolar AS ¥ 106,07 Jepang. Jika dolar relatif menguat terhadap yen, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 106,85. Kemudian, Jika dolar melemah terhadap yen (dengan kata lain, yen memperkuat terhadap dolar), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 105,35.
Pada contoh US Dollar / Canadian Dollar (USD / CAD)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,3257 berarti bahwa harga satu dollar AS 1,3257 dollar Kanada. Jika dollar AS menguat terhadap dollar Kanada, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,3288. Jika dolar AS melemah terhadap dollar Kanada (dengan kata lain, dollar Kanada relatif menguat terhadap dolar AS), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,3197.
Pada contoh US Dollar / Swiss Franc (USD / CHF)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,2826 berarti bahwa harga satu dolar AS 1,2826 franc Swiss. Jika dollar relatif terhadap Swiss franc, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,2854. Jika dolar melemah terhadap Swiss Franc (dengan kata lain, Franc Swiss menguat terhadap dolar), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,2774.
Dalam contoh Euro / U. S. Dolar (EUR / USD)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,2089 berarti bahwa satu Euro harga $ 1,2089. Akibatnya, seseorang dapat penawaran harga $ 1,2089. Jika Euro relatif menguat terhadap dolar, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,2124. Jika Euro melemah terhadap dolar (dengan kata lain, dolar menguat terhadap Euro), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,2013.
Pada contoh British Pound / US Dollar (GBP / USD)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,8331 berarti bahwa satu British Pound harga 1,8331 dollar AS. Akibatnya, seseorang dapat penawaran harga $ 1,8331. Jika pound menguat terhadap dolar, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,8382. Jika pound relatif melemah terhadap dolar (dengan kata lain, dolar relatif menguat terhadap pound), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,8288.
Dalam contoh Dolar Australia / US Dollar (AUD / USD)
Harga sampel ditunjukkan dari 0,7624 berarti bahwa satu dolar Australia harga 0,7624 dolar AS. Akibatnya, seseorang dapat penawaran harga $ 0,7624 atau 76,24 sen. Jika dolar Australia relatif menguat terhadap dollar AS, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 0,7681. Jika dolar Australia melemah terhadap dollar AS (dengan kata lain, dolar AS relatif menguat terhadap dolar Australia) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 0,7575.
Dalam contoh Euro / British Pound (EUR / GBP)
Harga sampel ditunjukkan dari 0,6595 berarti bahwa salah satu harga 0,6595 Euro British pound. Jika Euro relatif menguat terhadap pound, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 0,6634. Jika Euro relatif melemah terhadap pound (dengan kata lain, pound relatif menguat terhadap Euro) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 0,6558.
Dalam contoh Euro / Yen Jepang (EURO / JPY)
Harga sampel ditunjukkan dari 128,23 berarti bahwa salah satu harga Euro 128,23 yen Jepang. Jika Euro memperkuat relatif terhadap yen, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 128,76. Jika Euro relatif melemah terhadap yen (dengan kata lain, yen relatif menguat terhadap Euro) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 127,78.
Dalam contoh Euro / Swiss Franc (EUR / CHF)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,5505 berarti bahwa satu Euro biaya 1,5505 franc Swiss. Jika Euro relatif menguat terhadap Swiss franc, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,5543. Jika Euro relatif melemah terhadap Swiss Franc (dengan kata lain, Franc Swiss relatif menguat terhadap Euro) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,5483.
Ya, semoga penjelasan dengan sampel ini bisa memperjelas pemahaman Anda tentang cara membaca harga pada sebuah pasangan mata uang di forex.
Untuk memudahkan, dibawah ini adalah sampel cara membaca harga pasangan mata uang di forex, pahami dengan baik, Brother!
| USD/JPY | 106.07 |
| USD/CAD | 1.3257 |
| USD/CHF | 1.2826 |
| EUR/USD | 1.2089 |
| GBP/USD | 1.8331 |
| AUD/USD | 0.7624 |
| EUR/GBP | 0.6595 |
| EUR/JPY | 128.23 |
| EUR/CHF | 1.5505 |
Pada contoh US Dollar / Japanese Yen (USD / JPY)
Harga sampel ditunjukkan dari 106,07 berarti bahwa harga satu dolar AS ¥ 106,07 Jepang. Jika dolar relatif menguat terhadap yen, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 106,85. Kemudian, Jika dolar melemah terhadap yen (dengan kata lain, yen memperkuat terhadap dolar), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 105,35.
Pada contoh US Dollar / Canadian Dollar (USD / CAD)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,3257 berarti bahwa harga satu dollar AS 1,3257 dollar Kanada. Jika dollar AS menguat terhadap dollar Kanada, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,3288. Jika dolar AS melemah terhadap dollar Kanada (dengan kata lain, dollar Kanada relatif menguat terhadap dolar AS), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,3197.
Pada contoh US Dollar / Swiss Franc (USD / CHF)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,2826 berarti bahwa harga satu dolar AS 1,2826 franc Swiss. Jika dollar relatif terhadap Swiss franc, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,2854. Jika dolar melemah terhadap Swiss Franc (dengan kata lain, Franc Swiss menguat terhadap dolar), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,2774.
Dalam contoh Euro / U. S. Dolar (EUR / USD)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,2089 berarti bahwa satu Euro harga $ 1,2089. Akibatnya, seseorang dapat penawaran harga $ 1,2089. Jika Euro relatif menguat terhadap dolar, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,2124. Jika Euro melemah terhadap dolar (dengan kata lain, dolar menguat terhadap Euro), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,2013.
Pada contoh British Pound / US Dollar (GBP / USD)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,8331 berarti bahwa satu British Pound harga 1,8331 dollar AS. Akibatnya, seseorang dapat penawaran harga $ 1,8331. Jika pound menguat terhadap dolar, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,8382. Jika pound relatif melemah terhadap dolar (dengan kata lain, dolar relatif menguat terhadap pound), maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,8288.
Dalam contoh Dolar Australia / US Dollar (AUD / USD)
Harga sampel ditunjukkan dari 0,7624 berarti bahwa satu dolar Australia harga 0,7624 dolar AS. Akibatnya, seseorang dapat penawaran harga $ 0,7624 atau 76,24 sen. Jika dolar Australia relatif menguat terhadap dollar AS, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 0,7681. Jika dolar Australia melemah terhadap dollar AS (dengan kata lain, dolar AS relatif menguat terhadap dolar Australia) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 0,7575.
Dalam contoh Euro / British Pound (EUR / GBP)
Harga sampel ditunjukkan dari 0,6595 berarti bahwa salah satu harga 0,6595 Euro British pound. Jika Euro relatif menguat terhadap pound, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 0,6634. Jika Euro relatif melemah terhadap pound (dengan kata lain, pound relatif menguat terhadap Euro) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 0,6558.
Dalam contoh Euro / Yen Jepang (EURO / JPY)
Harga sampel ditunjukkan dari 128,23 berarti bahwa salah satu harga Euro 128,23 yen Jepang. Jika Euro memperkuat relatif terhadap yen, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 128,76. Jika Euro relatif melemah terhadap yen (dengan kata lain, yen relatif menguat terhadap Euro) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 127,78.
Dalam contoh Euro / Swiss Franc (EUR / CHF)
Harga sampel ditunjukkan dari 1,5505 berarti bahwa satu Euro biaya 1,5505 franc Swiss. Jika Euro relatif menguat terhadap Swiss franc, maka harga ini akan naik menjadi, katakanlah, 1,5543. Jika Euro relatif melemah terhadap Swiss Franc (dengan kata lain, Franc Swiss relatif menguat terhadap Euro) maka harga ini akan mengalami penurunan pada, katakanlah, 1,5483.
Ya, semoga penjelasan dengan sampel ini bisa memperjelas pemahaman Anda tentang cara membaca harga pada sebuah pasangan mata uang di forex.
Wednesday, September 8, 2010
BERANI LOSS TETAPI TAKUT AMBIL PROFIT
Saya mohon maaf lahir batin, moment Idul Fitri kali ini rasanya tepat untuk saya secara tulus mengucapkan minal aizin wal fa izin dan mohon maaf lahir batin. Saya sering ghibah "ngrasani" kawan-kawan, bahkan sering ngoceki kesalahan trading Anda. Namun itu semua saya berniat baik, agar trading Anda lebih baik, lebih mak-nyuss, lebih banyak profit dan sabagainya. Sebenarnya kalau Anda tidak mengulang-ulang kesalahan, barangkali saya telah berhenti koar-koar mengingatkan Anda. Sebaliknya, saya menginginkan Anda menjadi trader forex yang sukses, duitnya banyak, jadi banyak infaq dan sodakoh... Amiin.
Nah, pedagang yang terbaik biasanya adalah pedagang yang paling konsisten. Untuk menjadi pedagang yang konsisten, penting untuk secara konsisten menerapkan metodologi seseorang ke pasar dan membuat kesalahan sesedikit mungkin. Sebuah kesalahan perdagangan adalah ketika seorang pedagang menyimpang dari metodologi mereka. Kesalahan umum meliputi mengambil kerugian yang lebih besar dari yang direncanakan, keluar perdagangan lebih awal dari yang direncanakan, mengambil perdagangan yang tidak sesuai dengan kriteria trader biasa, atau lewat pada perdagangan yang sesuai dengan kriteria trader biasa. Berangkat dari sinilah saya ingin menulis artikel ini. Tetapi sekali lagi saya minta maaf, kalau mungkin akan bicara kesalahan-kesalahan Anda lagi. Semoga sih Anda menilainya positif, itu yang saya harapkan.
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, karena kesalahan tidak memandang seberapa banyak / sedikitnya pengalaman seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dalam kegiatan trading, sebuah kesalahan trader adalah suatu hal yang tidak luput pula dari setiap tindakan / keputusan yang diambilnya.
Memang benar, setiap trader juga mengetahui hal ini dan juga paham akan sifat dasar dari manusia (secara umum). Namun pada realita yang ada, seringkali terbalik keadaannya, dimana trader sering asyik dengan "dunianya sendiri", hingga melupakan kesalahan trader yang terus – menerus dilakukannya.
"Berani loss, tapi takut mengambil profit". Pernah mendengar pernyataan tersebut? Atau justru masih terjebak dalam situasi tersebut?
Kesalahan yang memang terdengar konyol untuk dilakukan dan tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut dilakukan dengan cara menahan / hold posisi ketika floating loss terus, terus dan terus... hingga skenario terburuk yaitu bertemu dengan Mr. MC (Bapak Direktur Margin Call).
Anehnya lagi, ketika trader sedang melakukan kesalahan dalam TP (take profit), posisi harga sedang naik secara perlahan, lalu muncul perasaan cemas / takut harga menjadi rebound (berbalik) tanpa disadarinya. Alhasil, keuntungan yang seharusnya lebih besar dan optimal, dilepas dengan segera melakukan close posisi di saat yang tidak tepat (tanpa money management ).
Nah, ini yang saya maksud ketika memaknai judul artikel ini: Berani Loss tetapi Takut Ambil Profit. Wokey?
Dalam contoh keadaan seperti itu, biasanya trader tersebut melakukan trading bedasarkan firasatnya bukan analisa mendalam. Hal itu wajar, kesalahan trader merupakan resiko trading, terlebih dalam proses pembelajarannya untuk menghindari ketidakstabilan emosi. Namun, apabila "kesalahan yang sama" terus – menerus dilakukan, akan lebih terlihat konyol lagi bukan? Sesuai pepatah: jatuh berkali-kali di lubang yang sama.
Semua trader biasanya memahami konsep ini sebagai kesalahan, sadar se-sadar-sadarnya. Bahkan sering mengingatkan teman trader lainnya. Tetapi ya, ups...! Begitulah! Sehingga ada pernyataan-pernyataan pesimistis dari para trader senior, bahwa psikologi trading itu gak bisa di tundukkan. Wokey, saya menghargai pendapat itu, tetapi saya percaya kalau pisau kedhul kalau diasah terus menerus pasti tajam juga. Nah, bagaimana caranya mengasah? Anda harus mendengarkan "suara nasihat" atau membaca berulang-ulang "sesuatu" yang mengingatkan Anda. Jadikan motivasi Anda! Makanya baca-baca artikel di Cafe ini, dipahami. Banyak motivasi untuk Anda, banyak hal yang akan mengingatkan Anda. Nah ini adalah ibarat wungkal yang mengasah pisau. Jadi, saya optimis, Anda yang masih ragu apakah bisa merubah "kesalahan-kesalahan" menjadi tindakan benar, saya optimis Anda bisa! Anda hanya butuh sentuhan motivasi, tetapi kalau Anda kebetulan tidak hobby membaca, maaf... Siapa yang akan memotivasi Anda? Sementara, keluarga Anda bertindak kebalikannya; mara-marah atas loss Anda; isteri, saudara, ngomel-ngomel melulu atas pekerjaan Anda sekarang, memfonis forex sebagai dasar hancunya ekonomi keluarga, dan sebagainya. Kalau psikologis Anda hari-hari di hajar pernyataan-pernyataan seperti itu, semakin mampus trading Anda. Sudah mampus, dibuat semakin mampus... Saya gak bisa bayangkan.. Memang punya nyawa berapa?
WkwkwkkwwkkA....!
Ya sudah, kembali ke laptop!
BERANI LOSS TETAPI TAKUT AMBIL PROFIT, apa yang terjadi kemudian? Kalau scenario ketika Anda telalu cepat mengambil profit dan harga terus berlanjut, atau Anda sudah memutuskan untuk cut loss, tetapi akhirnya Anda tidak melakukan itu, dan harga terus berlanjut. Jawabannya pasti: menyesal... (kayak dukun aja, nebak-nebak) Penyesalan, itu yg selalu terjadi hampir pada setiap trader. Menyesal saat terlalu cepat mengambil profit, dan menyesal saat terlalu lama "menampung" loss.
Mulailah yakin pada diri Anda sendiri dan disiplin pada analisa yang telah anda buat, dengan begitu maka Anda baru bisa lebih menghargai hasil jerih payah analisa Anda sendiri tanpa diakhiri dengan rasa menyesal.
Sungguh tidak ada maksud merendahkan ataupun melecehkan trader yang pernah melakukan kesalahan tersebut. Sesungguhnya artikel ini hanya ingin mengingatkan pada diri kita masing-masing, siapapun Anda, termasuk saya sendiri, untuk menghindari kesalahan yang sama di masa mendatang. Setubuh ya, Bro! Eh, setujuuuu!!!
Yah, kalau bicara psikologis tading memang tidak ada habisnya, tetapi karena begitu pentingnya, tidak ada salahnya kita ulas berkali-kali, di dunia forex memang terkadang selalu berlawanan dengan apa yang kita harapkan, tapi sebenarnya itulah kenyataan yang harus di terima dari apa yang telah terjadi di bisnis ini. Tanpa psikologi trading mustahil seseorang akan sukses di bisnis ini. Saya sudah menganalisa dalam permainan forex ini kalau untuk mencapai sebuah keberhasilan maka faktor utama yang harus di perkuat adalah psikologi trading,barangkali perlu penguasaan sampai dengan 50%, teknikal analisa 30% dan teknikal fundamental 20%. Setujukah? Apabila hal-hal semacam ini sudah di kuasai, saya beranggapan bahwa akan muncul trader-trader yang akan menjadi seorang master. Wkakakakaaa...dan saya akan belajar kepada Anda!
Berbagilah bersama di Cafe ini dan nantikanlah kisah selanjutnya yang menarik untuk dibahas, karena pengalaman trader Anda dapat berguna bagi trader lain dan sebaliknya. Saya tunggu komentar Anda, dan jika Anda masih ingin melanjutkan bahasan yang sama, dengan judul: Mengapa Banyak Trader Loss dalam Trading Forex? Anda bisa membaca artikel itu disini!
Nah, pedagang yang terbaik biasanya adalah pedagang yang paling konsisten. Untuk menjadi pedagang yang konsisten, penting untuk secara konsisten menerapkan metodologi seseorang ke pasar dan membuat kesalahan sesedikit mungkin. Sebuah kesalahan perdagangan adalah ketika seorang pedagang menyimpang dari metodologi mereka. Kesalahan umum meliputi mengambil kerugian yang lebih besar dari yang direncanakan, keluar perdagangan lebih awal dari yang direncanakan, mengambil perdagangan yang tidak sesuai dengan kriteria trader biasa, atau lewat pada perdagangan yang sesuai dengan kriteria trader biasa. Berangkat dari sinilah saya ingin menulis artikel ini. Tetapi sekali lagi saya minta maaf, kalau mungkin akan bicara kesalahan-kesalahan Anda lagi. Semoga sih Anda menilainya positif, itu yang saya harapkan.
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, karena kesalahan tidak memandang seberapa banyak / sedikitnya pengalaman seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dalam kegiatan trading, sebuah kesalahan trader adalah suatu hal yang tidak luput pula dari setiap tindakan / keputusan yang diambilnya.
Memang benar, setiap trader juga mengetahui hal ini dan juga paham akan sifat dasar dari manusia (secara umum). Namun pada realita yang ada, seringkali terbalik keadaannya, dimana trader sering asyik dengan "dunianya sendiri", hingga melupakan kesalahan trader yang terus – menerus dilakukannya.
"Berani loss, tapi takut mengambil profit". Pernah mendengar pernyataan tersebut? Atau justru masih terjebak dalam situasi tersebut?
Kesalahan yang memang terdengar konyol untuk dilakukan dan tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut dilakukan dengan cara menahan / hold posisi ketika floating loss terus, terus dan terus... hingga skenario terburuk yaitu bertemu dengan Mr. MC (Bapak Direktur Margin Call).
Anehnya lagi, ketika trader sedang melakukan kesalahan dalam TP (take profit), posisi harga sedang naik secara perlahan, lalu muncul perasaan cemas / takut harga menjadi rebound (berbalik) tanpa disadarinya. Alhasil, keuntungan yang seharusnya lebih besar dan optimal, dilepas dengan segera melakukan close posisi di saat yang tidak tepat (tanpa money management ).
Nah, ini yang saya maksud ketika memaknai judul artikel ini: Berani Loss tetapi Takut Ambil Profit. Wokey?
Dalam contoh keadaan seperti itu, biasanya trader tersebut melakukan trading bedasarkan firasatnya bukan analisa mendalam. Hal itu wajar, kesalahan trader merupakan resiko trading, terlebih dalam proses pembelajarannya untuk menghindari ketidakstabilan emosi. Namun, apabila "kesalahan yang sama" terus – menerus dilakukan, akan lebih terlihat konyol lagi bukan? Sesuai pepatah: jatuh berkali-kali di lubang yang sama.
Semua trader biasanya memahami konsep ini sebagai kesalahan, sadar se-sadar-sadarnya. Bahkan sering mengingatkan teman trader lainnya. Tetapi ya, ups...! Begitulah! Sehingga ada pernyataan-pernyataan pesimistis dari para trader senior, bahwa psikologi trading itu gak bisa di tundukkan. Wokey, saya menghargai pendapat itu, tetapi saya percaya kalau pisau kedhul kalau diasah terus menerus pasti tajam juga. Nah, bagaimana caranya mengasah? Anda harus mendengarkan "suara nasihat" atau membaca berulang-ulang "sesuatu" yang mengingatkan Anda. Jadikan motivasi Anda! Makanya baca-baca artikel di Cafe ini, dipahami. Banyak motivasi untuk Anda, banyak hal yang akan mengingatkan Anda. Nah ini adalah ibarat wungkal yang mengasah pisau. Jadi, saya optimis, Anda yang masih ragu apakah bisa merubah "kesalahan-kesalahan" menjadi tindakan benar, saya optimis Anda bisa! Anda hanya butuh sentuhan motivasi, tetapi kalau Anda kebetulan tidak hobby membaca, maaf... Siapa yang akan memotivasi Anda? Sementara, keluarga Anda bertindak kebalikannya; mara-marah atas loss Anda; isteri, saudara, ngomel-ngomel melulu atas pekerjaan Anda sekarang, memfonis forex sebagai dasar hancunya ekonomi keluarga, dan sebagainya. Kalau psikologis Anda hari-hari di hajar pernyataan-pernyataan seperti itu, semakin mampus trading Anda. Sudah mampus, dibuat semakin mampus... Saya gak bisa bayangkan.. Memang punya nyawa berapa?
WkwkwkkwwkkA....!
Ya sudah, kembali ke laptop!
BERANI LOSS TETAPI TAKUT AMBIL PROFIT, apa yang terjadi kemudian? Kalau scenario ketika Anda telalu cepat mengambil profit dan harga terus berlanjut, atau Anda sudah memutuskan untuk cut loss, tetapi akhirnya Anda tidak melakukan itu, dan harga terus berlanjut. Jawabannya pasti: menyesal... (kayak dukun aja, nebak-nebak) Penyesalan, itu yg selalu terjadi hampir pada setiap trader. Menyesal saat terlalu cepat mengambil profit, dan menyesal saat terlalu lama "menampung" loss.
Mulailah yakin pada diri Anda sendiri dan disiplin pada analisa yang telah anda buat, dengan begitu maka Anda baru bisa lebih menghargai hasil jerih payah analisa Anda sendiri tanpa diakhiri dengan rasa menyesal.
Sungguh tidak ada maksud merendahkan ataupun melecehkan trader yang pernah melakukan kesalahan tersebut. Sesungguhnya artikel ini hanya ingin mengingatkan pada diri kita masing-masing, siapapun Anda, termasuk saya sendiri, untuk menghindari kesalahan yang sama di masa mendatang. Setubuh ya, Bro! Eh, setujuuuu!!!
Yah, kalau bicara psikologis tading memang tidak ada habisnya, tetapi karena begitu pentingnya, tidak ada salahnya kita ulas berkali-kali, di dunia forex memang terkadang selalu berlawanan dengan apa yang kita harapkan, tapi sebenarnya itulah kenyataan yang harus di terima dari apa yang telah terjadi di bisnis ini. Tanpa psikologi trading mustahil seseorang akan sukses di bisnis ini. Saya sudah menganalisa dalam permainan forex ini kalau untuk mencapai sebuah keberhasilan maka faktor utama yang harus di perkuat adalah psikologi trading,barangkali perlu penguasaan sampai dengan 50%, teknikal analisa 30% dan teknikal fundamental 20%. Setujukah? Apabila hal-hal semacam ini sudah di kuasai, saya beranggapan bahwa akan muncul trader-trader yang akan menjadi seorang master. Wkakakakaaa...dan saya akan belajar kepada Anda!
Berbagilah bersama di Cafe ini dan nantikanlah kisah selanjutnya yang menarik untuk dibahas, karena pengalaman trader Anda dapat berguna bagi trader lain dan sebaliknya. Saya tunggu komentar Anda, dan jika Anda masih ingin melanjutkan bahasan yang sama, dengan judul: Mengapa Banyak Trader Loss dalam Trading Forex? Anda bisa membaca artikel itu disini!
Tuesday, September 7, 2010
MENGAPA 90 % TRADER LOSS DAN MENINGGALKAN FOREX?
Dukun forex ada nggak ya? Kalau ada pasti laris manis, pasiennya antri seperti antrinya mobil dalam kemacetam hihihihi... Kalau saya punya "kelebihan" yang bisa menebak pergerakan satu menit ke depan (kayak film 'the NEXT' yang dibintangi Nicholas Cage) pasti saya pilih menjadi dukun forex saja. Biar Anda ikut antri dan ambil nomor antrian diatas 300 pokoknya. Wah, pihak broker pun tidak ketinggalan ikut antri (bagaimana ini?. Sudahlah, makanya saya tidak mau menjadi dukun forex. Saya tidak ingin memasang spanduk di depan rumah saya "MENYEDIAKAN JIMAT KHUSUS FOREX, AMPUH UNTUK MENGETAHUI PERGERAKAN SATU MENIT KE DEPAN!" Wkwkwkwwkkaa...
Saya ingin memasang sebuah judul saja di blog Cafe tercinta ini, biar Anda pun tidak ikut antri... Nih, baca: MENGAPA 90% TRADER LOSS DAN MENINGGALKAN FOREX?"
Sebagai seorang trader yang masih banyak belajar, salah satu hal yang saya pelajari adalah pernyataan "90% orang gagal di Forex". Jika kita tahu faktor-faktor apa yang menyebabkan 90% orang gagal, maka kita bisa menghindari kesalahan yang mereka buat dan membuat kita menjadi yang 10%. Untuk itu topik ini saya tulis agar para senior, master serta siapapun bisa berbagi kesalahan-kesalahan yang ada. Anda pun bisa menambahnya pada kolom komentar. Ide bagus bukan?
Mindset yang salah
Sepanjang sejarah para trader trading forex, ternyata menguasai Forex memerlukan proses yang cukup panjang serta membutuhkan waktu, uang dan tenaga untuk mempelajarinya. Jika tujuan seseorang untuk dapat uang secara cepat, maka tidak ketemu antara keinginan dengan kenyataan. Forex adalah pekerjaan dengan otak bukan dengan otot. Kalau pekerjaan dengan otot (seperti ngojek, jadi tukang parkir, kuli, dsb) uang lebih cepat datang tetapi segitu-segitu saja dapatnya. Kalau pekerjaan dengan otak, mulainya loss atau sedikit, lama-lama jadi bukit. Jadi, mereka yang ingin buru-buru dapat uang, akan gagal dan mereka akan meninggalkan forex.
So, yang pertama menjadi alasan mengapa 90 % trader loss di forex? Sebab mereka memiliki mindset ingin cepat dapat uang yang banyak di forex.
Motivasi yang salah
Motivasi apa yang melatarbelakangi seseorang menekuni Forex. Kalau motivasinya hanya sekedar mau dapat tambahan uang, maka ia akan kecewa. Jika motivasi untuk menekuni forex tidak kuat, maka ketika loss atau sulit dapat profit, maka ia akan berhenti dari forex dan mencari bisnis/pekerjaan lain. Kalau Anda mengatakan motivasi saya kuat, uji diri anda dengan pertanyaan berikut : kalau selama beberapa bulan menekuni forex belum dapat profit yang lumayan atau bahkan rugi, apakah Anda masih berminat di forex? Kalau ngaciiiir, namanya ...Hmmmm...!
Investasi yang salah
Jika mereka yang terjun ke forex adalah orang yang sudah memiliki banyak investasi di tempat lain atau memiliki kapital yang cukup besar, namun tidak memiliki pengetahuan forex yang memadai : mereka cenderung untuk mempercayai investasi tsb kepada orang lain (biasanya marketing/sales dari suatu broker). Begitu uangnya habis atau berkurang drastis, mereka kecewa dan mundur dari dunia forex.
Bosan
Begitu seseorang mulai di forex, dia akan sangat bersemangat. Wah, pokoknya seperti memiliki pacar baru; kemana-mana di pamerkan, disayang-sayang, tetapi begitu pada akhirnya dia mengecewakan danmembosankan, tinggalkan dia dan memilih pacar baru, hihihhi.... Keadaan sebagai trader pemula, tidak jauh berbeda; mengumpulkan banyak informasi, ebook, dsb sambil mencoba untuk trading virtual. Ketika mencoba suatu metode/sistem/strategi, tetapi hasilnya kurang memuaskan atau bahkan loss, mereka langsung mengganti dengan metode/sistem/strategi lain tanpa memberikan kesempatan/waktu lebih lama kepada metode/sistem/strategi yang sebelumnya mereka lakukan. Ketika sudah berkali-kali ganti metode/sistem/strategi tetapi belum juga mendapatkan hasil, maka timbul kebosanan dan pergi meninggalkan forex.
Loss lebih banyak daripada profit
Seorang newbie biasanya berani tanpa pakai stop loss atau kalau pun menggunakan SL dibuat cukup jauh. Tetapi begitu ngomong profit, untung sedikit nggak apa-apa, langsung closed saja. Lumayan, asal profit. Jadi perbandingan risk:reward, lebih besar risk daripada reward. Ini sama aja mendanai pengeluaran besar dengan pendapatan kecil. Begitu rekening pelan-pelan terus berkurang, seseorang bisa merasa forex tidak cocok dengan dirinya dan diapun meninggalkan forex. Kabuuuur!
Sok Jago dalam trading
Banyak trader diakui atau tidak, itu sering merasa diri 'paling' pintar urusan trading, biasanya mereka ini ya mereka yang secara kebetulan berpendidikan tinggi atau sudah punya jabatan tinggi, so, merasa diri pintar, sudah jago dalam trading karena 'pernah' dia sehari dapat profit lumayan besar. Karena merasa pintar, tidak mau belajar dari orang lain, tidak mau ikutan forum, malu bertanya pertanyaan bodoh (soalnya menganggap diri pintar), mencoba metode sendiri tanpa pengalaman dan pengetahuan yang mendalam (kalau perlu melawan trend yang sedang berjalan), sok ahli menganalisa, menyalahkan orang lain segala. Ketika gagalnya lebih banyak daripada berhasilnya, ia mencari-cari alasan untuk diri sendiri : "Saya kan sudah berhasil di pekerjaan sekarang, di forex nggak berhasil nggak apa-apa." Jadilah dia meninggalkan forex.
Tidak sabar
Dalam permainan forex itu diibaratkan belajar forex seperti belajar di sekolah, mulai dari playgroup, TK, SD, SMP, SMA, Universitas. Dimulai dari istilah, cara trading, money management, sampai teknik trading yang canggih-canggih. Nah, banyak newbie, baru di playgroup kemudian loncat mau belajar pelajaran SMA, gara-gara melihat di forum ada master yang menyebutkan keberhasilan yang didapat dengan suatu metode/sistem. Akibatnya ya keblinger dan stress, mau bisa menguasai profit yang banyak dan cepat, tetapi sayangnya belum mampu. Akhirnya yang ada malah menyerah dan meninggalkan forex.
Tidak memiliki modal yang cukup
Barangkali alasan ini adalah alasan terpopuler. Trader pemula yang menggunakan modal pas-pasan (karena memang tidak punya modal yang besar), dan karena menggunakan modal kecil, kesempatan loss-nya ternyata lebih besar (karena berbagai alasan tertentu). Maka begitu loss dan Margin Call. Pensiun dah...menjadi trader forex. Keinginan untuk terus melanjutkan sih selalu ada, tetapi tidak ada dukungan financial. Mau apa coba? Paling kalau kangen, lihat chart, mencoba menganalisa, open transaksi di demo... hihihihi...! Sambil ngebayangin, "Kapan yah bisa punya modal lagi? hixs hixs hixs....
Begitu ada modal lagi (meski sedikit), di masukkan account, tetapi was-was juga dan terganggu karena isterinya ngomel melulu.. Wkwkwkkwka....akhirnya ludes juga.
Maafkan saya yang hampr setiap hari nyindir Sampean.... Sebetulnya, itu juga pernah terjadi padaku.
Masih banyak yang lain tentunya.. tetapi biarlah Anda saja yang melanjutkan!
Woke, kunjungi selanjutnya disini! Ada yang menarik! Sangat menarik!
Saya ingin memasang sebuah judul saja di blog Cafe tercinta ini, biar Anda pun tidak ikut antri... Nih, baca: MENGAPA 90% TRADER LOSS DAN MENINGGALKAN FOREX?"
Sebagai seorang trader yang masih banyak belajar, salah satu hal yang saya pelajari adalah pernyataan "90% orang gagal di Forex". Jika kita tahu faktor-faktor apa yang menyebabkan 90% orang gagal, maka kita bisa menghindari kesalahan yang mereka buat dan membuat kita menjadi yang 10%. Untuk itu topik ini saya tulis agar para senior, master serta siapapun bisa berbagi kesalahan-kesalahan yang ada. Anda pun bisa menambahnya pada kolom komentar. Ide bagus bukan?
Mindset yang salah
Sepanjang sejarah para trader trading forex, ternyata menguasai Forex memerlukan proses yang cukup panjang serta membutuhkan waktu, uang dan tenaga untuk mempelajarinya. Jika tujuan seseorang untuk dapat uang secara cepat, maka tidak ketemu antara keinginan dengan kenyataan. Forex adalah pekerjaan dengan otak bukan dengan otot. Kalau pekerjaan dengan otot (seperti ngojek, jadi tukang parkir, kuli, dsb) uang lebih cepat datang tetapi segitu-segitu saja dapatnya. Kalau pekerjaan dengan otak, mulainya loss atau sedikit, lama-lama jadi bukit. Jadi, mereka yang ingin buru-buru dapat uang, akan gagal dan mereka akan meninggalkan forex.
So, yang pertama menjadi alasan mengapa 90 % trader loss di forex? Sebab mereka memiliki mindset ingin cepat dapat uang yang banyak di forex.
Motivasi yang salah
Motivasi apa yang melatarbelakangi seseorang menekuni Forex. Kalau motivasinya hanya sekedar mau dapat tambahan uang, maka ia akan kecewa. Jika motivasi untuk menekuni forex tidak kuat, maka ketika loss atau sulit dapat profit, maka ia akan berhenti dari forex dan mencari bisnis/pekerjaan lain. Kalau Anda mengatakan motivasi saya kuat, uji diri anda dengan pertanyaan berikut : kalau selama beberapa bulan menekuni forex belum dapat profit yang lumayan atau bahkan rugi, apakah Anda masih berminat di forex? Kalau ngaciiiir, namanya ...Hmmmm...!
Investasi yang salah
Jika mereka yang terjun ke forex adalah orang yang sudah memiliki banyak investasi di tempat lain atau memiliki kapital yang cukup besar, namun tidak memiliki pengetahuan forex yang memadai : mereka cenderung untuk mempercayai investasi tsb kepada orang lain (biasanya marketing/sales dari suatu broker). Begitu uangnya habis atau berkurang drastis, mereka kecewa dan mundur dari dunia forex.
Bosan
Begitu seseorang mulai di forex, dia akan sangat bersemangat. Wah, pokoknya seperti memiliki pacar baru; kemana-mana di pamerkan, disayang-sayang, tetapi begitu pada akhirnya dia mengecewakan danmembosankan, tinggalkan dia dan memilih pacar baru, hihihhi.... Keadaan sebagai trader pemula, tidak jauh berbeda; mengumpulkan banyak informasi, ebook, dsb sambil mencoba untuk trading virtual. Ketika mencoba suatu metode/sistem/strategi, tetapi hasilnya kurang memuaskan atau bahkan loss, mereka langsung mengganti dengan metode/sistem/strategi lain tanpa memberikan kesempatan/waktu lebih lama kepada metode/sistem/strategi yang sebelumnya mereka lakukan. Ketika sudah berkali-kali ganti metode/sistem/strategi tetapi belum juga mendapatkan hasil, maka timbul kebosanan dan pergi meninggalkan forex.
Loss lebih banyak daripada profit
Seorang newbie biasanya berani tanpa pakai stop loss atau kalau pun menggunakan SL dibuat cukup jauh. Tetapi begitu ngomong profit, untung sedikit nggak apa-apa, langsung closed saja. Lumayan, asal profit. Jadi perbandingan risk:reward, lebih besar risk daripada reward. Ini sama aja mendanai pengeluaran besar dengan pendapatan kecil. Begitu rekening pelan-pelan terus berkurang, seseorang bisa merasa forex tidak cocok dengan dirinya dan diapun meninggalkan forex. Kabuuuur!
Sok Jago dalam trading
Banyak trader diakui atau tidak, itu sering merasa diri 'paling' pintar urusan trading, biasanya mereka ini ya mereka yang secara kebetulan berpendidikan tinggi atau sudah punya jabatan tinggi, so, merasa diri pintar, sudah jago dalam trading karena 'pernah' dia sehari dapat profit lumayan besar. Karena merasa pintar, tidak mau belajar dari orang lain, tidak mau ikutan forum, malu bertanya pertanyaan bodoh (soalnya menganggap diri pintar), mencoba metode sendiri tanpa pengalaman dan pengetahuan yang mendalam (kalau perlu melawan trend yang sedang berjalan), sok ahli menganalisa, menyalahkan orang lain segala. Ketika gagalnya lebih banyak daripada berhasilnya, ia mencari-cari alasan untuk diri sendiri : "Saya kan sudah berhasil di pekerjaan sekarang, di forex nggak berhasil nggak apa-apa." Jadilah dia meninggalkan forex.
Tidak sabar
Dalam permainan forex itu diibaratkan belajar forex seperti belajar di sekolah, mulai dari playgroup, TK, SD, SMP, SMA, Universitas. Dimulai dari istilah, cara trading, money management, sampai teknik trading yang canggih-canggih. Nah, banyak newbie, baru di playgroup kemudian loncat mau belajar pelajaran SMA, gara-gara melihat di forum ada master yang menyebutkan keberhasilan yang didapat dengan suatu metode/sistem. Akibatnya ya keblinger dan stress, mau bisa menguasai profit yang banyak dan cepat, tetapi sayangnya belum mampu. Akhirnya yang ada malah menyerah dan meninggalkan forex.
Tidak memiliki modal yang cukup
Barangkali alasan ini adalah alasan terpopuler. Trader pemula yang menggunakan modal pas-pasan (karena memang tidak punya modal yang besar), dan karena menggunakan modal kecil, kesempatan loss-nya ternyata lebih besar (karena berbagai alasan tertentu). Maka begitu loss dan Margin Call. Pensiun dah...menjadi trader forex. Keinginan untuk terus melanjutkan sih selalu ada, tetapi tidak ada dukungan financial. Mau apa coba? Paling kalau kangen, lihat chart, mencoba menganalisa, open transaksi di demo... hihihihi...! Sambil ngebayangin, "Kapan yah bisa punya modal lagi? hixs hixs hixs....
Begitu ada modal lagi (meski sedikit), di masukkan account, tetapi was-was juga dan terganggu karena isterinya ngomel melulu.. Wkwkwkkwka....akhirnya ludes juga.
Maafkan saya yang hampr setiap hari nyindir Sampean.... Sebetulnya, itu juga pernah terjadi padaku.
Masih banyak yang lain tentunya.. tetapi biarlah Anda saja yang melanjutkan!
Woke, kunjungi selanjutnya disini! Ada yang menarik! Sangat menarik!
Sunday, September 5, 2010
PSIKOLOGIS TRADER FOREX PEMULA
Latar belakang saya bukan tamatan dari sebuah universitas jurusan psikologi, lho! Jadi mohon maklum kalau saya tidak pinter urusan psikologi seorang manusia. Namun sehubungan dengan per-forex-an yang memaksa harus memahami psikologi manusia (baca: trader), ya saya memahaminya dengan cara saya sendiri saja. Pun saya hanya ingin memahami psikologis saya sendiri saat mengawali trading forex, biar tidak ada orang lain yang disalahkan hihihihi. …. Kalau salah, ya biar saya salah sendirian saja hixs hixs hixs…
Baiklah, daripada saya menangis tidak ada gunanya hixs hixs hiks…sementara Anda malah senyum-senyum, saya akan mulai menghibur diri saja “ngrasani” kelucuan seorang trader pemula:
Tergesa-gesa Mengambil Keputusan
Hayo..! Biasa melakukannya gak Bro! (ho-oh…sstt..jangan keras-keras!) Bagian trading forex tersulit seorang pemula adalah mengendalikan diri untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Memprediksi harga ada caranya, tetapi tetap yang tersulit adalah mengendalikan diri untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, karena hal itu tidak ada metode yang mendasar . Dalam hal ini yang terjadi adalah tergantung dari anda sendiri. Maka selalu diingat; jika saya harus mengambil posisi buy atau sell, tanyakan pada diri sendiri, “Apa alasan saya mengambil posisi ini? Apakah saya sudah memastikan bahwa harga sedang murah? Atau tidak lebih baikkah saya order pending saja?”
Minimal itu, Bro!
Kalau mau “nambah” (belum kenyang nih, critanya..?) Woke! Untuk menghindari keadaan yang tidak di inginkan -lebih baik- ketika fikiran dan mental Anda tidak bisa konsentrasi dan tidak memiliki alasan apapun (jangan beralasan karena feeling, lho!) maka jangan membuka posisi trading dulu. Dalam bertrading membutuhkan ketenangan dan konsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lebih baik tidak profit daripada harus menanggung kerugian. Apalagi, (sering tidak disiplin) kalau habis profit berhenti membuka open posisi baru. Kalau habis loss, terkena SL ya berhenti open posisi baru, Hayooo…!!! Anda sering tergesa-gesa mengambil open posisi dalam keadaan yang demikian? Stop!!! Lampu merah ada di depan Anda! Kalau mau bablas, benjut sampean wkwkwkkkwkaa…!
Ketidakpuasan
Keuntungan adalah target yang di incar semua trader, bagi pemula mungkin keuntungan pertama walaupun tidak seberapa itu merupakan kepuasan tersendiri namun setelah berkali-kali melakukan trading mereka menjadi tidak puas. Kebanyakan orang setelah mendapatkan sejumlah keuntungan maka posisi berikutnya menargetkan yang lebih tinggi dan itu kebanyakan tanpa pertimbangan yang matang. Hal tersebutlah yang mengakibatkan mereka mengalami kerugian melebihi apa yang telah mereka dapatkan.
Karena ketidakpuasan tersebut pula mereka kebanyakan setelah mengalami kerugian melakukan penambahan modal. Modalpun sudah di tambah namun yang berbahaya di sini adalah jika sifat ketidak puasan masih bersarang bukan tidak mungkin modal anda akan kembali hangus.
Nah, lalu? (Weh, masih bertanya juga hehehehe)
Woke… Begini saja, saya akan membantu mengingatkan Anda. Ada beberapa hal yang mungkin akan membantu Anda menghindari sifat tesebut antara lain.
Ketidak puasan dalam memperoleh keuntungan akan menimbulkan sifat baru saat terjadi kerugian yaitu:
Penasaran
Sifat yang satu ini akibat dari sifat ketidak puasan. Ketika mendapatkan keuntungan maka akan muncul sifat ketidak puasan. Akibatnya akan memancing anda untuk meningkatkan keuntungan secara cepat tanpa pertimbangan matang. Anda pun akan mengalami kerugian. Setelah kerugian terjadi Andapun akan merasa penasaran untuk mendapatkan dana Anda kembali dengan cara apapun. Itulah yang akan membuat Anda kehilangan yang kedua kali dan akan terus terulang jika Anda tidak berusaha lebih mengendalikan diri.
Seharusnya yang Anda lakukan saat terjadi kerugian adalah mempelajari kesalahan Anda sendiri. Bukan dibalas dengan open posisi baru… Hayoo… baru sadar! Senyum-senyum, menandakan Anda sering melakukan kesalahan ini wkwkwkkwa…. (lama-lama koq kayak bebek nih…) Di catat apa yang membuat Anda mengalami kerugian, sehingga kerugian Anda tidak terulang lagi pada trading berikutnya, nah ini yang harus dilakukan. Ada beberapa hal yang perlu di tanamkan dalam diri saat bertrading agar tidak timbul perasaan penasaran yang berlebihan antara lain:
Keraguan serta ketakutan
Pada dasarnya keraguan merupakan akibat dari ketakutan untuk merugi. Namun sesungguhnya tingkat kerugian akan semakin besar jika Anda ragu dalam mengambil posisi. Keraguan akan mengakibatkan Anda kehilangan kesempatan penempatan posisi yang berujung pada kesalahan penempatan posisi dan kerugian. Kebanyakan keraguan di akibatkan oleh ketakutan mengalami kerugian padahal keraguan itulah yang akan mengakibatkan kerugian.
Jangan Takut Rugi, ya itu perlu di ingat baik-baik di otak Anda, Banyak trader-trader baru yang masuk ke dunia Trading selalu berharap keuntungan konsisten perbulan. Lihat lah fakta Warren Buffet pun pernah rugi. Jadi rugi itu, gak apa-apa koq…! Saya juga masih kadang rugi wkwkwkkwa….Maka, kalau tidak siap ya jangan menjadi trader. Iya kan?
Ingat fakta para Trader yang berhasil, mereka juga tidak ada yang konsisten, profit terus tidak pernah rugi. Kalau ada, biar saya juluki malaikat forex sajalah! Hahahahaha…
Yang terpenting adalah pemasangan stop loss walaupun Anda pemula yang kebanyakan membenci stop loss karena selalu tersentuh. Anda sebagai pemula harus lebih berhati-hati membuka posisi dan juga jangan sampai lupa memakai stop loss. Kebanyakan pemula mengalami depresi saat memulai trading pertama kali yang akan berakibat pada kesalahan yang fatal. Pokoknya jangan panik, kena Stop Loss itu biasa wkwkkwkkwa….
Bukan saya gembira Anda kena Stop Loss, tetapi saya bicara apa adanya tentang forex, gak muluk-muluk manis. Trader pengalaman itu mengerti ada saatnya Musim Panen, ada Musim Paceklik. Target tiap bulan plus, itu bagus, tapi kita gak bisa pungkiri ada saatnya rugi. Get Real lah! Konsisten yang di maksud itu bukan di lihat per minggu atau bulan , tapi di lihat dari long term.
Ada sebuah pertanyaan, mengapa kebanyakan trader itu sudah berbulan-bulan masih loss? Dalam menanggapi hal ini trader rugi bisa di bagi beberapa tipe :
Solusinya, tradinglah dengan duit yang Anda siap rugi / loss baik dari segala kemungkinan, Untung adalah Bonus, karena fakta Trading itu ya begitu, jadi janganlah terlalu berharap.
Nah, kembali dengan pertanyaan, “Lha kalau setiap bulan selalu rugi?”
Hahaha, ..itu kan scenario terburuk, jika memang begitu dan sudah bertahun-tahun, saran saya ya pensiun saja jangan menjadi Trader. Kalau Anda trading dengan benar , saya yakin tidak mungkin Anda rugi setiap bulan, tetapi kalau benar-benar tidak ngerti trading dengan benar, ya wajar kalau loss terus.
Makanya teruslah untuk belajar, konsultasi dengan yang sudah pengalaman di trading, jangan cuma pede menjadi trader yang loss terus. (Weh, ini bukan lagi marah-marah, lho! Hehehehehe…)
Jawabnya simple; petinju profesional, petenis, pemain bola butuh guru / mentor gak ?
jawabnya ya, Anda perlu. Carilah seseorang yang Anda bisa percaya, lebih bagus lagi yang bisa blak-blakan dan jujur, gak cuma senyum manis. Carilah orang yang Anda percaya bisa membantu Anda di dunia Trader. Cari lah orang yang memang pernah mengalami kalah, menang juga, hihihi….
Prediksi berdasar pada perasaan.
Dalam bertrading sesuai naluri yang muncul saat melihat pergerakan mata uang kebenarannya sangat di pengaruhi oleh kemahiran memprediksi tanpa perhitungan dan pengalaman. Walaupun berita belum muncul mereka dapat memprediksi pergerakan harga dengan baik dan benar. Mereka yang sudah terbiasa bertrading dengan cara seperti ini pun dapat mendapatkan keuntungan terus menerus setiap bulannya tanpa indikator.
Anda sebagai trader pemula jangan sekali-kali mencoba bertrading dengan cara ini karena hanya akan membuat Anda rugi. Dalam cara bertrading ini yang menentukan adalah pengalaman dan kemahiran memprediksi harga. Dengan pengalaman dan kemahiran yang cukup, Anda hanya memerlukan sedikit pergerakan dalam hitungan detik untuk menentukan posisi serta memprediksi pergerakan selanjutnya.
Kemahiran dan pengalamanlah yang berpengaruh disini. Dalam menggunakan indikatorpun akan salah jika melakukannya saat pikiran kita tidak benar-benar tenang dan fokus. Anda dapat membayangkan saat Anda mengambil keputusan berdasarkan perasaan padahal trading mengunakan indikator saja anda mengalami kerugian.
Wait….
Sudah saatnya, sahur Bro! Sudah dulu ya…!
Baiklah, daripada saya menangis tidak ada gunanya hixs hixs hiks…sementara Anda malah senyum-senyum, saya akan mulai menghibur diri saja “ngrasani” kelucuan seorang trader pemula:
Tergesa-gesa Mengambil Keputusan
Hayo..! Biasa melakukannya gak Bro! (ho-oh…sstt..jangan keras-keras!) Bagian trading forex tersulit seorang pemula adalah mengendalikan diri untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Memprediksi harga ada caranya, tetapi tetap yang tersulit adalah mengendalikan diri untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, karena hal itu tidak ada metode yang mendasar . Dalam hal ini yang terjadi adalah tergantung dari anda sendiri. Maka selalu diingat; jika saya harus mengambil posisi buy atau sell, tanyakan pada diri sendiri, “Apa alasan saya mengambil posisi ini? Apakah saya sudah memastikan bahwa harga sedang murah? Atau tidak lebih baikkah saya order pending saja?”
Minimal itu, Bro!
Kalau mau “nambah” (belum kenyang nih, critanya..?) Woke! Untuk menghindari keadaan yang tidak di inginkan -lebih baik- ketika fikiran dan mental Anda tidak bisa konsentrasi dan tidak memiliki alasan apapun (jangan beralasan karena feeling, lho!) maka jangan membuka posisi trading dulu. Dalam bertrading membutuhkan ketenangan dan konsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lebih baik tidak profit daripada harus menanggung kerugian. Apalagi, (sering tidak disiplin) kalau habis profit berhenti membuka open posisi baru. Kalau habis loss, terkena SL ya berhenti open posisi baru, Hayooo…!!! Anda sering tergesa-gesa mengambil open posisi dalam keadaan yang demikian? Stop!!! Lampu merah ada di depan Anda! Kalau mau bablas, benjut sampean wkwkwkkkwkaa…!
Ketidakpuasan
Keuntungan adalah target yang di incar semua trader, bagi pemula mungkin keuntungan pertama walaupun tidak seberapa itu merupakan kepuasan tersendiri namun setelah berkali-kali melakukan trading mereka menjadi tidak puas. Kebanyakan orang setelah mendapatkan sejumlah keuntungan maka posisi berikutnya menargetkan yang lebih tinggi dan itu kebanyakan tanpa pertimbangan yang matang. Hal tersebutlah yang mengakibatkan mereka mengalami kerugian melebihi apa yang telah mereka dapatkan.
Karena ketidakpuasan tersebut pula mereka kebanyakan setelah mengalami kerugian melakukan penambahan modal. Modalpun sudah di tambah namun yang berbahaya di sini adalah jika sifat ketidak puasan masih bersarang bukan tidak mungkin modal anda akan kembali hangus.
Nah, lalu? (Weh, masih bertanya juga hehehehe)
Woke… Begini saja, saya akan membantu mengingatkan Anda. Ada beberapa hal yang mungkin akan membantu Anda menghindari sifat tesebut antara lain.
- Saat Anda bertrading jangan terus menerus menatap grafik forex. Karena Anda akan terpancing untuk melakukan penempatan posisi baru tanpa suatu pertimbangan yang matang, tetapi hanya karena emosi sesaat. Apalagi setelah Anda baru saja profit atau loss. Tutup grafiknya saja. Hayoo…Anda harus bisa! Bismilllah! Anda bisa!
- Anda harus selalu percaya bahwa harga bergerak dapat juga membuat kita merugi.
- Tentukan target keuntungan dan ketika tercapai, sekali lagi Anda harus menutupnya. Hindari keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar di khawatirkan harga berbalik.
- Hindari trading ketika Anda dalam waktu dekat akan melakukan aktifitas lain (mau berangkat kerja, kuliah, mau mencangkul, mau kerja buruh dan sebagainya) karena itu hanya akan membuat Anda stress berat, bisa-bisa malah tidak jadi beraktifitas. Anda jadi pembolos kerja sekarang, atau pekerjaan lain Anda tertunda. Begitu di tunggu profit forexnya, weh..akhirnya loss juga hixs hixs hixs…
Ketidak puasan dalam memperoleh keuntungan akan menimbulkan sifat baru saat terjadi kerugian yaitu:
Penasaran
Sifat yang satu ini akibat dari sifat ketidak puasan. Ketika mendapatkan keuntungan maka akan muncul sifat ketidak puasan. Akibatnya akan memancing anda untuk meningkatkan keuntungan secara cepat tanpa pertimbangan matang. Anda pun akan mengalami kerugian. Setelah kerugian terjadi Andapun akan merasa penasaran untuk mendapatkan dana Anda kembali dengan cara apapun. Itulah yang akan membuat Anda kehilangan yang kedua kali dan akan terus terulang jika Anda tidak berusaha lebih mengendalikan diri.
Seharusnya yang Anda lakukan saat terjadi kerugian adalah mempelajari kesalahan Anda sendiri. Bukan dibalas dengan open posisi baru… Hayoo… baru sadar! Senyum-senyum, menandakan Anda sering melakukan kesalahan ini wkwkwkkwa…. (lama-lama koq kayak bebek nih…) Di catat apa yang membuat Anda mengalami kerugian, sehingga kerugian Anda tidak terulang lagi pada trading berikutnya, nah ini yang harus dilakukan. Ada beberapa hal yang perlu di tanamkan dalam diri saat bertrading agar tidak timbul perasaan penasaran yang berlebihan antara lain:
- Tenangkan diri Anda apapun yang terjadi pada trading Anda. Rugi atau Untung Anda harus tenang, Anda sedang menempuh kebiasaan trading, bahwa trading itu ya naik turun, untung rugi…Kalau tidak siap ya jangan trading forex. Gampang, kan?
- Anda harus lebih lama beristirahat dari pada saat mendapat keuntungan untuk menghindari kesalahan yang kedua. Anda dapat memulai kembali trading saat Anda sudah bisa menerima kerugian anda sehingga anda memulai trading dengan tenang.
- Sejak awal telah di anjurkan untuk menggunakan Stop Loss. Anda pun harus konsisten terhadap keputusan tersebut. Saat harga telah memasuki titik Stop Loss maka anda harus menutup transaksi untuk menghindari kerugian semakin besar. Anda pun harus merelakan kerugian anda sesuai Stop Loss yang anda tentukan sendiri. Ikhlaskan kalau harus menyentuh Stop Loss, saat tu bukan rejeki Anda.
Keraguan serta ketakutan
Pada dasarnya keraguan merupakan akibat dari ketakutan untuk merugi. Namun sesungguhnya tingkat kerugian akan semakin besar jika Anda ragu dalam mengambil posisi. Keraguan akan mengakibatkan Anda kehilangan kesempatan penempatan posisi yang berujung pada kesalahan penempatan posisi dan kerugian. Kebanyakan keraguan di akibatkan oleh ketakutan mengalami kerugian padahal keraguan itulah yang akan mengakibatkan kerugian.
Jangan Takut Rugi, ya itu perlu di ingat baik-baik di otak Anda, Banyak trader-trader baru yang masuk ke dunia Trading selalu berharap keuntungan konsisten perbulan. Lihat lah fakta Warren Buffet pun pernah rugi. Jadi rugi itu, gak apa-apa koq…! Saya juga masih kadang rugi wkwkwkkwa….Maka, kalau tidak siap ya jangan menjadi trader. Iya kan?
Ingat fakta para Trader yang berhasil, mereka juga tidak ada yang konsisten, profit terus tidak pernah rugi. Kalau ada, biar saya juluki malaikat forex sajalah! Hahahahaha…
Yang terpenting adalah pemasangan stop loss walaupun Anda pemula yang kebanyakan membenci stop loss karena selalu tersentuh. Anda sebagai pemula harus lebih berhati-hati membuka posisi dan juga jangan sampai lupa memakai stop loss. Kebanyakan pemula mengalami depresi saat memulai trading pertama kali yang akan berakibat pada kesalahan yang fatal. Pokoknya jangan panik, kena Stop Loss itu biasa wkwkkwkkwa….
Bukan saya gembira Anda kena Stop Loss, tetapi saya bicara apa adanya tentang forex, gak muluk-muluk manis. Trader pengalaman itu mengerti ada saatnya Musim Panen, ada Musim Paceklik. Target tiap bulan plus, itu bagus, tapi kita gak bisa pungkiri ada saatnya rugi. Get Real lah! Konsisten yang di maksud itu bukan di lihat per minggu atau bulan , tapi di lihat dari long term.
Ada sebuah pertanyaan, mengapa kebanyakan trader itu sudah berbulan-bulan masih loss? Dalam menanggapi hal ini trader rugi bisa di bagi beberapa tipe :
- Pengecut, baru rugi sedikit sudah ketakutan gak berani main, mencari rasa aman. <- ini orang gak cocok trading lebih cocok nabung, atau deposito aja>.
- Terlalu Pemberani, kerugian membuat dia jadi lebih nekat, inject dana terus <- ini org gak cocok trading juga, karena dendam ingin mengambil balik kerugian secepatnya, makin di teruskan sering kali bertambah kerugiannya.
- Trader Sejati, rugi bagi dia biasa, menang juga biasa <- dia sabar gak buru-buru, belajar menerima kekalahan, belajar sabar, karena badai pasti berlalu, dia tahu rugi itu bagian dari permainan trading, untung adalah bonus>.
Solusinya, tradinglah dengan duit yang Anda siap rugi / loss baik dari segala kemungkinan, Untung adalah Bonus, karena fakta Trading itu ya begitu, jadi janganlah terlalu berharap.
Nah, kembali dengan pertanyaan, “Lha kalau setiap bulan selalu rugi?”
Hahaha, ..itu kan scenario terburuk, jika memang begitu dan sudah bertahun-tahun, saran saya ya pensiun saja jangan menjadi Trader. Kalau Anda trading dengan benar , saya yakin tidak mungkin Anda rugi setiap bulan, tetapi kalau benar-benar tidak ngerti trading dengan benar, ya wajar kalau loss terus.
Makanya teruslah untuk belajar, konsultasi dengan yang sudah pengalaman di trading, jangan cuma pede menjadi trader yang loss terus. (Weh, ini bukan lagi marah-marah, lho! Hehehehehe…)
Jawabnya simple; petinju profesional, petenis, pemain bola butuh guru / mentor gak ?
jawabnya ya, Anda perlu. Carilah seseorang yang Anda bisa percaya, lebih bagus lagi yang bisa blak-blakan dan jujur, gak cuma senyum manis. Carilah orang yang Anda percaya bisa membantu Anda di dunia Trader. Cari lah orang yang memang pernah mengalami kalah, menang juga, hihihi….
Prediksi berdasar pada perasaan.
Dalam bertrading sesuai naluri yang muncul saat melihat pergerakan mata uang kebenarannya sangat di pengaruhi oleh kemahiran memprediksi tanpa perhitungan dan pengalaman. Walaupun berita belum muncul mereka dapat memprediksi pergerakan harga dengan baik dan benar. Mereka yang sudah terbiasa bertrading dengan cara seperti ini pun dapat mendapatkan keuntungan terus menerus setiap bulannya tanpa indikator.
Anda sebagai trader pemula jangan sekali-kali mencoba bertrading dengan cara ini karena hanya akan membuat Anda rugi. Dalam cara bertrading ini yang menentukan adalah pengalaman dan kemahiran memprediksi harga. Dengan pengalaman dan kemahiran yang cukup, Anda hanya memerlukan sedikit pergerakan dalam hitungan detik untuk menentukan posisi serta memprediksi pergerakan selanjutnya.
Kemahiran dan pengalamanlah yang berpengaruh disini. Dalam menggunakan indikatorpun akan salah jika melakukannya saat pikiran kita tidak benar-benar tenang dan fokus. Anda dapat membayangkan saat Anda mengambil keputusan berdasarkan perasaan padahal trading mengunakan indikator saja anda mengalami kerugian.
Wait….
Sudah saatnya, sahur Bro! Sudah dulu ya…!
Friday, September 3, 2010
CITA-CITA SAYA DI FOREX
Seperti biasa saya tidak melewatkan membuka facebook untuk menghilangkan sedikit kepenatan, bertemu dengan kawan dekat dan kawan jauh. Nah, baru saja saya baca salah satu status seorang kawan "cita-cita itu wajib, jika kita kehilangan cita-cita, kehilangan impian, maka hilang semuanya".
Wuih, mantap nih status! Kemudian saya mencoba membuat status juga di dinding facebook saya "Cita-cita saya di forex..." Sayangnya saya malah bingung karena banyak banget, dan ruangan facebook tidak cukup untuk menulis status dan cita-cita saya itu. Saya lari dari facebook dan ng-blog saja ah...!
Saya lagi ingin narsis sendiri, ngomong sendiri, berfikir sendiri,curhat kepada diri sendiri, pokoknya lagi ingin sendiri abiiiis! Kalau Anda membaca tulisan ini, wah..bonus bagi saya, karena saya akhirnya ditemani juga. Kamsia, kamsia! Ternyata, baru cita-cita ingin sendiri saja, gagal di tempat! Apalagi cita-cita ingin jadi presiden ya? Wkkwkwkwkwkwkwka...!
Woke, saya lanjutkan saja ocehan tentang cita-cita saya di forex. Saya ingin... mmhhh, apa ya? "Ingin...cepat kaya". Tetapi tidak lama, ada bisikan di telingaku, "Kamu gak bisa cepat kaya di forex, karena yang akan kamu temui adalah kemelaratan".
Woke, saya terus berfikir, mmmhh... "Saya ingin menundukkan market dan dia mengikuti saya." Sekali lagi, bisikan mendatangi telinga saya, "Weh, kamu gila ya? Market tidak tahu yang kamu pikirkan, dia tidak mengerti kebutuhanmu, dia tidak paham kamu butuh duit lebih!"
Woke, saya belum menyerah. Mmmhh.. saya ingin beternak uang di forex dan uang itu akan bekerja untuk saya, siang dan malam." Bisikan datang lagi, "Kamu itu serakah! Serakah adalah perangkapnya trading. Kamu akan mendapatkan 'dosa besar' dengan keserakahanmu. Hukumannya adalah kamu akan mendapatkan siksa Margin Call. Malaikat forex akan memaksamu 'menangis batin' Wkkwkwkwkwk..."
Waduh!!! Si pembisik ini lama-lama kurang ajar juga, pikirku.
Woke, "Bagaimana seharusnya nih, bantu saya. Jangan menekanku seperti itu dong!"
Pembisik berkata, " Kamu tidak salah bercita-cita, kehilangan harta masih bisa dicari gantinya, kehilangan jabatan masih ada jabatan lain yang menunggu, kehilangan orang yang dicintai masih ada orang lain yang siap menemani kita, kehilangan cita-cita dan impian berarti kita kehilangan masa depan. Peringatanku ini saya harap bisa berguna dalam memulai langkah anda di pekerjaan yang beresiko sangat tinggi ini. Forex dengan fakta bahwa 95% trader gagal karena ingin cepat kaya. Maka sebaiknya, cita-cita kamu adalah "Saya ingin profit konsisten, meski kecil, tapi itu harus saya dapatkan." Saya hanya ingin membagikan kata-kata yang mengembalikan kita pada kenyataan karena hidup tidak semudah yang kita bayangkan.
Kedua, jika ingin menundukkan market, itu cita-cita yang keliru, tetapi bukan berarti salah (cita-cita kan gratis juga, jadi ya, saya tidak menyalahkan). tetapi, sampai kapan pun kamu tidak bisa, tetapi kalau menundukkan (psikologis) diri kamu sendiri, itu sangat mungkin. Maka cita-cita kamu sebaiknya dalam hal ini adalah; "saya bisa menaklukan diri saya dan memenangkan pertarungan di market forex". Kalau cita-cita yang demikian, saya setubuh, eh setuju...!
Ketiga, jika kamu bercita-cita beternak uang di forex, kamu akan melakukan penimbunan profit di forex, dan itu tidak sehat. Dokter forex jelas melarang! Karena menimbun profit, bisa saja kamu dapatkan profit itu secara nasibiyah (apa pula ini?), ya, profit karena nasib baik hehehehe.. Suatu saat, profit kamu itu bisa diambil lagi oleh nasib burukmu, we-ladalah! Maka cita-cita yang yang saya dukung adalah, "Saya bisa disiplin Withdrawal dan tidak disiplin deposit." Tentu maksud pernyataan itu berbeda dengan cita-cita kamu diawal tadi. Kamu beternak uangnya jangan di forex, Ndul! Tetapi di usaha real, yang penting kamu disiplin withdrawal dulu, kemudian duitnya di tabung di bank kamu... Kalau sudah kumpul, buat usaha real, jadi pemasok komputer atau untuk bikin perusahaan 'jamu kuat' untuk para trader forex, hehehhe... Ini misal, lho Ndul! Disitulah kamu beternak uang, silahkan..!"
"Oh, gitu ya...Sik! (Maaf, pembisik ini tidak punya nama yang jelas. Payah!)
"Mhhmmmm...sebenarnya modalmu berapa sih, sampai punya cita-cita over dosis begitu?" tanyanya padaku.
"$20..."
"Berapa kali kamu deposit?"
"5 kali..."
"Sudah pernah withdrawal?"
"Belum pernah..!"
"Kamu pernah belajar pada pelatihan-pelatihan trading?"
"Belum pernah..! Saya belajar sendiri, otodidak dan bermodalkan (berangkat) dari $20."
"Apa yang terjadi?"
"Loss terus...dan deposit terus!"
"Berapa $ setiap deposit?"
"$20..."
"Sudah kehilangan berapa $?"
"$100.."
"Kamu akan begitu terus, Ndul! Kamu jadi Mr $20. Hobbynya deposit dan deposit!"
"Woke, bagaimana baiknya, kalau begitu?" tanya saya tak mengerti.
Pembisik mulai bicara lagi, "Seorang dokter yang mendapatkan gelar spesialisnya, apakah melalui kursus dua hari pada akhir minggu? Saya rasa, tidak!
Sayangnya, banyak orang bahkan tidak pernah memiliki sudut pandang yang demikian. Mereka juga tidak pernah mempertimbangkan biaya pendidikan yang mereka butuhkan untuk menjadi seorang dokter (mau dokter hewan, dokter gigi, dokter bedah, dsb) ataupun pekerjaan professional lainnya. Kenyataannya, hampir semua tidak mempertimbangkan biaya untuk sebuah diploma sebagai biaya untuk pendidikan trading mereka.
Untuk "mengembangkan wawasan"... yang membuat kamu menjadi orang yang lebih baik, untuk mendapatkan gelar kamu, yang membuat kamu terkualifikasi untuk bekerja sebagai junior dalam sebuah perusahaan. paling tidak kamu akan menghabiskan 20 juta lebih, belum lagi biaya kelas, mungkin hampir 40 juta. Setelah itu, tambahkan lagi 5 juta untuk biaya buku, fotokopi, dan Tugas Akhir / Skripsi kamu.
Nah... Mereka yang telah sukses sebagai professional tentunya tahu biaya ini, selain mereka harus membayar biaya kuliah sarjana, ada lagi bonus tambahan biaya untuk kuliah S2 yang membuat mereka lebih kompeten dalam bidang mereka.
Biaya yang harus dihabiskan banyak bukan? Mereka juga mengorbankan baik dalam bentuk uang dan waktu. Tapi menurut saya, mereka tidak pernah mengeluh menghabiskan betapa banyak biaya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kenapa? Karena mereka telah berkomitmen sejak hari pertama mereka memutuskan untuk menjadi professional. Nah...!
Jadi kini pertanyaannya adalah, seberapa besar komitmen kamu? atau tanyalah pada diri kamu sendiri, "Seberapa komitmenkah saya?"
Tentunya, jawabannya adalah hal yang pribadi. Tapi menarik untuk melihat beberapa orang, bahkan banyak sekali, yang berharap dapat menjadi seorang trader professional dalam beberapa minggu atau bulan, dan hanya mereka dapatkan setelah mereka 'belajar' dengan trader yang berpengalaman atau pernah mengikuti 'pelatihan'. Jadi saya pikir, lebih baik menyiapkan modal untuk investasi 'waktu belajar' dulu dari pada modal langsung di masukkan pasar berulang-ulang tetapi untuk dibuang dan tidak ada perkembangan lebih baik. Kamu setuju atau tidak setuju, itu bukan urusanku. Saya hanyalah sebuah 'bisikan' saja.
Woke...woke! "Kalau begitu, sekarang cita-citaku di forex apa ya?"
Bisikan mendekatkan lagi di telingaku, "Sssstt...! Sekarang kamu boleh bercita-cita menjadi kaya"
Alhamdulillah.....
Wkkkwkwkwkkwkwkwwkwk..........!
Lanjutkan bacaan Anda dengan Tips Keberhasilan trading Forex disini!
Wuih, mantap nih status! Kemudian saya mencoba membuat status juga di dinding facebook saya "Cita-cita saya di forex..." Sayangnya saya malah bingung karena banyak banget, dan ruangan facebook tidak cukup untuk menulis status dan cita-cita saya itu. Saya lari dari facebook dan ng-blog saja ah...!
Saya lagi ingin narsis sendiri, ngomong sendiri, berfikir sendiri,curhat kepada diri sendiri, pokoknya lagi ingin sendiri abiiiis! Kalau Anda membaca tulisan ini, wah..bonus bagi saya, karena saya akhirnya ditemani juga. Kamsia, kamsia! Ternyata, baru cita-cita ingin sendiri saja, gagal di tempat! Apalagi cita-cita ingin jadi presiden ya? Wkkwkwkwkwkwkwka...!
Woke, saya lanjutkan saja ocehan tentang cita-cita saya di forex. Saya ingin... mmhhh, apa ya? "Ingin...cepat kaya". Tetapi tidak lama, ada bisikan di telingaku, "Kamu gak bisa cepat kaya di forex, karena yang akan kamu temui adalah kemelaratan".
Woke, saya terus berfikir, mmmhh... "Saya ingin menundukkan market dan dia mengikuti saya." Sekali lagi, bisikan mendatangi telinga saya, "Weh, kamu gila ya? Market tidak tahu yang kamu pikirkan, dia tidak mengerti kebutuhanmu, dia tidak paham kamu butuh duit lebih!"
Woke, saya belum menyerah. Mmmhh.. saya ingin beternak uang di forex dan uang itu akan bekerja untuk saya, siang dan malam." Bisikan datang lagi, "Kamu itu serakah! Serakah adalah perangkapnya trading. Kamu akan mendapatkan 'dosa besar' dengan keserakahanmu. Hukumannya adalah kamu akan mendapatkan siksa Margin Call. Malaikat forex akan memaksamu 'menangis batin' Wkkwkwkwkwk..."
Waduh!!! Si pembisik ini lama-lama kurang ajar juga, pikirku.
Woke, "Bagaimana seharusnya nih, bantu saya. Jangan menekanku seperti itu dong!"
Pembisik berkata, " Kamu tidak salah bercita-cita, kehilangan harta masih bisa dicari gantinya, kehilangan jabatan masih ada jabatan lain yang menunggu, kehilangan orang yang dicintai masih ada orang lain yang siap menemani kita, kehilangan cita-cita dan impian berarti kita kehilangan masa depan. Peringatanku ini saya harap bisa berguna dalam memulai langkah anda di pekerjaan yang beresiko sangat tinggi ini. Forex dengan fakta bahwa 95% trader gagal karena ingin cepat kaya. Maka sebaiknya, cita-cita kamu adalah "Saya ingin profit konsisten, meski kecil, tapi itu harus saya dapatkan." Saya hanya ingin membagikan kata-kata yang mengembalikan kita pada kenyataan karena hidup tidak semudah yang kita bayangkan.
Kedua, jika ingin menundukkan market, itu cita-cita yang keliru, tetapi bukan berarti salah (cita-cita kan gratis juga, jadi ya, saya tidak menyalahkan). tetapi, sampai kapan pun kamu tidak bisa, tetapi kalau menundukkan (psikologis) diri kamu sendiri, itu sangat mungkin. Maka cita-cita kamu sebaiknya dalam hal ini adalah; "saya bisa menaklukan diri saya dan memenangkan pertarungan di market forex". Kalau cita-cita yang demikian, saya setubuh, eh setuju...!
Ketiga, jika kamu bercita-cita beternak uang di forex, kamu akan melakukan penimbunan profit di forex, dan itu tidak sehat. Dokter forex jelas melarang! Karena menimbun profit, bisa saja kamu dapatkan profit itu secara nasibiyah (apa pula ini?), ya, profit karena nasib baik hehehehe.. Suatu saat, profit kamu itu bisa diambil lagi oleh nasib burukmu, we-ladalah! Maka cita-cita yang yang saya dukung adalah, "Saya bisa disiplin Withdrawal dan tidak disiplin deposit." Tentu maksud pernyataan itu berbeda dengan cita-cita kamu diawal tadi. Kamu beternak uangnya jangan di forex, Ndul! Tetapi di usaha real, yang penting kamu disiplin withdrawal dulu, kemudian duitnya di tabung di bank kamu... Kalau sudah kumpul, buat usaha real, jadi pemasok komputer atau untuk bikin perusahaan 'jamu kuat' untuk para trader forex, hehehhe... Ini misal, lho Ndul! Disitulah kamu beternak uang, silahkan..!"
"Oh, gitu ya...Sik! (Maaf, pembisik ini tidak punya nama yang jelas. Payah!)
"Mhhmmmm...sebenarnya modalmu berapa sih, sampai punya cita-cita over dosis begitu?" tanyanya padaku.
"$20..."
"Berapa kali kamu deposit?"
"5 kali..."
"Sudah pernah withdrawal?"
"Belum pernah..!"
"Kamu pernah belajar pada pelatihan-pelatihan trading?"
"Belum pernah..! Saya belajar sendiri, otodidak dan bermodalkan (berangkat) dari $20."
"Apa yang terjadi?"
"Loss terus...dan deposit terus!"
"Berapa $ setiap deposit?"
"$20..."
"Sudah kehilangan berapa $?"
"$100.."
"Kamu akan begitu terus, Ndul! Kamu jadi Mr $20. Hobbynya deposit dan deposit!"
"Woke, bagaimana baiknya, kalau begitu?" tanya saya tak mengerti.
Pembisik mulai bicara lagi, "Seorang dokter yang mendapatkan gelar spesialisnya, apakah melalui kursus dua hari pada akhir minggu? Saya rasa, tidak!
Sayangnya, banyak orang bahkan tidak pernah memiliki sudut pandang yang demikian. Mereka juga tidak pernah mempertimbangkan biaya pendidikan yang mereka butuhkan untuk menjadi seorang dokter (mau dokter hewan, dokter gigi, dokter bedah, dsb) ataupun pekerjaan professional lainnya. Kenyataannya, hampir semua tidak mempertimbangkan biaya untuk sebuah diploma sebagai biaya untuk pendidikan trading mereka.
Untuk "mengembangkan wawasan"... yang membuat kamu menjadi orang yang lebih baik, untuk mendapatkan gelar kamu, yang membuat kamu terkualifikasi untuk bekerja sebagai junior dalam sebuah perusahaan. paling tidak kamu akan menghabiskan 20 juta lebih, belum lagi biaya kelas, mungkin hampir 40 juta. Setelah itu, tambahkan lagi 5 juta untuk biaya buku, fotokopi, dan Tugas Akhir / Skripsi kamu.
Nah... Mereka yang telah sukses sebagai professional tentunya tahu biaya ini, selain mereka harus membayar biaya kuliah sarjana, ada lagi bonus tambahan biaya untuk kuliah S2 yang membuat mereka lebih kompeten dalam bidang mereka.
Biaya yang harus dihabiskan banyak bukan? Mereka juga mengorbankan baik dalam bentuk uang dan waktu. Tapi menurut saya, mereka tidak pernah mengeluh menghabiskan betapa banyak biaya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kenapa? Karena mereka telah berkomitmen sejak hari pertama mereka memutuskan untuk menjadi professional. Nah...!
Jadi kini pertanyaannya adalah, seberapa besar komitmen kamu? atau tanyalah pada diri kamu sendiri, "Seberapa komitmenkah saya?"
Tentunya, jawabannya adalah hal yang pribadi. Tapi menarik untuk melihat beberapa orang, bahkan banyak sekali, yang berharap dapat menjadi seorang trader professional dalam beberapa minggu atau bulan, dan hanya mereka dapatkan setelah mereka 'belajar' dengan trader yang berpengalaman atau pernah mengikuti 'pelatihan'. Jadi saya pikir, lebih baik menyiapkan modal untuk investasi 'waktu belajar' dulu dari pada modal langsung di masukkan pasar berulang-ulang tetapi untuk dibuang dan tidak ada perkembangan lebih baik. Kamu setuju atau tidak setuju, itu bukan urusanku. Saya hanyalah sebuah 'bisikan' saja.
Woke...woke! "Kalau begitu, sekarang cita-citaku di forex apa ya?"
Bisikan mendekatkan lagi di telingaku, "Sssstt...! Sekarang kamu boleh bercita-cita menjadi kaya"
Alhamdulillah.....
Wkkkwkwkwkkwkwkwwkwk..........!
Lanjutkan bacaan Anda dengan Tips Keberhasilan trading Forex disini!
Subscribe to:
Posts (Atom)
:.

